Relawan PNM bantu korban bencana di Sumatera, fokus pada keluarga prasejahtera yang terdampak banjir dan longsor, dengan menyalurkan bantuan dan dukungan moral. [301] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Sebulan setelah banjir dan longsor melanda pulau Sumatera, dampaknya masih nyata dirasakan, terutama oleh keluarga prasejahtera yang menggantungkan hidup dari usaha kecil di Aceh Tamiang, Peureulakk, Kota Langsa, Kabupaten Pidie hingga Bireuen yang dikenal sebagai kota juang. Beberapa titik mengalami dampak yang cukup besar dan masih minim bantuan.
Para relawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali turun langsung ke berbagai titik krusial tersebut untuk menyalurkan bantuan kepada para masyarakat. Mereka menyusuri rumah-rumah warga dan titik pengungsian. Kehadiran relawan kali ini menjadi penguat di masa pemulihan, saat sorotan mulai berkurang, namun kebutuhan warga masih tinggi.
Saat menyalurkan bantuan di posko bencana dan beberapa titik lainnya, para relawan dipertemukan dengan sebagian besar nasabah PNM Mekaar yang juga terdampak bencana ini. Sebelum bencana, mereka mengandalkan warung kecil atau usaha rumahan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Banjir yang datang tiba-tiba merendam tempat tinggal sekaligus tempat usaha. Peralatan rusak, stok dagangan habis, dan aktivitas usaha terhenti hingga kini.
Relawan PNM menyalurkan bantuan kebutuhan sehari-hari sekaligus menyempatkan diri berbincang dengan masyarakat. Di lapangan, banyak nasabah mengaku masih kesulitan memulai kembali usaha karena keterbatasan modal dan perlengkapan. Kondisi ini membuat proses pemulihan berjalan lebih lambat, terutama bagi keluarga yang bergantung pada penghasilan harian.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary mengatakan bahwa PNM memilih untuk kembali hadir karena dampak bencana belum sepenuhnya pulih. “Sebulan setelah kejadian, kami melihat sendiri bahwa banyak masyarakat dan nasabah kami masih berjuang. Kehadiran relawan diharapkan bisa membantu meringankan beban sekaligus memberi semangat agar mereka bisa kembali bangkit,” ujarnya.
Dampak bencana di Aceh Tamiang dan daerah lainnya menjadi pengingat bahwa pemulihan tidak berhenti ketika banjir surut. Bagi masyarakat kecil, dampak bencana bisa terasa panjang. Di tengah proses itu, kehadiran relawan dan perhatian yang berkelanjutan menjadi salah satu penopang agar warga tidak kehilangan harapan untuk dapat melanjutkan hidup.
PNM menyalurkan bantuan ke Aceh Tamiang untuk mendukung pemulihan pasca bencana, termasuk pakaian, makanan, dan layanan kesehatan gratis. [443] url asal
Bisnis.com, ACEH - Bencana alam yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera telah menyebabkan dampak besar bagi masyarakat setempat. Banyak keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan barang-barang berharga mereka, hingga kesulitan mendapatkan akses kebutuhan dasar sandang dan pangan. Dalam menghadapi situasi ini, salah satu lembaga keuangan yang memberdayakan perempuan prasejahtera yakni PNM. Melalui Program PNM Peduli, mereka kembali menyalurkan bantuan berupa pakaian perempuan, pria, anak dan bayi, jaket, selimut, kerudung, alat sholat, perlengkapan kebersihan, obat-obatan, hingga logistik pendukung lainnya seberat 579kg yang berasal dari aksi kolektif insan PNM yang bahu membahu untuk Sumatera dan Aceh.
Sebelumnya, PNM juga terjun langsung mendirikan posko cek kesehatan gratis, penyediaan akses air bersih, hingga penyaluran 1 ton beras serta 1.000 pax produk nasabah berupa rendang dan abon siap santap. Seluruh bantuan telah disortir dengan cermat dan dikirimkan langsung menggunakan pesawat guna menjaga kecepatan penyaluran serta kualitas setiap bantuan yang diberikan agar dapat segera dimanfaatkan oleh para penyintas bencana.
Setelah 8 jam perjalanan dari Jakarta, relawan PNM Peduli sampai di posko bantuan Masjid Al- Ikhlas, Tamiang, Aceh untuk meringankan sedikit bagi mereka yang terdampak banyak. Cerita haru terjadi pada saat diperjalanan mengirimkan bantuan, Tim PNM Peduli bertemu salah satu penerima manfaat bernama Qory asal Langsa yang berjarak 46 km atau 10 jam perjalanan dengan berjalan kaki. Dalam perjalanannya kembali ke Langsa, ia mengungkapkan bahwa tidak ada mobil relawan yang bisa ditumpangi olehnya, sehingga dirinya harus berjalan kaki menempuh jarak jauh itu membawa keperluan sandang dan pangan yang telah ia dapatkan untuk keluarganya hingga tim PNM Peduli datang. “Tidak ada mobil yang bisa saya tumpangi, tapi alhamdulillah sekarang bukan hanya dapat tumpangan, tapi juga cek kesehatan gratis dan makanan pokok untuk istri dan anak saya, terima kasih banyak, yang semoga tuhan membalas kebaikan kalian semua berlipat ganda” ujar Qory.
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menjelaskan, “Kita ada untuk saling jaga, satu kalimat yang kami percayai bahwa bantuan ini, meski tidak bisa menggantikan apa yang hilang, namun dapat memberikan sedikit harapan dan kenyamanan bagi mereka yang terdampak. PNM berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kondisi normal, tetapi juga di saat-saat sulit seperti ini. Harapannya, bantuan yang diberikan bisa mempercepat pemulihan dan memberikan kekuatan baru bagi masyarakat untuk bangkit kembali.”
Pada akhirnya, bencana mengingatkan kita bahwa dalam menghadapi kesulitan, kita tidak bisa berjalan sendiri. Kebersamaan dan saling menjaga menjadi kekuatan yang sangat penting, terutama di saat-saat penuh tantangan seperti ini. Sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia, kita semua memiliki peran untuk saling menjaga, menguatkan, dan memberikan harapan. Dengan #KitaAdaUntukSalingJaga, mari kita terus saling merangkul, berbagi kekuatan, dan memastikan bahwa tidak ada yang merasa sendirian di saat-saat sulit.
#PNMuntukUMKM #PNMPemberdayaanUMKM
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56