Bisnis.com, BALIKPAPAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarbaru memprediksi intensitas curah hujan ringan hingga sedang akan menyelimuti Kalimantan Selatan sepanjang 4—10 Februari 2026
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Fitma Surya Arghani menyatakan sejumlah titik berpotensi mengalami hujan lebat disertai fenomena cuaca ekstrem.
"Secara umum, cuaca Kalimantan Selatan dalam satu minggu ke depan berpotensi terjadi hujan ringan sampai sedang. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dinamika cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026),
Berdasarkan analisis data meteorologis, suhu udara diprakirakan berkisar antara 23 derajat—32 derajat Celsius dengan kelembapan relatif mencapai 66%—98%.
Sementara itu, pergerakan angin didominasi dari arah Barat Daya pada siang hingga malam hari, kemudian beralih dari Timur Laut saat dini hingga pagi hari dengan kecepatan 5—35 kilometer per jam.
Dari segi distribusi spasial, BMKG memetakan kondisi berdasarkan zonasi wilayah. Kalsel bagian Utara yang mencakup Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Utara berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang.
Kondisi serupa diprediksi melanda Kalsel bagian Timur (Kotabaru dan Tanah Bumbu), bagian Selatan (Tanah Laut), serta bagian Barat yang meliputi Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Banjarmasin, dan Banjarbaru.
BMKG mengidentifikasi periode-periode kritis dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Pada 4 Februari 2026, kata Fitma, dari pagi hingga sore serta dini hari, hampir seluruh wilayah Kalsel berpeluang mengalami kondisi tersebut. Memasuki 5 Februari hingga 6 Februari, ancaman serupa terjadi pada siang dan sore di mayoritas wilayah, ditambah dini hari khusus untuk Tanah Laut, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong.
Pada 7 Februari, fokus peringatan beralih ke waktu malam hingga dini hari untuk sebagian besar wilayah. Sementara 8 Februari—9 Februari, Tanah Bumbu dan Kotabaru menjadi area prioritas pengawasan pada siang dan sore hari.
Pekan cuaca ini ditutup dengan potensi hujan lebat pada 10 Februari malam hingga dini hari di Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong.
Tidak hanya daratan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap fenomena pasang air laut maksimum.
Perairan Muara Sungai Barito diprediksi mengalami pasang tertinggi 2,5 meter pada 4 Februari pukul 20.00 WITA—21.00 WITA.
Adapun perairan Kotabaru berpotensi mencapai ketinggian 2,8 meter selama 4—6 Februari pada rentang waktu 18.00 WITA—21.00 WITA.
Fitma mengungkapkan kondisi ini, bila bersamaan dengan curah hujan tinggi, dapat memicu compound flooding atau banjir yang disebabkan oleh kombinasi hujan lebat dan pasang air laut yang berpotensi menimbulkan dampak lebih luas.
BMKG secara eksplisit mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi sejumlah dampak ikutan dari cuaca ekstrem, antara lain banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, genangan air, hingga pohon tumbang.
Risiko-risiko tersebut, menurut analisis historis, kerap meningkat signifikan saat intensitas hujan melampaui ambang batas tertentu.
Adapun masyarakat diminta proaktif memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi Info BMKG, laman cuaca.bmkg.go.id, dan akun Instagram @cuacakalsel.