Bisnis.com, JAKARTA—PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk. (BSML) telah melakukan penjualan aset berupa satu unit kapal tug boat TB. Equator 30 dengan nilai transaksi sebesar Rp10,5 miliar sebagai strategi revitalisasi aset.
BSML menjual kapal tersebut kepada PT Pelayaran Korindo. Transaksi tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 8 Januari 2026 bertempat di Wisma Danantara Lantai 16, Jakarta.
Direktur Utama Bintang Samudera Mandiri Lines David Desanan Anan Winowod mengatakan penjualan aset ini merupakan salah satu realisasi dari hasil keputusan pemegang saham untuk melakukan revitalisasi berupa penjualan beberapa unit aset milik perseroan.
“Penjualan aset ini dilakukan dalam rangka revitalisasi dan optimalisasi aset Perseroan, sehingga diharapkan dapat mendukung kegiatan operasional. Aset yang dijual tidak digunakan secara aktif dalam kegiatan operasional utama, sehingga transaksi ini tidak memberikan dampak negatif yang material terhadap operasional perseroan,” paparnya dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).
Dari sisi keuangan, perseroan menggunakan sebagian hasil penjualan untuk menurunkan kewajiban kepada kreditur perbankan. Dengan demikian, transaksi ini memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan ke depan melalui penurunan beban keuangan perusahaan.
David Desanan Anan Winowod menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak merupakan transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan, serta telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Perseroan akan terus berfokus pada pengelolaan aset dan keuangan yang prudent guna menjaga keberlangsungan usaha serta memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham,” imbuhnya.
Sebelumnya, Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPLB) pada Rabu (17/12/2025) menyetujui rencana BSML melakukan divestasi aset kapal. Mengutip keterbukaan informasi, divestasi aset produktif tersebut mencakup 3 unit kapal tunda dan 2 unit kapal tongkang. Nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp60 miliar.
Direktur Keuangan Bintang Samudera Mandiri Lines Pramayari Hardian Doktrianto menuturkan sesuai hasil RUPSLB, perseroan akan melakukan divestasi 5 aset kapal. Para pihak pembeli sudah ada sehingga diharapkan transaksi dapat selesai pada kuartal I/2026.
“Mulai awal tahun depan [2026] kami akan mulai divestasi, maksimal Maret 2026 sudah selesai,” jelasnya dalam Paparan Publik, Rabu (17/12/2025).
Penjualan aset kapal bertujuan memenuhi kewajiban perseroan kepada kreditur. Selain itu, arus kas BSML semakin sehat yang memungkinkan ekspansi ke depan dengan menyewa kapal dari pihak ketiga.
“Fokus kami memanfaatkan kemampuan modal kerja operasional [dari divestasi aset] dengan mitra untuk sewa kapal jangka panjang. Kepastian armada juga lebih terjamin,” tambahnya.
Manajemen BSML memproyeksikan peningkatan kinerja pada 2026—2030. Pada 2026, pendapatan diharapkan mencapai Rp159,84 miliar dengan laba bersih Rp16,36 miliar. Dengan demikian, margin laba mencapai 10,24%.
Dalam jangka panjang hingga 2030, pendapatan diprediksi mencapai Rp340,43 miliar dengan laba bersih Rp41,72 miliar. Margin laba bersih sekitar 12,26%.
Menurut Pramayari Hardian Doktrianto, laba bersih turut mengalami peningkatan sejalan dengan efisiensi operasional dan skala bisnis yang lebih besar. Secara keseluruhan, profil profitabilitas perusahaan mencerminkan penguatan kinerja dan potensi pertumbuhan yang berkesinambungan.
“Kami berupaya menjaga margin laba dengan strategi memperbaikin arus modal, kemudian dari sisi pendapatan dan juga laba,” imbuhnya.