Bisnis.com, JAKARTA — Peritel di bawah naungan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), Digimap menilai tekanan pelemahan rupiah sejauh ini belum menggerus daya beli masyarakat terhadap produk Apple.
Tak hanya produk Iphone17, pada tahun ini Digimap juga mengandalkan penjualan MacBook Neo yang baru dirilis pada Mei 2026 ini guna menopang pertumbuhan kinerja hingga paruh pertama 2026.
GM Marketing Apple Business PT MAP Zona Adiperkasa Farah Fausa Winarsih mengatakan penjualan produk laptop terbaru Apple tersebut masih positif di tengah tekanan kenaikan dolar AS yang mulai memengaruhi harga produk elektronik impor. Hal itu berkat strategi promo dan pembiayaan agresif.
Menurutnya strategi tersebut menjadi penting di tengah kenaikan nilai tukar dolar AS yang mulai memberi tekanan terhadap harga produk elektronik impor. Digimap mengakui fluktuasi kurs berpotensi memengaruhi penyesuaian harga terhadap beberapa produk Apple.
“Kenaikan dolar itu sesuatu yang tidak bisa kami kontrol. Sudah pasti ada efek ke pricing. Tapi kami berusaha membuat produk Apple tetap affordable lewat promo, financing partner, dan trade in,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Sejauh ini, perseroan menilai pelemahan rupiah sejauh ini belum menggerus daya beli masyarakat terhadap produk Apple. Digimap bahkan mengklaim seluruh lini produknya mulai dari iPhone, MacBook, iPad, AirPods, hingga Apple Watch masih mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan sepanjang tahun ini.
Khusus untuk MacBook Neo disebutnya menjadi game changer, karena untuk pertama kalinya Apple menghadirkan MacBook dengan harga di bawah Rp10 juta tanpa skema cicilan. Pasarnyapun menyasar segmen anak muda hingga pengguna pemula ekosistem Apple.
Selain MacBook Neo, Digimap juga masih mengandalkan penjualan iPhone 17 series sebagai produk utama.
“Momentum back to school diperkirakan turut mendongkrak permintaan iPad dan MacBook, sementara tren kerja hybrid membuat penjualan AirPods dan Apple Watch ikut meningkat,” terangnya.
Di sisi lain, retailer yang khusus menjual produk Apple ini tetap mewaspadai dampak kurs terhadap strategi stok dan harga. Digimap mengakui penyesuaian harga bisa terjadi sewaktu-waktu mengikuti pergerakan dolar yang dinamis.
Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp628,04 miliar atau tumbuh 33% dibandingkan dengan capaian pada kuartal I/2025 senilai Rp472,26 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan MAPI untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, mencatatkan pendapatan bersih Rp12,29 triliun atau melonjak 32%dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 sebesar Rp9,31 triliun.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.