JAKARTA, KOMPAS.com – Bank Indonesia (BI) menargetkan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di China dan Korea Selatan mulai Maret atau April 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari perluasan kerja sama pembayaran lintas negara (cross-border payment connectivity) yang tengah didorong otoritas moneter.
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, digitalisasi sistem pembayaran, termasuk interkoneksi kode QR antarnegara, menjadi agenda prioritas BI.
KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/4/2025).“Inisiatif untuk mendorong digitalisasi pembayaran dan pembayaran lintas negara merupakan agenda prioritas yang terus kami perkuat,” ujar Perry.
Ia juga menyampaikan, konektivitas pembayaran lintas negara dilakukan melalui interkoneksi kode QR nasional masing-masing negara, sehingga transaksi dapat diproses secara lebih efisien dan real-time.
Sementara itu, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan, saat ini proses pengimplementasian QRIS antarnegara di kedua negara tersebut hampir rampung.
"Terkait dengan QRIS Antarnegara Indonesia-China dan Indonesia-Korea, ini kami akan implementasikan akhir Maret atau awal April," ujarnya saat konferensi pers RDG BI, Kamis (19/2/2026).
Lebih lanjut dia mengungkapkan, untuk implementasi di China, proses uji coba atau sandboxing dan piloting telah selesai dilakukan pada akhir Januari 2026 lalu.
Sementara dengan Korea Selatan proses sandboxing dan piloting ditargetkan rampung pada akhir Februari ini.
Setelah proses terakhir itu selesai dilakukan, maka masyarakat akan lebih mudah untuk bertransaksi di China dan Korea Selatan tanpa perlu menukar uang tunai dan menghitung kurs.
KOMPAS.com/GOKLAS WISELY Suasana pembeli sedang melakukan pembayaran secara QRIS di salah satu kafe, Jalan Duku I, Kota Medan pada Minggu (30/11/2025)."Jadi tinggal gunting pita saja, ibaratnya nanti tunggu tanggal mainnya. Catat, akhir Maret atau awal April," ucapnya.
Target ekspansi QRIS di China dan Korea Selatan
Bank sentral menargetkan QRIS dapat digunakan di delapan negara, dengan China dan Korea Selatan menjadi prioritas pada tahap awal implementasi tahun ini.
Perluasan akseptasi QRIS lintas negara di kedua negara tersebut diarahkan mulai berjalan pada kuartal I 2026.
Implementasi QRIS antarnegara tersebut dilakukan setelah melalui tahapan teknis, termasuk uji coba sistem dan penyelarasan infrastruktur pembayaran antarotoritas.
BI telah menginisiasi pengembangan sandbox QRIS antarnegara antara Indonesia dan Korea Selatan. Inisiatif ini dilakukan untuk menguji interoperabilitas sistem pembayaran sebelum implementasi penuh dilakukan.
Dikutip dari Antara, pengembangan sandbox menjadi bagian dari penguatan konektivitas pembayaran lintas negara, termasuk pembahasan aspek teknis dan kebijakan antara kedua otoritas.
Skema QRIS lintas negara
Berdasarkan penjelasan BI, QRIS lintas negara memungkinkan wisatawan dari negara mitra melakukan pembayaran di merchant Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran domestik mereka, dan sebaliknya.
Skema ini bekerja melalui interkoneksi kode QR nasional masing-masing negara. Dengan demikian, pengguna cukup memindai kode QR di merchant tanpa perlu menukar mata uang secara fisik.
BI menyebutkan, sistem ini menawarkan transaksi secara real-time, transparansi nilai tukar, serta biaya yang kompetitif.
Perry menegaskan, kerja sama ini juga mendukung agenda integrasi ekonomi kawasan dan penguatan ekosistem pembayaran digital.
Dok. Istimewa Untuk menciptakan pengalaman transaksi yang nyaman dan tertib, seluruh pembayaran di Purpose Market dilakukan menggunakan QRIS Soundbox, perangkat dengan notifikasi suara real-time untuk setiap transaksi QRIS berhasil.“Konektivitas pembayaran lintas negara melalui interkoneksi QR code nasional antarnegara akan mempercepat integrasi ekonomi dan keuangan kawasan,” kata Perry.
Perkembangan transaksi QRIS
Data resmi BI menunjukkan pertumbuhan signifikan transaksi QRIS dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah pengguna QRIS telah mencapai puluhan juta dengan volume transaksi tahunan yang juga tumbuh pesat.
BI mencatat peningkatan transaksi QRIS secara tahunan yang signifikan, seiring dengan perluasan akseptasi merchant dan peningkatan literasi pembayaran digital di masyarakat.
Secara rinci, per September 2025, volume transaksi QRIS mencapai sekitar 10,33 miliar transaksi. QRIS telah digunakan oleh sekitar 58 juta pengguna dan 41 juta merchant di seluruh Indonesia.
Secara umum, BI melaporkan, volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,79 miliar transaksi atau tumbuh 39,65 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada Januari 2026, didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.
Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 10,00 persen (yoy) dan 23,25 persen (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 131,47 persen (yoy).
"Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant," jelas Perry.
Perry menyampaikan, akselerasi digitalisasi sistem pembayaran merupakan bagian dari transformasi ekonomi nasional.
“Digitalisasi sistem pembayaran, termasuk penguatan QRIS, menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kerja sama antarotoritas
SHUTTERSTOCK/Sanubareeey Penggunaan QRIS untuk transaksi digital.Perluasan QRIS di China dan QRIS di Korea Selatan dilakukan melalui koordinasi antara bank sentral, penyelenggara sistem pembayaran, serta industri perbankan dan penyedia jasa pembayaran di masing-masing negara.
Penguatan kerja sama bilateral dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis, mekanisme penyelesaian transaksi, serta pengaturan nilai tukar dan manajemen risiko.
Pembahasan antara BI dan otoritas Korea Selatan, yakni Bank of Korea (BoK) mencakup pengembangan infrastruktur, sistem kliring, serta aspek regulasi guna mendukung implementasi QRIS antarnegara.
Sementara untuk China, pembahasan dilakukan dalam kerangka kerja sama pembayaran regional yang lebih luas, termasuk integrasi sistem QR antarnegara.
Dampak bagi wisatawan dan merchant
Dengan implementasi QRIS lintas negara, wisatawan Indonesia di China dan Korea Selatan nantinya dapat melakukan pembayaran menggunakan aplikasi pembayaran domestik yang telah terhubung dengan QRIS.
Sebaliknya, wisatawan dari kedua negara tersebut dapat bertransaksi di merchant Indonesia yang menerima QRIS.
BI menyebutkan, langkah ini juga mendukung penguatan sektor pariwisata dan UMKM melalui kemudahan transaksi non-tunai.
Perry menegaskan pengembangan QRIS lintas negara diarahkan untuk meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperluas inklusi keuangan.
“Kami terus memperluas akseptasi QRIS baik di dalam negeri maupun lintas negara untuk mendukung sistem pembayaran yang cepat, murah, mudah, aman, dan andal,” kata Perry.
Perluasan QRIS ke China dan Korea Selatan menjadi bagian dari agenda strategis BI dalam memperkuat konektivitas sistem pembayaran Indonesia di tingkat global.
DOK. GoPay Ilustrasi pembayaran menggunakan QRIS.QRIS antarnegara di ASEAN dan Jepang
Implementasi QRIS lintas negara bukanlah hal baru. Sebelum menargetkan ekspansi ke China dan Korea Selatan, BI telah lebih dahulu merealisasikan konektivitas pembayaran berbasis QR dengan sejumlah negara di Asia Tenggara.
Kerja sama tersebut dilakukan antara lain dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura. Melalui skema ini, wisatawan Indonesia dapat melakukan pembayaran di merchant negara mitra menggunakan aplikasi pembayaran domestik yang telah terhubung dengan QRIS.
Sebaliknya, wisatawan dari negara tersebut dapat bertransaksi di Indonesia dengan memindai QRIS menggunakan aplikasi pembayaran negaranya.
BI menjelaskan, interkoneksi QR antarnegara dilakukan melalui kerja sama antarbank sentral dan penyelenggara sistem pembayaran, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, efisiensi, serta transparansi nilai tukar.
Implementasi ini juga menjadi bagian dari agenda integrasi sistem pembayaran di kawasan ASEAN.
Selain Asia Tenggara, QRIS lintas negara juga telah terhubung dengan Jepang. Kerja sama ini memungkinkan interoperabilitas antara QRIS dan sistem pembayaran QR di Jepang.
BI menyebut, perluasan ke Jepang memperkuat konektivitas pembayaran Indonesia dengan mitra utama di kawasan Asia Timur, sekaligus mendukung mobilitas wisata dan transaksi ritel lintas negara.
Perry menegaskan bahwa penguatan kerja sama QR lintas negara diarahkan untuk membangun ekosistem pembayaran yang lebih terintegrasi.
“Konektivitas pembayaran lintas negara melalui interkoneksi QR code nasional antarnegara akan mempercepat integrasi ekonomi dan keuangan kawasan,” ujar Perry.
Implementasi di Asia Tenggara dan Jepang tersebut menjadi landasan bagi BI dalam memperluas cakupan QRIS lintas negara ke mitra baru, termasuk China dan Korea Selatan, sebagaimana ditargetkan pada tahap berikutnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang