#30 tag 24jam
Prediksi Gila Kiyosaki Usai Krisis! Bitcoin Tembus US$750 Ribu, Emas Sentuh US$35 Ribu
Robert Kiyosaki memprediksi Bitcoin tembus US$750.000 dan Ethereum US$95.000 setelah krisis global, seiring risiko gelembung aset pecah. [369] url asal
(WE Finance - New Economy) 23/03/26 01:40
v/170901/
Warta Ekonomi, Jakarta -Penulis Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, memproyeksikan lonjakan tajam harga aset kripto setelah potensi krisis finansial global, dengan menyebut Bitcoin berpeluang mencapai US$750.000 dan Ethereum US$95.000 dalam satu tahun pasca crash.
Ia menilai krisis bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan kepastian yang tinggal menunggu waktu.
“Saya tidak tahu apa yang akan menjadi pemicu, peristiwa apa yang akan memecahkan gelembung terbesar dalam sejarah. Apa pun itu, pemicunya sudah dekat. Ini bukan soal jika, tapi kapan,” tulisnya, melalui akun X-nya beberapa waktu lalu, di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi pecahnya gelembung aset global.
Kiyosaki menyebut bahwa setelah gelembung pecah, harga aset akan mengalami lonjakan signifikan. Ia memperkirakan emas akan mencapai US$35.000 per ons, perak US$200 per ons, Bitcoin US$750.000 per koin, dan Ethereum US$95.000 dalam kurun satu tahun setelah krisis.
“Saat gelembung pecah, saya memprediksi emas akan mencapai US$35.000 per ons dalam satu tahun setelahnya. Saya memprediksi perak mencapai US$200 per ons. Saya memprediksi Bitcoin mencapai US$750.000 per koin dalam satu tahun setelah crash. Dan saya memprediksi Ethereum mencapai US$95.000,” tulisnya.
Dari sisi ekonomi, pernyataan ini muncul di tengah tekanan makro global, termasuk lonjakan utang, ketidakpastian kebijakan moneter, serta volatilitas pasar keuangan yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kiyosaki menilai sistem keuangan global saat ini berada dalam kondisi gelembung besar akibat akumulasi likuiditas dan ekspansi utang, yang berpotensi memicu koreksi tajam lintas aset.
Ia juga mengaitkan potensi krisis dengan pola siklus ekonomi global, di mana periode ekspansi panjang biasanya diikuti oleh kontraksi signifikan.
Dalam konteks pasar kripto, proyeksi tersebut mengindikasikan skenario di mana investor beralih ke aset alternatif setelah krisis, mendorong kenaikan harga secara agresif.
Saat ini, harga Bitcoin masih berada di kisaran US$70.000-an, sementara Ethereum berada di level sekitar US$2.000-US$3.000, jauh di bawah proyeksi yang disampaikan Kiyosaki.
Jika skenario tersebut terjadi, kapitalisasi pasar aset kripto berpotensi meningkat drastis dalam waktu singkat, seiring masuknya aliran dana pasca-krisis.
Kiyosaki menutup pernyataannya dengan mempertanyakan proyeksi harga aset setelah krisis finansial global berikutnya.
“Apa menurut Anda harga akan seperti apa satu tahun setelah krisis finansial global berikutnya? Saatnya menjadi lebih kaya?” tulisnya.
Kiyosaki Prediksi Bitcoin Tembus US$750.000, Ethereum US$95.000 Usai Krisis Global
Robert Kiyosaki memprediksi Bitcoin tembus US$750.000 dan Ethereum US$95.000 setelah krisis global, seiring risiko gelembung aset pecah. [369] url asal
(WE Finance - New Economy) 23/03/26 01:40
v/170894/
Warta Ekonomi, Jakarta -Penulis Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, memproyeksikan lonjakan tajam harga aset kripto setelah potensi krisis finansial global, dengan menyebut Bitcoin berpeluang mencapai US$750.000 dan Ethereum US$95.000 dalam satu tahun pasca crash.
Ia menilai krisis bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan kepastian yang tinggal menunggu waktu.
“Saya tidak tahu apa yang akan menjadi pemicu, peristiwa apa yang akan memecahkan gelembung terbesar dalam sejarah. Apa pun itu, pemicunya sudah dekat. Ini bukan soal jika, tapi kapan,” tulisnya, melalui akun X-nya beberapa waktu lalu, di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi pecahnya gelembung aset global.
Kiyosaki menyebut bahwa setelah gelembung pecah, harga aset akan mengalami lonjakan signifikan. Ia memperkirakan emas akan mencapai US$35.000 per ons, perak US$200 per ons, Bitcoin US$750.000 per koin, dan Ethereum US$95.000 dalam kurun satu tahun setelah krisis.
“Saat gelembung pecah, saya memprediksi emas akan mencapai US$35.000 per ons dalam satu tahun setelahnya. Saya memprediksi perak mencapai US$200 per ons. Saya memprediksi Bitcoin mencapai US$750.000 per koin dalam satu tahun setelah crash. Dan saya memprediksi Ethereum mencapai US$95.000,” tulisnya.
Dari sisi ekonomi, pernyataan ini muncul di tengah tekanan makro global, termasuk lonjakan utang, ketidakpastian kebijakan moneter, serta volatilitas pasar keuangan yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kiyosaki menilai sistem keuangan global saat ini berada dalam kondisi gelembung besar akibat akumulasi likuiditas dan ekspansi utang, yang berpotensi memicu koreksi tajam lintas aset.
Ia juga mengaitkan potensi krisis dengan pola siklus ekonomi global, di mana periode ekspansi panjang biasanya diikuti oleh kontraksi signifikan.
Dalam konteks pasar kripto, proyeksi tersebut mengindikasikan skenario di mana investor beralih ke aset alternatif setelah krisis, mendorong kenaikan harga secara agresif.
Saat ini, harga Bitcoin masih berada di kisaran US$70.000-an, sementara Ethereum berada di level sekitar US$2.000-US$3.000, jauh di bawah proyeksi yang disampaikan Kiyosaki.
Jika skenario tersebut terjadi, kapitalisasi pasar aset kripto berpotensi meningkat drastis dalam waktu singkat, seiring masuknya aliran dana pasca-krisis.
Kiyosaki menutup pernyataannya dengan mempertanyakan proyeksi harga aset setelah krisis finansial global berikutnya.
“Apa menurut Anda harga akan seperti apa satu tahun setelah krisis finansial global berikutnya? Saatnya menjadi lebih kaya?” tulisnya.
Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Bisa Tembus 750.000 Dollar AS
Robert Kiyosaki memprediksi lonjakan tajam harga aset lindung nilai seperti emas dan perak, serta aset kripto seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) [1,027] url asal
#ethereum #harga-bitcoin #robert-kiyosaki #bitcoin-btc
(Kompas.com - Money) 22/03/26 14:18
v/170655/
JAKARTA, KOMPAS.com — Penulis buku keuangan populer Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali mengeluarkan peringatan terkait potensi pecahnya gelembung atau bubble aset global yang ia sebut sebagai “yang terbesar dalam sejarah”.
Ia memprediksi lonjakan tajam harga aset lindung nilai seperti emas dan perak, serta aset kripto seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) setelah krisis besar terjadi.
Pernyataan ini muncul di tengah dinamika pasar kripto yang masih berfluktuasi dan bergerak dalam kisaran terbatas, terutama untuk Bitcoin yang dalam beberapa waktu terakhir diperdagangkan di sekitar level psikologis 70.000 dollar AS.
UNSPLASH/ERLING LOKEN ANDERSEN Ilustrasi bitcoin. Harga Bitcoin bergerak sangat fluktuatif di tengah ketidakpastian pasar global akibat perang Iran. Meski sempat melonjak tajam, reli kripto terbesar di dunia itu mulai kehilangan momentum.Peringatan tentang “gelembung terbesar dalam sejarah”
Melalui unggahan di media sosial X, Kiyosaki menyatakan pasar global sedang menuju fase pecahnya gelembung besar.
“BIGGEST BUBBLE BUST … It’s not IF. It’s WHEN,” tulis Kiyosaki, menegaskan keyakinannya bahwa krisis hanya soal waktu.
Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti pemicu krisis tersebut, tetapi meyakini dampaknya akan besar terhadap berbagai kelas aset. Setelah gelembung pecah, menurutnya, sejumlah instrumen investasi akan mengalami reli besar.
Prediksi harga emas dan perak
Kiyosaki memperkirakan harga emas dapat melonjak hingga 35.000 dollar AS per ons dalam satu tahun setelah gelembung emas pecah. Proyeksi ini jauh di atas harga emas saat ini di pasar global.
Selain emas, ia juga memproyeksikan harga perak dapat mencapai 200 dollar AS per ons dalam periode yang sama.
Dalam berbagai pernyataan sebelumnya, Kiyosaki memang dikenal konsisten mendorong investasi pada logam mulia sebagai langkah perlindungan terhadap ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan moneter.
WIKIMEDIA COMMONS/GAGE SKIDMORE Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Robert Kiyosaki mengungkap 10 pelajaran keuangan penting yang kerap baru disadari pria setelah bertahun-tahun bekerja.Target fantastis untuk Bitcoin dan Ethereum
Tak hanya logam mulia, Kiyosaki juga memprediksi reli besar pada aset kripto. Ia memperkirakan harga Bitcoin bisa melonjak hingga 750.000 dollar AS per koin dalam satu tahun setelah krisis pasar.
Selain itu, Ethereum diperkirakan dapat mencapai 95.000 dollar AS per koin dalam periode yang sama.
Proyeksi ini muncul setelah harga kedua aset kripto tersebut mengalami koreksi signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Harga Bitcoin dilaporkan sempat turun lebih dari 34 persen dalam enam bulan terakhir, sementara Ethereum terkoreksi sekitar 47 persen dalam periode yang sama.
Pandangan tersebut mencerminkan keyakinan Kiyosaki bahwa fase koreksi merupakan bagian dari siklus pasar sebelum potensi kenaikan berikutnya.
Bitcoin bergerak di kisaran 70.000 dollar AS
Sementara itu, analisis pasar terbaru yang dikutip dari CryptoPotato, Minggu (22/3/2026l menunjukkan Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan, namun momentum kenaikannya mulai melambat karena menghadapi area resistensi kuat di kisaran rendah hingga pertengahan 70.000 dollar AS.
Harga Bitcoin sebelumnya berhasil bangkit dari tekanan besar pada Februari 2026 ketika sempat turun mendekati level 60.000 dollar AS.
Meski demikian, pergerakan terbaru menunjukkan bahwa reli tersebut belum sepenuhnya mengubah tren jangka panjang.
Dalam analisis teknikal, Bitcoin disebut masih bergerak di bawah rata-rata pergerakan 100 hari dan 200 hari, yang masing-masing berada di sekitar 80.000 dollar AS dan 92.000 dollar AS. Kondisi ini menandakan tren yang lebih besar belum sepenuhnya berbalik menjadi bullish.
Area 75.000 hingga 80.000 dollar AS dinilai menjadi zona resistensi penting.
WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO Ilustrasi bitcoin.Jika harga mampu menembus level tersebut secara meyakinkan, peluang pemulihan tren jangka panjang dinilai semakin kuat. Sebaliknya, jika gagal, pasar berpotensi kembali menguji area dukungan di sekitar 60.000 dollar AS.
Sinyal akumulasi di tengah konsolidasi
Meski harga bergerak relatif datar, data on-chain menunjukkan cadangan Bitcoin di bursa kripto terus menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Penurunan tajam cadangan ini biasanya mencerminkan aktivitas akumulasi oleh investor dibandingkan distribusi panik.
Kondisi tersebut menunjukkan, meskipun pergerakan harga tampak stagnan, sebagian pelaku pasar masih menunjukkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.
Di sisi lain, pasar kripto secara keseluruhan juga menunjukkan kecenderungan konsolidasi. Dalam beberapa hari terakhir, Bitcoin diperdagangkan dalam kisaran sempit sekitar 69.500 hingga 70.600 dollar AS, mencerminkan ketidakpastian investor setelah periode volatilitas tinggi.
Sebagian altcoin juga bergerak relatif datar, dengan perubahan harga harian yang terbatas pada kisaran minus 1 persen hingga plus 1 persen.
Pengaruh faktor makro terhadap pasar kripto
Pergerakan harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh faktor makroekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral dan ketegangan geopolitik.
Dalam beberapa waktu terakhir, ekspektasi pasar terhadap jalur kebijakan moneter global berubah setelah sejumlah bank sentral menahan suku bunga atau memberi sinyal kebijakan lebih ketat.
Mengutip CryptoNews, Bitcoin bahkan sempat turun di bawah level psikologis 70.000 dollar AS pada pertengahan Maret sebelum kembali pulih, seiring pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap kondisi likuiditas global.
Kenaikan harga energi dan kekhawatiran inflasi juga disebut berpotensi memengaruhi sentimen investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
UNSPLASH/KANCHANARA Ilustrasi bitcoin.Proyeksi harga Bitcoin yang beragam
Di luar prediksi Kiyosaki, sejumlah analis pasar memiliki pandangan yang lebih moderat mengenai prospek Bitcoin.
Dikutip dari TradingView, beberapa lembaga keuangan memperkirakan harga Bitcoin dapat mencapai sekitar 150.000 dollar AS pada 2026, meski target tersebut telah direvisi turun dibandingkan proyeksi sebelumnya akibat arus investasi institusional yang lebih lambat.
Ada pula skenario teknikal yang menunjukkan potensi penurunan harga ke kisaran 40.000 hingga 70.000 dollar AS jika pola historis pasar kembali terulang.
Perbedaan proyeksi ini mencerminkan tingkat ketidakpastian yang tinggi dalam pasar kripto, terutama di tengah perubahan lanskap regulasi, likuiditas global, serta dinamika geopolitik.
Volatilitas sebagai bagian dari siklus pasar
Kondisi volatilitas yang tinggi membuat Bitcoin sering bergerak dalam fase reli singkat yang diikuti koreksi tajam.
Mengutip Crypto Adventure, beberapa analis menilai konsolidasi di sekitar level 70.000 dollar AS dapat menjadi fase jeda sebelum pergerakan harga berikutnya, baik ke arah kenaikan maupun penurunan yang lebih dalam.
Dalam konteks ini, pandangan Kiyosaki mengenai potensi reli besar setelah krisis pasar mencerminkan salah satu spektrum opini yang berkembang di kalangan pelaku pasar.
Dengan prediksi harga yang sangat tinggi untuk emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum, pernyataan Kiyosaki kembali memicu perdebatan mengenai arah pasar keuangan global dan bagaimana investor sebaiknya merespons potensi perubahan besar dalam lanskap investasi dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangRobert Kiyosaki Ramal Emas Naik, Bisa Tembus US$35.000
Robert Kiyosaki memprediksi lonjakan harga emas hingga US$35.000 per ons dan Bitcoin mencapai US$750.000 setelah krisis pasar, menekankan pentingnya likuiditas dan strategi investasi. [376] url asal
#robert-kiyosaki #lonjakan-emas #harga-emas #gelembung-aset #pasar-keuangan #aset-safe-haven #mata-uang-kripto #harga-perak #bitcoin #ethereum #likuiditas #strategi-investasi #ketegangan-geopolitik #se
(Bisnis.Com - Market) 20/03/26 18:11
v/169879/
Bisnis.com, JAKARTA — Penulis buku laris Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali mengingatkan potensi gejolak besar di pasar keuangan global. Dia menilai dunia tengah berada di ambang pecahnya gelembung aset terbesar dalam sejarah.
Melalui unggahan di platform X, Kiyosaki menggambarkan skenario di mana aset safe haven dan mata uang kripto berpotensi mencatat kenaikan signifikan dalam waktu relatif singkat setelah terjadi koreksi pasar.
Dia menegaskan bahwa waktu terjadinya krisis hanya tinggal menunggu momentum.
“Bukan soal apakah akan terjadi, melainkan kapan,” tulisnya, walaupun mengakui belum dapat memastikan pemicu utama dari potensi kejatuhan tersebut.
Dalam proyeksinya, Kiyosaki memperkirakan harga emas dapat melesat hingga US$35.000 per ons dalam kurun satu tahun setelah gelembung pasar pecah. Sementara itu, perak diprediksi mampu menembus level US$200 per ons dalam periode yang sama.
Tak hanya logam mulia, Kiyosaki juga memasang target ambisius untuk aset kripto. Ia memperkirakan Bitcoin berpotensi mencapai US$750.000 per koin, sedangkan Ethereum diproyeksikan naik hingga US$95.000, masing-masing dalam satu tahun setelah tekanan pasar mereda.
Di sisi lain, Kiyosaki menekankan pentingnya likuiditas di tengah ketidakpastian. Dia menyebut kepemilikan uang tunai tetap memiliki peran strategis saat terjadi krisis, terutama untuk memanfaatkan peluang pembelian aset dengan valuasi murah.
Pandangan tersebut merujuk pada strategi investasi Warren Buffett yang dikenal menjaga cadangan kas besar untuk mengakuisisi aset undervalued ketika pasar melemah.
Meski demikian, Kiyosaki mengaku mengambil pendekatan berbeda. Ia memilih mengalokasikan dana tunai ke aset riil dan alternatif, termasuk sumur minyak, emas, perak, serta Bitcoin.
Dia juga mengingatkan pentingnya kesiapan strategi bagi investor dalam menghadapi potensi krisis. Menurutnya, tanpa rencana yang matang, langkah paling aman justru adalah tidak mengambil tindakan terburu-buru.
Lebih lanjut, dilansir Business Today Kiyosaki menyoroti ketegangan geopolitik di Timur Tengah sebagai salah satu faktor yang berpotensi mendorong kenaikan harga aset, khususnya energi dan komoditas. Dia bahkan mengaitkan eskalasi konflik, termasuk potensi gangguan di Selat Hormuz, dengan prospek kenaikan nilai investasinya di sektor energi.
Kendati demikian, Kiyosaki tetap membuka kemungkinan bahwa proyeksinya tidak sepenuhnya akurat. Kiyosaki pun mendorong investor untuk tetap melakukan analisis dan menyesuaikan keputusan investasi dengan kondisi masing-masing.
Secara konsisten, Kiyosaki telah lama memperingatkan risiko pelemahan dolar AS serta pentingnya diversifikasi ke aset riil dan alternatif. Pernyataan terbarunya kembali memicu diskusi mengenai arah pasar global di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Bukan Soal Gaji Besar: Strategi Kaya ala Robert Kiyosaki untuk Gen Z
Menurut Robert Kiyosaki, Gen Z hanya belum “bermain game yang benar.” [955] url asal
#menabung #dana-darurat #robert-kiyosaki #gen-z
(Kompas.com - Money) 09/02/26 16:46
v/130795/
KOMPAS.com - Di tengah tekanan ekonomi dunia yang tak kunjung mereda, mulai dari inflasi, biaya pendidikan dan sewa yang meningkat, hingga rendahnya pertumbuhan upah riil, banyak Gen Z merasa bahwa masa depan keuangan adalah nasib yang tak terhindarkan.
Survei menunjukkan hampir separuh Gen Z merasa merencanakan masa depan ibarat sia-sia, sehingga lebih memilih untuk menikmati hidup saat ini ketimbang menabung atau berinvestasi untuk jangka panjang.
Namun, bagi Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad dan tokoh di balik filosofi finansial “make money work for you”, keadaan ini bukanlah bukti bahwa generasi muda kalah dalam permainan ekonomi.
FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi Gen Z, Gen Z mengakses pinjaman online/pinjol.Menurutnya, Gen Z hanya belum “bermain game yang benar.”
Dalam pandangannya, generasi yang lahir sekitar pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an ini memiliki keuntungan unik dibanding generasi sebelumnya.
Dengan tools digital, akses pengetahuan lebih luas, dan waktu sebagai aset terpenting, Gen Z secara teoritis lebih siap membangun kekayaan jangka panjang, asalkan strategi yang digunakan sesuai dengan prinsip kekayaan yang benar.
Berikut beberapa cara membangun kekayaan di usia muda menurut Kiyosaki, dikutip dari Nasdaq, Senin (9/2/2026).
1. Mengubah cara pikir: dari "bekerja untuk uang” ke “uang bekerja untukmu”
Ajaran inti Kiyosaki tetap konsisten dengan filosofi Rich Dad, yakni kekayaan tidak datang dari mengejar gaji tinggi semata. Fokusnya bukan sekadar pendapatan, melainkan aset yang bisa menghasilkan uang dari waktu ke waktu.
WIKIMEDIA COMMONS/GAGE SKIDMORE Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Robert Kiyosaki mengungkap 10 pelajaran keuangan penting yang kerap baru disadari pria setelah bertahun-tahun bekerja."Ini bukan tentang mengejar gaji tinggi. Ini tenntang investasi pada hal yang tumbuh," kata Kiyosaki.
Menurut Kiyosaki, yang dimaksud dengan “hal yang tumbuh” bukan hanya investasi finansial klasik seperti saham atau properti, tetapi juga:
- Peningkatan skill yang terus berkembang nilainya
- Sistem yang menghasilkan pendapatan pasif
- Usaha sampingan (side hustle) yang bisa tumbuh menjadi sumber pendapatan utama
Ia menekankan, semakin cepat seseorang mulai mengumpulkan aset produktif, sekecil apa pun, semakin cepat pula ia bisa berhenti menukar waktu demi uang.
Rata-rata gaji tahunan bukanlah tolak ukur kekayaan sejati, yang penting adalah bagaimana uang itu menghasilkan lebih banyak uang.
2. Waktu dan teknologi adalah keunggulan Gen Z
Dalam narasinya terhadap Gen Z, Kiyosaki tidak menutup mata tentang tantangan ekonomi yang terjadi. Namun ia melihat tiga modal utamanya, yaitu sebagai berikut.
- Waktu. Waktu adalah teman dalam pertumbuhan kekayaan melalui compound growth (bunga majemuk).
- Teknologi. Akses ke informasi, pasar modal, kemampuan belajar, dan bahkan peluang usaha kini tersedia hanya dengan laptop atau ponsel.
- Skeptisisme. Melihat sistem yang terasa gagal bagi banyak orang membuat Gen Z tidak terikat oleh cara lama. Menurut Kiyosaki, itu sebenarnya menjadi keunggulan kompetitif.
Pandangan ini menegaskan bahwa Gen Z tidak perlu meniru jalur keuangan tradisional (kerja di perusahaan, menabung saja, lalu menunggu pensiun di usia senja).
Sebaliknya, generasi ini dipandang memiliki keseimbangan unik antara kesadaran risiko dan akses terhadap alat keuangan modern.
WIKIMEDIA COMMONS/GAGE SKIDMORE Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Penulis Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki mengejutkan publik setelah menjual sebagian kepemilikan Bitcoin di tengah penurunan pasar kripto. Ia mengalihkan hasil penjualan ke bisnis tradisional yang menghasilkan pendapatan rutin.3. Rencana kekayaan di usia 20-an
Kiyosaki dan timnya merinci pendekatan yang menurut mereka cocok untuk Gen Z di berbagai tahapan usia 20-an.
Awal 20-an: mulai kecil tapi konsisten
- Membentuk dana darurat minimal satu bulan biaya hidup.
- Mulai berinvestasi otomatis, misalnya sebulan sekali ke reksa dana.
- Mengembangkan skill yang dibayar pasar, seperti desain, penulisan, coding, atau editing.
Investasi sederhana dalam jumlah kecil setiap bulan dikombinasikan dengan waktu dan pasar historis yang tumbuh, memiliki efek eksponensial dalam jangka panjang.
Menengah 20-an: membangun momentum
- Mengonversi skill menjadi pendapatan sampingan yang nyata.
- Menghindari lifestyle inflation, yakni peningkatan gaya hidup yang menghabiskan lebih banyak pendapatan.
- Mengotomatisasi keuangan pribadi sehingga keputusan investasi tidak tergantung pada disiplin sehari-hari.
Fase ini menekankan bahwa pendapatan harus bertumbuh lebih cepat daripada biaya hidup untuk membangun kekayaan.
Akhir 20-an: play bigger
- Mengubah side hustle menjadi sistem atau struktur usaha penuh.
- Meneroka opsi seperti house hacking (memanfaatkan properti untuk menutup biaya sendiri) atau investasi jika membeli properti langsung terlalu mahal.
- Fokus pada income streams yang tidak tergantung waktu, termasuk digital products, kursus online, atau usaha berbasis sistem.
Pendekatan ini mencerminkan visi bahwa kekayaan sejati tumbuh ketika seseorang berhasil “melipatgandakan sistem”, bukan melipatgandakan jam kerja.
iStock Ilustrasi Gen Z4. Risiko yang harus dihindari
Sebagai bagian dari panduan ini, Kiyosaki juga menggarisbawahi sejumlah jebakan keuangan yang sering membuat orang tetap “terjebak pada waktu”.
- Utang yang tidak membantu menghasilkan pendapatan lebih besar.
- Inflasi gaya hidup, yakni kecenderungan menaikkan pengeluaran sejalan dengan kenaikan pendapatan.
- Chasing hype, yakni mengikuti tren investasi yang tidak didasari oleh fundamental kuat (misalnya ikut-ikutan tweet atau forum daring).
Ini menunjukkan bahwa literasi keuangan bukan hanya kemampuan memahami istilah, tetapi juga menghindari perilaku yang membuat aset tidak berkembang.
Catatan tentang mentalitas dan filosofi Kiyosaki
Seruan Kiyosaki bukan hanya tentang angka atau strategi teknis. Ia terus menekankan pola pikir.
Dalam buku-bukunya, Kiyosaki pernah menulis bahwa orang kaya tidak bekerja demi uang, mereka membuat uang bekerja untuk mereka. Itu menjadi landasan dari seluruh ajarannya.
Inti pesan Kiyosaki kepada Gen Z adalah bahwa mereka tidaklah terlambat untuk membangun kekayaan, tetapi mereka harus mengubah cara bermain, dari fokus pada kerja upah ke fokus pada membangun aset yang bekerja untuk mereka.
Pesan ini disampaikan tanpa janji instan, tetapi dengan suatu peta jalan, yakni dibangun melalui pemahaman waktu, peluang teknologi, dan pola pikir berbeda tentang uang: bukan untuk ditukar hanya dengan waktu, tetapi untuk tumbuh melalui aset dan sistem yang benar-benar menghasilkan nilai dari waktu ke waktu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Prediksi Robert Kiyosaki: Harga Perak Tembus 200 Dollar AS pada 2026
Harga perak kembali menjadi sorotan, seiring harga emas yang merangkak naik. [1,102] url asal
#donald-trump #logam-mulia #greenland #robert-kiyosaki #harga-emas #harga-perak
(Kompas.com - Money) 23/01/26 09:21
v/111699/
JAKARTA, KOMPAS.com - Harga perak kembali menjadi sorotan, seiring harga emas yang merangkak naik.
Investor sekaligus penulis buku keuangan Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, mengulangi pandangan bullish-nya terhadap logam mulia tersebut.
Kiyosaki memprediksi harga perak berpotensi melonjak hingga 200 dollar AS per troy ounce pada 2026, seiring perubahan peran perak dalam perekonomian global modern.
WIKIMEDIA COMMONS/GAGE SKIDMORE Robert Kiyosaki, pakar keuangan dan penulis buku laris Rich Dad, Poor Dad. Penulis Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki mengejutkan publik setelah menjual sebagian kepemilikan Bitcoin di tengah penurunan pasar kripto. Ia mengalihkan hasil penjualan ke bisnis tradisional yang menghasilkan pendapatan rutin.Dalam unggahan terbarunya di platform media sosial X (sebelumnya Twitter), Kiyosaki menyebut perak telah digunakan sebagai uang selama ribuan tahun.
Namun, menurut dia, fungsi perak kini tidak lagi sebatas alat tukar dan penyimpan nilai, melainkan telah berevolusi menjadi logam struktural yang menopang ekonomi berbasis teknologi.
“Perak telah menjadi mata uang selama ribuan tahun,” tulis Kiyosaki, dikutip dari The Economic Times.
Ia membandingkan posisi perak saat ini dengan peran besi pada era revolusi industri, ketika kebutuhan infrastruktur dan manufaktur mendorong permintaan logam tersebut secara masif.
Dari logam uang ke tulang punggung teknologi
Kiyosaki menyoroti transformasi jangka panjang perak dengan membandingkan harga historisnya. Ia mencatat, pada 1990 harga perak masih berada di kisaran 5 dollar AS per ons.
Sementara saat ini, harga perak bergerak di rentang 92 hingga 95 dollar AS per ons, mencerminkan lonjakan nilai yang signifikan dalam lebih dari tiga dekade.
Kenaikan harga perak tersebut, menurut Kiyosaki, tidak terlepas dari meningkatnya peran perak sebagai komoditas strategis dalam ekonomi modern.
PIXABAY/PAUL (PWLPL) Ilustrasi perak, harga perak, investasi perak. Harga perak naik lebih dari 6,5 persen pada Jumat (9/1/2026) dan kembali menembus angka 80 dollar AS. Lonjakan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat turun cukup dalam dalam beberapa hari terakhir.Selain digunakan sebagai aset lindung nilai, perak juga menjadi bahan penting dalam berbagai sektor, mulai dari teknologi energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga perangkat elektronik dan sistem pertahanan.
Ia menegaskan bahwa perak tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan nilai, tetapi juga berpotensi kembali memainkan peran sebagai uang di masa depan, terutama di tengah kekhawatiran terhadap pelemahan nilai mata uang fiat.
Meski demikian, Kiyosaki tetap memberi catatan kehati-hatian. Ia mengakui bahwa prediksi harga 200 dollar AS per ons bisa saja meleset.
"Saya bisa saja salah," ujarnya.
Meski demikian, Kiyosaki menegaskan tetap percaya pada prospek jangka panjang perak.
Harga perak konsisten bullish sejak puluhan tahun
Pandangan optimistis terhadap perak bukanlah hal baru bagi Kiyosaki. Ia dikenal sebagai salah satu pendukung lama investasi perak.
Tidak cuma itu, Kiyosaki secara konsisten menyuarakan keyakinannya terhadap logam tersebut, baik sebagai logam industri maupun sebagai pelindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang.
Pada 14 Januari 2026 lalu, ketika harga perak menembus level 90 dollar AS per ons, Kiyosaki sempat mengunggah pernyataan bernada perayaan.
"YAY: Perak (mencapai) 90 dollar AS per ons. Apakah Anda merakayannya?" tulis Kiyosaki di akun X-nya.
Kiyosaki juga mengungkapkan bahwa dirinya mulai membeli perak sejak 1965, saat harga logam tersebut masih berada di level sekitar 1 dollar AS per ons.
Pengalaman panjang itu, menurutnya, menjadi dasar keyakinan bahwa volatilitas jangka pendek tidak mengubah nilai fundamental perak dalam jangka panjang.
Dalam beberapa kesempatan, Kiyosaki kerap mengingatkan investor agar tidak terjebak spekulasi jangka pendek. Ia menggunakan ungkapan yang kerap dikutip pengikutnya.
PEXELS/MERWAK.RAW Ilustrasi perak, investasi perak.“Pigs get FAT… Hogs get SLAUGHTERED (Babi menjadi GEMUK… Babi hutan disembelih)."
Pernyataan ini ia gunakan untuk memperingatkan risiko keserakahan dan perdagangan yang hanya mengejar keuntungan sesaat.
Harga perak terkoreksi setelah sentuh rekor
Pernyataan terbaru Kiyosaki muncul di tengah koreksi harga perak setelah mencetak rekor tertinggi.
Harga perak spot tercatat melemah 0,9 persen menjadi 92,38 dollar AS per ons, turun dari puncak rekornya di 95,87 dollar AS yang tercapai pada Selasa sebelumnya.
Koreksi tersebut terjadi setelah reli tajam yang didorong oleh ketegangan geopolitik global. Meredanya kekhawatiran pasar turut menekan harga logam mulia, termasuk perak, yang sebelumnya diuntungkan oleh sentimen safe haven.
Di India, tekanan serupa juga terlihat di bursa komoditas. Di Multi Commodity Exchange (MCX), harga perak dan produk exchange-traded fund (ETF) terkait dilaporkan anjlok hingga 20 persen setelah ketegangan geopolitik yang sempat memicu reli mulai mereda.
Dampak pernyataan Donald Trump soal Greenland
Salah satu faktor yang meredakan ketegangan geopolitik adalah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait isu Greenland dan hubungan dengan Eropa.
Trump menyatakan tidak akan menggunakan kekuatan militer terkait Greenland dan mengisyaratkan akan menahan diri dari penerapan tarif terhadap negara-negara Eropa.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Dalam pertemuan itu, Trump mengungkapkan telah mencapai apa yang ia sebut sebagai kerangka kesepakatan mengenai masa depan Greenland.
FABRICE COFFRINI Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana pengenaan tarif terhadap negara-negara Eropa yang sebelumnya dikaitkan dengan upayanya untuk mengambil alih Greenland.Menurut Trump, kerangka kesepakatan tersebut mencakup kerja sama keamanan di kawasan Arktik, pengelolaan hak mineral, serta partisipasi dalam inisiatif yang disebut Golden Dome.
Ia menambahkan, kesepakatan tersebut dirancang untuk berlaku tanpa batas waktu dan akan menguntungkan kedua belah pihak.
Sinyal deeskalasi ini membuat pasar global relatif lebih tenang, sehingga minat terhadap aset safe haven, termasuk perak, sedikit berkurang dalam jangka pendek.
Harga perak menguat sejak awal 2026
Sejak awal 2026, harga perak menunjukkan volatilitas tinggi dengan kecenderungan menguat. Pada pekan-pekan pertama Januari 2026, harga perak masih bergerak di bawah level 85 dollar AS per ons.
Namun, meningkatnya ketegangan geopolitik global, kekhawatiran terhadap kebijakan perdagangan, serta spekulasi seputar suku bunga global mendorong arus masuk ke logam mulia.
Memasuki pertengahan Januari 2026, harga perak menembus level psikologis 90 dollar AS per ons untuk pertama kalinya, memicu perhatian luas di kalangan investor ritel dan institusional.
Lonjakan tersebut berlanjut hingga harga mencapai rekor tertinggi di kisaran 95 hingga 96 dollar AS per ons sebelum akhirnya terkoreksi.
Selain faktor geopolitik, sentimen terhadap perak juga didukung oleh narasi transisi energi dan meningkatnya permintaan industri.
Perak digunakan secara luas dalam panel surya, baterai, dan komponen kendaraan listrik, sehingga prospeknya kerap dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi hijau dan transformasi teknologi.
Di sisi lain, pergerakan harga perak sepanjang awal 2026 juga dipengaruhi oleh fluktuasi dollar AS dan ekspektasi kebijakan moneter bank sentral utama. Penguatan dollar AS cenderung menekan harga logam mulia, sementara ketidakpastian arah suku bunga sering kali memicu pergerakan tajam dalam waktu singkat.
Kombinasi antara faktor fundamental jangka panjang dan sentimen jangka pendek inilah yang membentuk dinamika harga perak sepanjang awal tahun ini.
Ini sekaligus menjadi latar bagi prediksi agresif Kiyosaki mengenai potensi kenaikan harga perak hingga 200 dollar AS per ons pada 2026.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
5 Aset Passive Income Terbaik 2026 Menurut Robert Kiyosaki
Robert Kiyosaki mengungkap lima aset pendapatan pasif terbaik untuk menciptakan arus kas tetap di 2026. [677] url asal
#passive-income #arus-kas #robert-kiyosaki #pendapatan-pasif #membangun-kekayaan
(Kompas.com - Money) 15/01/26 21:04
v/104931/
KOMPAS.com - Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad, menegaskan pentingnya membangun aset pendapatan pasif (passive income) untuk mencapai kebebasan finansial. Filosofi keuangan yang dia ajarkan berfokus pada perbedaan antara aset yang menghasilkan uang dan liabilitas yang justru menguras keuangan.
Dalam pandangan Kiyosaki, membangun arus kas yang stabil dari aset-aset pendapatan pasif adalah kunci utama untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada gaji dan waktu kerja.
Pendekatan ini berbeda dengan cara berpikir konvensional yang sering kali mengandalkan kenaikan nilai aset semata.
Untuk 2026, Kiyosaki mengidentifikasi lima jenis aset pendapatan pasif yang dianggap paling efektif dalam menghasilkan arus kas bulanan atau kuartalan.
Kelima aset ini menjadi fokus utama strategi investasi yang bisa diikuti oleh siapa saja yang ingin memperkuat kestabilan keuangan mereka.
Kiyosaki menekankan pentingnya pendapatan pasif yang bekerja secara mandiri tanpa tergantung pada waktu dan tenaga Anda. Tujuannya adalah membangun aset yang menghasilkan pemasukan rutin, baik Anda sedang bekerja atau tidak.
Dikutip dari New Trader U, Kamis (15/1/2026), berikut lima aset passive income atau pendapatan pasif pilihan untuk 2026 menurut Robert Kiyosaki:
1. Properti Sewa: Pilar Utama Pendapatan Pasif
Properti sewa menjadi aset favorit Robert Kiyosaki dan dasar strategi kekayaannya. Keunggulan utama real estate adalah kemampuan memanfaatkan pembiayaan (leverage), sehingga investor dapat mengendalikan aset bernilai tinggi dengan modal awal relatif kecil.
Kiyosaki mengingatkan agar membeli properti yang menghasilkan positive cash flow, pendapatan sewa lebih besar dari semua biaya seperti cicilan KPR, pajak, asuransi, perawatan, dan cadangan kekosongan unit.
Ia menolak spekulasi kenaikan harga dan lebih fokus pada arus kas sewa yang stabil. Selain itu, real estate menawarkan keuntungan pajak melalui depresiasi serta perlindungan dari inflasi, karena sewa biasanya naik mengikuti inflasi sementara cicilan KPR tetap.
2. Bisnis yang Berjalan Tanpa Kehadiran Anda
Robert Kiyosaki membedakan antara wiraswasta yang menukar waktu dengan uang, dan pemilik bisnis yang sistemnya berjalan mandiri tanpa kehadiran aktif.
Menurut Cashflow Quadrant yang ia kembangkan, hanya pemilik bisnis dan investor yang bisa merasakan pendapatan pasif sejati.
Waralaba (franchise) dan bisnis online dengan sistem otomatis adalah contoh usaha yang dapat menghasilkan keuntungan tanpa Anda harus turun tangan setiap hari.
Dalam bisnis jasa, peran Anda beralih menjadi strategis sementara tim manajemen menjalankan operasional.
3. Saham Dividen dan ETF
Meski Kiyosaki sukses melalui properti dan bisnis, ia juga mengakui saham dividen sebagai aset “kertas” yang memberikan pendapatan pasif lewat pembagian dividen berkala.
Keunggulan saham dividen adalah likuiditasnya yang tinggi dibanding properti, kemudahan dalam menambah investasi tanpa perlu pengelolaan intensif, dan potensi pertumbuhan dengan reinvestasi dividen.
Ia menyarankan fokus pada perusahaan mapan dengan riwayat dividen stabil, seperti blue-chip dan ETF dividen, agar pendapatan menjadi sumber yang dapat diandalkan, bukan spekulasi kenaikan harga saham.
4. Royalti dan Hak Kekayaan Intelektual
Royalti dianggap Kiyosaki sebagai bentuk pendapatan pasif terbaik karena diciptakan sekali dan bisa menghasilkan pendapatan berkelanjutan.
Sumber royalti miliknya berasal dari buku, permainan papan, kursus edukasi, dan lisensi produk. Buku menjadi pintu masuk paling mudah untuk kebanyakan orang.
Selain itu, kursus online dan lisensi sistem, proses, atau merek juga bisa memberikan royalti terus-menerus tanpa biaya produksi tambahan.
5. Surat Utang dan Pinjaman Pribadi
Robert Kiyosaki mengajarkan agar Anda menjadi pemberi pinjaman, bukan hanya peminjam. Pinjaman pribadi bisa memberikan bunga yang menjadi pemasukan tetap tanpa harus terlibat langsung dalam pengelolaan.
Contohnya adalah real estate notes dimana investor menjual properti dengan pembiayaan dari penjual (seller financing) dan menerima cicilan pokok plus bunga. Alternatif lain adalah membeli surat utang dengan diskon untuk memperoleh penghasilan dari bunga.
Pinjaman usaha kecil yang dijamin agunan juga dapat menawarkan hasil lebih tinggi dibanding tabungan bank, dengan risiko yang harus diperhatikan secara seksama.
Filosofi Utama: Uang Masuk, Bukan Keluar
Robert Kiyosaki menegaskan, rumah tinggal pribadi bukanlah aset karena justru menguras uang Anda. Fokus utama harus pada aset yang menghasilkan arus kas positif.
Kelima aset ini punya kesamaan yaitu mampu menghasilkan pendapatan rutin tanpa keterlibatan aktif, baik melalui sewa, laba bisnis, dividen, royalti, maupun bunga pinjaman.
Prinsip ini tetap relevan di 2026 karena kebebasan finansial datang dari penghasilan pasif yang menutupi kebutuhan hidup, bukan hanya kerja keras tanpa henti.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
10 Pelajaran Keuangan yang Sering Terlambat Disadari Pria, Menurut Robert Kiyosaki
Robert Kiyosaki mengungkap 10 pelajaran keuangan penting yang kerap baru disadari pria setelah bertahun-tahun bekerja. [789] url asal
#tips-keuangan #literasi-finansial #robert-kiyosaki #cara-mengelola-uang #pelajaran-keuangan #tips-keuangan-pria
(Kompas.com - Money) 14/01/26 21:40
v/103708/
KOMPAS.com – Robert Kiyosaki, penulis buku terlaris Rich Dad Poor Dad, telah mengubah pandangan jutaan orang tentang uang, pekerjaan, dan kekayaan.
Dalam bukunya, Kiyosaki membandingkan dua sosok ayah yang berbeda. Ayah kandung yang bergelimang pendidikan namun menghadapi kesulitan finansial, dan ayah sahabatnya yang tanpa gelar formal justru mampu membangun kekayaan besar.
Kontras antara kedua figur ini menjadi dasar pelajaran keuangan yang kerap baru disadari banyak pria setelah bertahun-tahun bekerja.
Pelajaran-pelajaran itu mengajarkan prinsip keuangan yang sering bertolak belakang dengan cara berpikir kelas menengah dan menyatakan mengapa nasihat keuangan tradisional sering membuat orang sulit maju.
Dikutip dari New Trader U, Rabu (14/1/2026), berikut 10 pelajaran penting yang dipetik Robert Kiyosaki dari pengalaman dan filosofi kedua ayah tersebut.
Pelajaran ini sangat berguna bagi pria agar bisa membangun kekayaan sejak dini, bukan menunggu sampai usia matang baru menyadarinya.
1. Orang Kaya Tidak Bekerja untuk Uang
“Orang miskin dan kelas menengah bekerja demi uang. Orang kaya membuat uang bekerja untuk mereka,” ujar Kiyosaki.
Hal ini bukan berarti orang kaya bekerja lebih sedikit, tetapi mereka membangun sistem agar modal bisa menghasilkan pendapatan tanpa tergantung waktu.
Pria yang memahami prinsip ini di usia 20-an akan mulai mengakumulasi aset yang menghasilkan uang secara pasif. Sebaliknya, yang baru menyadarinya di usia 50-an sering menyesal telah membangun kekayaan orang lain selama bertahun-tahun.
2. Pendidikan Keuangan Lebih Penting
Kiyosaki mengatakan bahwa sistem pendidikan umumnya mempersiapkan orang untuk menjadi karyawan, bukan pembangun kekayaan.
“Alasan utama orang kesulitan finansial adalah karena mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun di sekolah tanpa belajar tentang uang,” kata Kiyosaki.
Meski menguasai baca-tulis dan matematika, banyak orang gagal memahami cara kerja uang dan investasi. Menurut Kiyosaki, kesuksesan finansial lebih ditentukan oleh literasi keuangan, bukan gelar akademik.
3. Aset Menghasilkan Uang, Liabilitas Menguras Uang
Inti filosofi Kiyosaki adalah membedakan antara aset dan liabilitas. “Aset adalah sesuatu yang memasukkan uang ke kantong saya. Liabilitas adalah sesuatu yang mengeluarkan uang,” ujarnya.
Rumah pribadi sering dianggap aset, padahal jika menimbulkan biaya cicilan, pajak, dan perawatan, itu justru liabilitas. Sedangkan properti sewa yang menghasilkan arus kas positif adalah aset. Pria yang memahami hal ini bisa membangun kekayaan secara konsisten.
4. Emosi Mengendalikan Keputusan Keuangan
“Belajarlah menggunakan emosi untuk berpikir, bukan berpikir dengan emosi,”
Kiyosaki menyebut, rasa takut dan serakah sering membuat pria mengambil keputusan keuangan yang merugikan.
Takut kehilangan uang membuat mereka enggan mengambil risiko, sementara keserakahan bisa membawa mereka pada skema cepat kaya yang berbahaya.
Orang kaya juga merasakan hal yang sama, tapi mereka mengandalkan data dan fakta dalam pengambilan keputusan.
5. Bahasa yang Digunakan Membentuk Realitas Finansial
Kata-kata yang sering diucapkan berkaitan dengan uang dapat membuka atau menutup peluang. Kiyosaki menyatakan, “‘Saya tidak mampu’ menutup pikiran, sedangkan ‘Bagaimana saya bisa?’ membuka kemungkinan.”
Kalimat pertama membatasi pemikiran dan peluang, sementara kalimat kedua mendorong kreativitas dalam mencari solusi keuangan. Sikap ini membedakan antara mentalitas stagnan dan mentalitas sukses.
6. Pemenang Tidak Takut Kalah
Kiyosaki mengatakan, “Pemenang tidak takut kalah, tetapi pecundang takut.” Kegagalan adalah bagian dari proses mencapai sukses.
Orang kaya pun pernah merugi, tapi mereka menganggap kerugian sebagai pelajaran, bukan alasan berhenti. Pria yang berani belajar dari kesalahan dan mengambil risiko terukur pada akhirnya akan berhasil.
7. Simpan dan Investasikan Dulu, Baru Gunakan Sisanya
Orang kaya mengelola uang dengan cara berbeda. Mereka berinvestasi dulu, baru mengeluarkan uang untuk kebutuhan lain. Kiyosaki menjelaskan, “Orang kaya investasi dulu, orang miskin investasi jika masih ada sisa.”
Kebanyakan orang menghabiskan uang untuk cicilan dan tagihan dulu hingga tidak tersisa untuk investasi. Pola pikir membalikkan urutan ini bisa membuka jalan menuju kekayaan.
8. Bekerja untuk Belajar, Bukan Hanya untuk Menghasilkan
Kiyosaki menekankan pentingnya belajar keterampilan dalam pekerjaan, bukan hanya mengejar gaji. “Keamanan kerja penting bagi ayah saya, tapi belajar adalah segalanya bagi ayah kaya saya.”
Pria yang mengutamakan belajar keterampilan seperti penjualan, negosiasi, dan analisis keuangan akan memiliki kemampuan yang bisa dipakai di berbagai usaha.
9. Miskin Itu Sementara, Jadi Orang Miskin Itu Kekal
Kiyosaki membedakan “broke” dan “poor”. “Broke itu hanya kondisi kehabisan uang sementara. Poor adalah pola pikir dan kurangnya pendidikan keuangan.”
Broke bisa diperbaiki dengan pengetahuan dan usaha, sementara menjadi poor berarti sulit keluar dari kemiskinan meski punya uang saat ini.
10. Pikiran Adalah Aset Terbesar
“Aset paling berharga yang kita miliki adalah pikiran,” kata Kiyosaki. Dengan pikiran terlatih, seseorang bisa menciptakan kekayaan besar dalam waktu singkat.
Pria yang mengembangkan kecerdasan finansial mampu bangkit kembali meski kehilangan segalanya. Sebaliknya, mereka yang hanya punya uang tanpa pemahaman finansial rentan kehilangan kekayaannya.
Pelajaran keuangan Robert Kiyosaki bukanlah hal rumit, tapi bisa mengubah arah keuangan jika diterapkan sejak dini.
Sayangnya, banyak pria baru menyadari hal ini saat sudah melewati masa produktif. Waktu dan tindakan yang tepat menjadi kunci kesuksesan, bukan keberuntungan atau kecerdasan semata.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarangRamalan Harga Perak Robert Kiyosaki: Crash Dulu, Baru Tembus US$200
Robert Kiyosaki memprediksi harga perak akan jatuh sebelum melonjak ke US$200 pada 2026. [499] url asal
#harga-perak #ramalan-harga-perak #robert-kiyosaki #crash-harga-perak #investasi-perak #gelembung-perak #fomo-perak #strategi-wait-and-see #logam-mulia #perak-tembus-us-200 #perak-rekor-tertinggi #pera
(Bisnis.Com - Market) 30/12/25 09:31
v/88209/
Bisnis.com, JAKARTA — Penulis buku finansial tersohor Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, memberi peringatan bagi para investor komoditas. Dia memprediksi gelembung (bubble) harga perak akan segera pecah dalam waktu dekat, memicu koreksi tajam sebelum akhirnya meroket ke level fantastis pada tahun depan.
Melalui akun media sosial X pribadinya, Kiyosaki mewanti-wanti adanya potensi keruntuhan pasar akibat Fear of Missing Out (FOMO) yang dinilainya telah menjangkiti para pelaku pasar saat ini.
"Apakah gelembung perak akan segera pecah? Kehancuran mania FOMO akan datang," tulisnya dalam akun @theRealKiyosaki pada Senin (29/12/2025).
SILVER BUBBLE ABOUT to BURST?
— Robert Kiyosaki (@theRealKiyosaki) December 28, 2025
I love silver..
I bought my first silver in 1965.
But is silver bubble about to burst?
FOMO Fear of Missing Out MANIA
crash is coming.
If you are planning on investing in silver be patient. Wait for a crash then GO or NO.
I believe silver…
Guru finansial yang mengaku telah mengoleksi perak sejak 1965 ini menyarankan investor untuk menahan diri dan tidak gegabah melakukan aksi beli di pucuk harga. Dia bahkan merekomendasikan strategi wait and see guna menanti momentum harga jatuh.
"Jika Anda berencana berinvestasi perak, bersabarlah. Tunggu hingga terjadi crash, lalu masuk [beli] atau tidak," sarannya.
Kendati memprediksi adanya badai koreksi dalam jangka pendek, pandangan jangka panjang Kiyosaki terhadap logam mulia 'saudara emas' ini tetap sangat positif.
Dia meyakini, setelah fase koreksi tersebut usai, harga perak akan melesat mencapai US$100 sampai dengan US$200 per ons pada 2026.
Kiyosaki pun mengingatkan prinsip dasar investasi dari mendiang 'Rich Dad'-nya. Baginya, cuan atau keuntungan seorang investor sejatinya ditentukan pada titik masuk, bukan saat keluar pasar.
"Keuntungan Anda dibuat saat Anda membeli... BUKAN saat Anda menjual. Kesabaran sangat penting bagi investor cerdas," tutupnya.
Capai Rekor Tertinggi
Adapun harga perak sempat mencapai rekor di atas US$80 atau setara Rp1,34 juta per ons untuk pertama kalinya. Dengan level harga tersebut, komoditas perak telah memperpanjang reli akhir tahun yang bersejarah.
Dilansir Bloomberg, Senin (29/12/2025), logam putih ini naik dalam enam sesi berturut-turut, melanjutkan kenaikan sebesar 10% pada hari Jumat, yang merupakan lonjakan satu hari terbesar sejak 2008.
Sementara, data Reuters menunjukkan harga perak di pasar spot berada pada level US$83,50 per ons hingga pukul 06.43 WIB kemarin.
Kenaikan harga perak baru-baru ini didukung oleh arus masuk spekulatif dan dislokasi pasokan yang masih ada di pusat-pusat perdagangan utama setelah short squeeze pada bulan Oktober lalu.
Komoditas, khususnya logam mulia, telah menjadi sektor yang sangat diminati di pasar keuangan dalam beberapa hari terakhir.
Emas, perak, dan platinum semuanya melonjak ke rekor tertinggi pada Jumat pekan lalu untuk memperpanjang reli akhir tahun, didukung oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, pelemahan dolar AS, dan likuiditas pasar yang tipis.
Lonjakan ini didukung oleh pembelian yang tinggi oleh bank sentral, arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), dan pelonggaran kebijakan Fed. Suku bunga pinjaman yang lebih rendah menjadi pendorong bagi logam mulia dan para pedagang bertaruh pada lebih banyak penurunan suku bunga pada 2026.
Harga Perak Tembus 80 Dollar AS, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Harga perak menembus 80 dollar AS per troy ons untuk pertama kalinya, didorong pasokan yang ketat dan permintaan industri yang kuat. [717] url asal
#elon-musk #logam-mulia #robert-kiyosaki #harga-perak #harga-perak-dunia #harga-perak-hari-ini
(Kompas.com - Money) 29/12/25 10:09
v/87053/
KOMPAS.com – Harga perak menembus level 80 dollar AS per troy ons untuk pertama kalinya pada Senin (29/12/2025). Kenaikan ini didorong oleh ketatnya pasokan, kuatnya permintaan industri, serta spekulasi lanjutan penurunan suku bunga di Amerika Serikat (AS).
Pada saat yang sama, reli harga logam mulia juga mendorong harga platinum menyentuh rekor tertinggi.
Dikutip dari Reuters, harga perak di pasar spot melonjak 3,8 persen ke level 82,15 dollar AS per troy ons, setelah sempat menyentuh 83,62 dollar AS per troy ons. Sepanjang 2025, harga perak tercatat naik 181 persen, jauh melampaui kinerja emas.
Lonjakan tersebut dipicu oleh status perak sebagai mineral kritis di AS, pasokan yang terbatas, serta stok yang rendah di tengah meningkatnya permintaan industri dan investasi.
Sementara itu, harga emas di pasar spot turun tipis 0,1 persen ke level 4.527,79 dollar AS per troy ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di 4.549,71 dollar AS per troy ons.
Harga emas masih ditopang oleh kombinasi sejumlah faktor, antara lain penurunan suku bunga The Fed, ketegangan geopolitik, meningkatnya permintaan bank sentral, serta peralihan kepemilikan dari surat berharga AS dan dolar.
Di sisi lain, harga platinum sempat menembus rekor 2.478,50 dollar AS per troy ons sebelum ditutup melemah 0,8 persen ke level 2.429,10 dollar AS per troy ons. Adapun harga palladium naik tipis 0,1 persen ke level 2.003,83 dollar AS per troy ons.
Di tengah reli harga tersebut, penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, meyakini momentum kenaikan harga perak masih berlanjut dan berpotensi menembus level 200 dollar AS dalam beberapa bulan ke depan.
Dalam unggahan di platform X pada 26 Desember 2025, Kiyosaki menyoroti kenaikan harga perak yang telah melampaui 70 dollar AS sebagai pencapaian psikologis penting. Namun, ia menegaskan level tersebut bukan puncak pergerakan harga.
Menurut Kiyosaki, pergerakan harga perak saat ini mencerminkan awal dari penyesuaian harga yang lebih luas. Kenaikan tersebut, kata dia, didorong oleh faktor struktural, bukan sekadar lonjakan spekulatif jangka pendek.
Ia memproyeksikan harga perak masih memiliki ruang kenaikan signifikan, dengan kisaran 70–200 dollar AS sebagai skenario realistis, meski agresif, untuk tahun 2026.
“Jika Anda berpikir perak sudah berada di harga tertinggi sepanjang masa, maka Anda sudah terlambat. Saya percaya perak baru saja dimulai, dan saya percaya harga perak 70–200 dollar AS bisa menjadi kenyataan ekstrem pada 2026. Ada banyak alasan mengapa saya menyatakan perak 200 dollar AS itu mungkin,” ujar Kiyosaki.
Dikutip dari Finbold, pandangan tersebut dikaitkan dengan tekanan moneter jangka panjang, keterbatasan pasokan, serta meningkatnya permintaan industri. Faktor-faktor ini semakin mendominasi narasi pasar perak sepanjang satu tahun terakhir.
Kenaikan harga perak juga ditopang oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS, defisit pasokan yang berkelanjutan, serta meningkatnya penggunaan perak di sektor energi surya, elektronik, dan kendaraan listrik.
Berdasarkan grafik harga year to date (YTD) dari TradingView, pergerakan harga perak menunjukkan tren kenaikan yang kuat sepanjang 2025.
Selain itu, perak turut diuntungkan oleh meningkatnya minat investor yang menjadikannya sebagai lindung nilai terhadap pelemahan mata uang dan ketidakstabilan fiskal. Faktor ini kerap disoroti Kiyosaki dalam berbagai peringatan ekonominya.
Kiyosaki juga mengungkapkan pengalamannya berinvestasi perak sejak beberapa dekade lalu, ketika harganya masih di bawah satu dollar AS per troy ons. Ia menyebut tetap mengakumulasi perak hingga saat ini, meski harga telah berada di level tinggi.
Ia menekankan kepemilikan perak sebagai strategi jangka panjang, bukan upaya mencari waktu pasar dalam jangka pendek. Kiyosaki mendorong investor untuk melakukan riset mandiri dan melakukan akumulasi secara bertahap.
Di sisi lain, CEO Tesla Elon Musk memperingatkan bahwa lonjakan harga perak berpotensi menimbulkan dampak serius bagi berbagai proses manufaktur.
Dikutip dari Guardian, Senin (29/12/2025), reli harga perak terjadi di tengah penguatan logam mulia yang juga mendorong harga emas dan platinum mencetak rekor baru.
Analis menilai lonjakan tersebut dipicu oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga AS oleh Federal Reserve pada 2026, yang mendorong permintaan terhadap aset keras sebagai pelindung nilai dari inflasi dan pelemahan mata uang.
Kekhawatiran pasar turut diperkuat oleh kebijakan China yang akan memberlakukan pembatasan ekspor perak mulai 1 Januari 2026. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik global turut mendorong permintaan aset safe haven.
“Ini bukan kabar baik. Perak dibutuhkan dalam banyak proses industri,” tulis Musk dalam unggahannya di platform X.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
Robert Kiyosaki Prediksi Harga Perak Tembus 200 Dollar AS pada 2026
Harga perak mencetak rekor baru sepanjang 2025. Robert Kiyosaki menilai tren kenaikan masih berlanjut dan membuka peluang perak menembus 200 dollar AS [477] url asal
#logam-mulia #safe-haven #robert-kiyosaki #harga-perak #investasi-perak #kenaikan-harga-perak
(Kompas.com - Money) 28/12/25 22:13
v/86758/
KOMPAS.com – Investor, pengusaha, sekaligus penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, meyakini momentum kenaikan harga perak masih berlanjut dan berpotensi menembus level 200 dollar AS dalam beberapa bulan ke depan.
Dalam unggahan di platform X pada 26 Desember 2025, Kiyosaki menyoroti kenaikan harga perak yang telah melampaui 70 dollar AS sebagai pencapaian psikologis penting. Namun, ia menegaskan level tersebut bukan puncak pergerakan harga.
Menurut Kiyosaki, pergerakan harga perak saat ini mencerminkan awal dari penyesuaian harga yang lebih luas. Kenaikan tersebut, kata dia, didorong oleh faktor struktural, bukan sekadar lonjakan spekulatif jangka pendek.
Ia memproyeksikan harga perak masih memiliki ruang kenaikan signifikan, dengan kisaran 70–200 dollar AS sebagai skenario realistis, meski agresif, untuk tahun 2026.
“Jika Anda berpikir perak sudah berada di harga tertinggi sepanjang masa, maka Anda sudah terlambat. Saya percaya perak baru saja dimulai, dan saya percaya harga perak 70–200 dollar AS bisa menjadi kenyataan ekstrem pada 2026. Ada banyak alasan mengapa saya menyatakan perak 200 dollar AS itu mungkin,” ujar Kiyosaki.
Harga perak melonjak 9 persen dan mencetak rekor tertinggi, didorong defisit pasar serta meningkatnya permintaan industri.Dikutip dari Finbold, pandangan tersebut dikaitkan dengan tekanan moneter jangka panjang, keterbatasan pasokan, serta meningkatnya permintaan industri. Faktor-faktor ini semakin mendominasi narasi pasar perak sepanjang satu tahun terakhir.
Komentar Kiyosaki muncul di tengah reli harga perak yang mencetak rekor tertinggi baru di level 79 dollar AS.
Kenaikan ini ditopang ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat, defisit pasokan yang berkelanjutan, serta meningkatnya penggunaan perak di sektor energi surya, elektronik, dan kendaraan listrik.
Berdasarkan grafik harga year to date (YTD) dari TradingView, pergerakan harga perak menunjukkan tren kenaikan yang kuat sepanjang 2025.
Selain itu, perak juga diuntungkan oleh meningkatnya minat investor yang menjadikannya sebagai lindung nilai terhadap pelemahan mata uang dan ketidakstabilan fiskal. Faktor ini kerap disoroti Kiyosaki dalam berbagai peringatan ekonominya.
Kiyosaki juga mengungkapkan pengalaman pribadinya dalam berinvestasi perak. Ia menyebut telah mulai mengakumulasi logam mulia tersebut sejak beberapa dekade lalu, ketika harganya masih di bawah satu dollar AS per ons, dan tetap membeli hingga saat ini meski harga sudah tinggi.
Ia menekankan kepemilikan perak sebagai strategi jangka panjang, bukan upaya mencari waktu pasar dalam jangka pendek. Kiyosaki mendorong investor melakukan riset mandiri dan akumulasi bertahap.
Di sisi lain, Kiyosaki mengakui bahwa kesalahan merupakan bagian tak terpisahkan dari proses investasi. Namun, ia menilai pembelajaran aktif dan pengambilan keputusan secara mandiri dapat membangun ketahanan finansial dan kekayaan jangka panjang.
Kiyosaki juga kembali mengingatkan potensi terjadinya krisis ekonomi. Menurut dia, investor yang memilih aset alternatif seperti perak, emas, dan Bitcoin (BTC) memiliki peluang lebih besar untuk melindungi kekayaannya.
Sepanjang 2025, emas dan perak tercatat mengalami reli kuat. Sejumlah pelaku pasar menilai kinerja tersebut dapat menjadi sinyal meningkatnya tekanan ekonomi, seiring investor semakin mencari aset safe haven.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
Harga Perak Tembus 70 Dollar AS, Kiyosaki Wanti-wanti Hiperinflasi
Harga perak menembus level 70 dollar AS per troy ons dan mencatat reli tajam sepanjang tahun ini. Robert Kiyosaki memperingatkan risiko hiperinflasi [524] url asal
#logam-mulia #robert-kiyosaki #harga-perak #harga-perak-dunia
(Kompas.com - Money) 25/12/25 13:15
v/84781/
KOMPAS.com – Harga perak melonjak dan menembus level di atas 70 dollar AS per troy ons. Sepanjang tahun 2025, harga perak telah menguat hampir 140 persen, mengungguli sejumlah kelas aset lain dan memicu meningkatnya minat investor ritel maupun institusi.
Dikutip dari Economic Times, Kamis (25/12/2025), kenaikan harga perak didorong kombinasi permintaan industri, arus investasi aset lindung nilai (safe haven), serta kekhawatiran terhadap kondisi makroekonomi global.
Reli tajam ini turut mendapat perhatian Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad, yang dikenal kritis terhadap mata uang fiat.
Melalui unggahan di akun X @theRealKiyosaki, Kiyosaki menyebut kenaikan harga perak di atas 70 dollar AS membawa konsekuensi berbeda bagi pelaku pasar.
“Harga perak di atas 70 dollar AS merupakan kabar baik bagi penimbun emas dan perak, tetapi menjadi kabar buruk bagi penyimpan uang palsu,” tulis Kiyosaki.
Ia mengaku khawatir level harga tersebut menjadi sinyal hiperinflasi dalam lima tahun ke depan, seiring terus melemahnya nilai dolar AS.
“Saya khawatir perak di 70 dollar AS bisa menandai hiperinflasi dalam lima tahun, karena dolar palsu terus kehilangan nilai,” lanjutnya.
Kiyosaki juga kembali menegaskan pandangannya mengenai penurunan daya beli mata uang fiat.
“Jangan jadi pecundang. Dolar palsu akan terus kehilangan daya beli ketika harga perak menuju 200 dollar AS pada 2026,” tulisnya.
Harga perak melemah pada perdagangan Jumat (12/12/2025) setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. Pelemahan harga perak terjadi seiring aksi ambil untung pelaku pasar.Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan Kiyosaki sebelumnya yang kerap mengkritik kebijakan moneter dan belanja pemerintah, yang menurutnya menggerus daya beli mata uang dalam jangka panjang.
Ia juga pernah memprediksi harga perak mencapai 68 dollar AS pada 2023, meski sempat diragukan saat itu.
Unggahan Kiyosaki mendapat respons positif dari sejumlah pengguna X. Salah satu pengguna menilai, di tengah ekspansi moneter global yang berlangsung serempak dan penurunan suku bunga riil, komoditas seperti perak semakin diminati sebagai penyimpan nilai.
Kondisi ini disebut berbeda dari siklus sebelumnya karena adanya pergeseran minat institusi ke aset keras.
Pengguna lain menyoroti peran permintaan industri dan arus safe haven dalam mendorong reli harga perak sepanjang tahun ini. Namun, ia juga mengingatkan potensi volatilitas yang masih berlanjut seiring perak membidik level harga yang lebih tinggi.
Sentimen positif turut disampaikan Anuj Gupta, Direktur Ya Wealth Global Research. Ia mencatat harga perak telah naik lebih dari 150 persen sepanjang tahun ini, didorong oleh permintaan investasi serta kebutuhan fisik dari sektor industri.
Gupta menambahkan, masuknya perak ke dalam kategori logam tanah jarang oleh pemerintah Amerika Serikat berpotensi meningkatkan permintaan lebih lanjut.
Menurutnya, harga perak berpeluang menguji kisaran 80 hingga 100 dollar AS pada 2026, yang menandakan momentum kenaikan masih berlanjut.
Sementara itu, data pasar menunjukkan harga perak spot mencapai 71,94 dollar AS per troy ons pada 25 Desember, naik 142 persen secara tahunan.
Kenaikan ini ditopang oleh permintaan industri dari sektor panel surya, kendaraan listrik, dan elektronik, serta arus dana lindung nilai di tengah pelemahan dolar AS.
Di saat yang sama, harga emas juga diperdagangkan mendekati rekor tertinggi seiring meningkatnya pembelian oleh bank sentral dan tingginya minat investor terhadap aset pelindung nilai.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56