Bisnis.com, JAKARTA—Emiten perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT Sumber Tani Agung Resources Tbk. (STAA) optimistis mencatatkan pertumbuhan kinerja pada 2025 seiring dengan ekspansi penghiliran.
Kevin Wijaya, Head of Investor Relations STAA, menyampaikan momentum hilirisasi STAA ditandai dengan ekspor perdana 9.000 ton RBD Palm Olein melalui jetty internal di fasilitas refinery STAOF, Dumai, pada Juli 2025. Hal itu menegaskan kesiapan STAA sebagai produsen kelapa sawit terintegrasi dengan kemampuan ekspor langsung.
“Kinerja kuat di kuartal III/2025 menunjukkan arah pertumbuhan jangka panjang yang semakin kokoh bagi STAA. Dengan kontribusi hilir yang semakin besar dan harga komoditas yang kompetitif, kami optimistis dapat mempertahankan momentum positif hingga akhir tahun,” tuturnya dalam siaran pers, Selasa (28/10/2025).
Kevin Wijaya menyampaikan fokus utama perseroan sepanjang 2025 adalah optimalisasi kapasitas hilir melalui operasional penuh refinery STAOF di Dumai. Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi STAA dalam rantai nilai industri kelapa sawit, tetapi juga meningkatkan efisiensi, diversifikasi produk, serta nilai tambah ekspor.
Dengan fondasi finansial yang kuat dan dukungan infrastruktur terintegrasi, STAA berkomitmen untuk terus memperluas skala usaha hilir dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Pada kuartal III/2025, STAA membukukan pendapatan sebesar Rp 2,97 triliun, naik 72,3% YoY, didorong oleh peningkatan harga jual rata-rata seluruh produk utama—CPO (+10,8%), PK (+39,8%), dan CPKO (+37,5%)—serta mulai masuknya penjualan produk olahan (refined products) sebanyak 74.993 ton.
Laba kotor meningkat 62,0% YoY menjadi Rp 1,02 triliun dengan marjin 34,4%, menunjukkan keberhasilan strategi hilirisasi dalam memperkuat profitabilitas.
Secara kumulatif hingga 9 bulan 2025, pendapatan STAA mencapai Rp 6,56 triliun atau tumbuh 48,5% YoY. EBITDA naik 35,0% YoY menjadi Rp 2,01 triliun dengan marjin 30,6%, mencerminkan efisiensi biaya dan kestabilan kinerja operasional.
STAA juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,35 triliun, tumbuh 42,3% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan marjin laba bersih 20,5%.
Dari sisi operasional, total produksi Tandan Buah Segar (TBS) selama 9 bulan 25 mencapai 803.901 ton, naik 3,4% YoY), didukung oleh produktivitas kebun inti dan plasma yang stabil serta penerapan praktik agronomi berkelanjutan.
Produksi CPO naik 12,6% YoY menjadi 326.158 ton, sedangkan PK meningkat 16,5% YoY menjadi 75.494 ton, dengan rendemen CPO dan PK tetap solid di 21,1% dan 4,9%.
“Peningkatan ini turut didorong oleh beroperasinya pabrik kelapa sawit (PKS) ke-10 serta perluasan kapasitas pabrik kernel crushing (KCP) dari 300 ton menjadi 600 ton per hari,” tutur Kevin Wijaya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.