Bisnis.com, JAKARTA — Kapasitas panas bumi emiten energi terbarukan milik Prajogo Pangestu PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) mendekati target 1 gigawatt (GW) pada 2026 setelah pembangkit listrik Wayang Windu Unit 1 dan Unit 2 resmi dioperasikan anak usaha Star Energy Geothermal.
Per awal Maret 2026, total kapasitas panas bumi BREN mencapai 926 megawatt (MW), bertambah 40 MW dari posisi ketika pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang saat itu berada di angka 886 MW.
Tambahan ini berasal dari serangkaian peningkatan kapasitas melalui retrofitting maupun unit Salak binary. Adapun sepanjang 2025, BREN telah memproduksi listrik sebesar 6.885 gigawatt hour (GWh) dari panas bumi.
Proyek panas bumi lainnya yang sedang berjalan yaitu pembangunan unit baru untuk Salak unit 7 sebesar 40 MW, Wayang Windu unit 3 sebesar 30 MW, serta penambahan kapasitas Darajat unit 3 sebesar 7 MW, yang seluruhnya ditargetkan rampung akhir tahun ini.
Dengan selesainya proyek-proyek ini, BREN akan berada di jalur untuk mengoperasikan 1 GW kapasitas panas bumi serta 79 MW kapasitas tenaga bayu pada akhir 2026.
“Kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk merealisasikan target 1 GW kapasitas terpasang panas bumi. Hal ini menjadi tahapan penting bagi kami dalam mengantarkan energi baru terbarukan untuk Indonesia,” kata Presiden Direktur Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan dalam siaran pers, dikutip Kamis (5/3/2026).
Secara terperinci, proyek retrofit Wayang Windu mencakup peningkatan komprehensif pada kedua unit pembangkit. Untuk Unit 1, ruang lingkup pekerjaan meliputi penggantian rotor turbin uap, diafragma dan peralatan bantu terkait, penggantian satu set lengkap menara pendingin termasuk struktur dan peralatan berbahan fiberglass reinforced polymer, serta penggantian impeller pompa hot well, motor, dan aksesorinya.
Untuk Unit 2, proyek ini melibatkan penggantian rotor turbin uap, diafragma dan peralatan bantu terkait, penggantian peralatan dan komponen internal menara pendingin, serta penggantian impeller pompa hot well, motor, dan aksesorinya.
Proyek ini dilaksanakan dengan disiplin keselamatan dan operasional yang kuat, dengan capaian zero fatalities, zero lost time injuries (LTI), dan zero total recordable injuries (TRI), serta mencatat total 713.464 jam kerja aman selama pelaksanaan proyek.
Hendra menambahkan bahwa ekspansi BREN mencerminkan keyakinan bahwa energi panas bumi dan angin merupakan pilar fundamental masa depan energi bersih Indonesia.
“Tonggak ini mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta berkontribusi nyata terhadap perjalanan Indonesia menuju net zero emissions, dengan menyediakan pasokan listrik base load yang andal sekaligus menurunkan intensitas karbon di sektor ketenagalistrikan,” tambah Hendra.
Commercial Operation Date (COD) kedua unit ini juga tercapai lebih cepat dari jadwal, dengan rata-rata sekitar 20 hari lebih awal dari tanggal target masing-masing unit.