Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen Prochiz, PT Mulia Boga Raya Tbk. (KEJU) membukukan pertumbuhan sepanjang 9 bulan 2025. Dari sisibottom line, KEJU membukukan laba bersih senilai Rp147,87 miliar per kuartal III/2025.
Berdasarkan laporan keuangan, KEJU membukukan pendapatan senilai Rp1,08 triliun per kuartal III/2025. Angka tersebut bertumbuh 15,92% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari posisi Rp939,18 miliar pada periode yang sama 2024.
Pertumbuhan pendapatan KEJU terutama ditopang oleh pertumbuhan penjualan perseroan di sejumlah segmen. Pada segmen penjualan keju blok, misalnya, KEJU membukukan pendapatan senilai Rp861,47 miliar, melesat 19,75% YoY dibanding Rp719,37 miliar pada periode yang sama 2024.
Begitu juga pada segmen keju lembaran, yang mampu membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 4,18% YoY ke Rp215,13 miliar pada periode sembilan bulan pertama 2025, dari posisi Rp206,49 miliar pada periode yang sama 2024. Sementara itu, pada segmen lain-lain, perseroan membukukan yang susut 8,62% YoY menjadi Rp12,16 miliar per kuartal III/2025.
Sejalan dengan bertumbuhnya penjualan, KEJU juga membukukan beban pokok pendapatan senilai Rp752,22 miliar per kuartal III/2025. Beban pokok KEJU membengkak dari posisi periode yang sama 2024 senilai Rp660,90 miliar.
Alhasil, laba bruto yang mampu dibukukan oleh KEJU pada periode 9 bulan 2025 senilai Rp336,54 miliar. Meskipun begitu, KEJU masih mampu membukukan laba bruto yang bertumbuh dari posisi Rp278,28 miliar pada periode 9 bulan 2024.
Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, KEJU akhirnya mampu membukukan laba periode berjalan senilai Rp147,87 miliar per kuartal III/2025. Laba bersih tersebut naik dari posisi Rp113,52 miliar pada periode yang sama 2024, atau naik 30,26% YoY.
Bertumbuhnya laba bersih perseroan turut menyeret pertumbuhan laba per saham menjadi Rp26,29 per saham pada September 2025, dari posisi Rp20,19 per lembar pada periode yang sama 2024.
Dari sisi neraca, KEJU membukukan total aset senilai Rp1,14 triliun pada September 2025, bertumbuh dari Rp974,05 miliar pada akhir Desember 2024. Pertumbuhan total aset perseroan terjadi lantaran aset lancar dan aset tidak lancar KEJU bertumbuh secara kompak. Pada aset lancar, misalnya, KEJU membukukan jumlah aset senilai Rp736,62 miliar, begitu juga pada aset tidak lancar yang tumbuh menjadi Rp408,13 miliar.
Sementara itu, dari sisi liabilitas, perseroan membukukan liabilitas senilai Rp330,78 miliar pada September 2025, naik dari Rp234,19 miliar pada Desember 2024. Kenaikan itu terutama dikontribusikan oleh liabilitas jangka pendek menjadi Rp324,40 miliar pada September 2025.
Dari sisi ekuitas, perseroan turut membukukan kenaikan menjadi Rp813,97 miliar, dari posisi Rp739,86 miliar pada periode Desember 2024.