Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto telah melantik Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Muhammad Qodari.
Pelantikan itu mengacu kepada Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 50, 51, 52, dan 53 Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Menteri serta Wakil Menteri Negara periode 2024-2029.
Selain Dudung yang dilantik sebagai KSP, nama baru pun muncul mengisi jabatan dalam reshuffle ke-6 Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran.
Menteri Lingkungan Hidup kemudian kini dijabat Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Koordinator bidang Pangan diisi Hanif Faisol, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah diisi Muhammad Qodari.
Lalu, Penasehat Khusus Presiden bidang Komunikasi dijabat Hasan Nasbi dan Kepala Badan Karantina Nasional diisi Abdul Kadir Karding.
Sebelum dilantik sebagai KSP, Dudung pun menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
Berdasarkan informasi yang dirangkum Bisnis dari berbagai sumber, Dudung Abdurachman Lahir pada 19 November 1965 di Bandung, Jawa Barat. Orang tua Letjen Dudung Abdurachman adalah Nasuha (ayah) dan Nasyati (ibu).
Dudung merupakan lulusan Akmil 1988 dari kecabangan Infanteri. Dudung dua kali menjadi komandan kodim (dandim). Setelah menjabat Dandim Musi Rawas, dia diangkat menjadi Dandim 0418/Palembang.
Karier dan profil Dudung Abdulrachman pun mulai melesat setelah menjadi Aspers Kasdam VII/Wirabuana pada 2010. Dia lalu diangkat menjadi Danrindam II/Sriwijaya.
Pria yang pernah menjadi loper koran ini lalu dipromosikan sebagai Dandenma Mabes TNI. Kemudian, pada 2015 Dudung dipromosikan sebagai Wagub Akmil hingga 2016.
Setelahnya, jenderal bintang dua itu menjadi staf khusus KSAD dan Waaster KSAD. Hingga pada 2018, Dudung dipromosikan sebagai Gubernur Akmil.
Lalu dia diangkat sebagai Pangdam Jaya pada 27 Juli 2020 menggantikan Letjen Eko Margiyono, lalu mendapat promosi menjadi Pangkostrad pada 25 Mei 2021.
Kemudian, Dudung menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat atau KSAD untuk periode 2021 sampai 2023. Di masa pemerintahan Presiden Prabowo, Dudung kemudian menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.