Bisnis.com, JAKARTA — Leonardo DiCaprio diketahui sedang dalam proses pemulihan dari pneumonia saat diwawancarai. Ia mengakui bahwa kondisinya belum sepenuhnya pulih.
Dilansir dari Time Magazine, DiCaprio dikenal sebagai sosok yang cukup tertutup di hadapan publik. Dalam wawancara di bulan Oktober tersebut, ia bahkan lebih memilih membahas proses kreatif di balik film One Battle After Another daripada kondisi kesehatannya sendiri.
Pneumonia sendiri dapat menyerang siapa saja, namun ada dua kalangan usia yang memiliki risiko tertinggi. Kalangan tersebut meliputi anak-anak berusia dua tahun ke bawah serta orang dewasa berusia 65 tahun ke atas.
Pneumonia merupakan infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur dan menyebabkan peradangan serta penumpukan cairan atau nanah.
Kondisi ini bisa menyerang satu bagian paru-paru maupun keduanya sekaligus. Jika kedua sisi paru-paru terinfeksi, keadaan tersebut disebut pneumonia bilateral atau double pneumonia.
Meskipun semua jenis pneumonia berawal dari proses peradangan pada paru-paru, gejala yang timbul bisa berbeda menurut penyebab infeksinya. Gejalanya bervariasi yang disebabkan oleh jenis kuman penyebab infeksi, usia, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Dilansir dari Kemenkes, berikut tanda dan gejala pneumonia
- Nyeri dada saat bernapas atau batuk
- Kebingungan atau perubahan kesadaran mental pada orang dewasa usia 65 tahun ke atas
- Batuk yang dapat menghasilkan dahak
- Kelelahan atau merasa sangat lemah
- Demam, berkeringat, dan menggigil
- Suhu tubuh lebih rendah dari normal pada lansia atau individu dengan kekebalan lemah
- Mual, muntah, atau diare
- Sesak napas atau napas terasa berat
Bayi baru lahir dan balita mungkin tidak menunjukkan gejala khas pneumonia. Mereka bisa mengalami muntah, demam, atau batuk, tampak rewel atau sangat lemas, serta mengalami kesulitan bernapas atau makan.
Pencegahan pneumonia penting dilakukan karena siapa saja dapat terinfeksi, terutama individu dengan daya tahan tubuh lemah, sehingga langkah-langkah pencegahan yang tepat diperlukan untuk menurunkan risiko penyakit ini.
Untuk membantu mencegah pneumonia, beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Melakukan vaksinasi: Tersedia beberapa jenis vaksin untuk mencegah pneumonia dan flu. Konsultasikan dengan dokter mengenai vaksin yang sesuai dan perbarui status vaksinasi Anda karena pedomannya dapat berubah dari waktu ke waktu.
- Pastikan anak-anak menerima vaksin lengkap: Terdapat vaksin pneumonia khusus yang direkomendasikan untuk anak di bawah usia 2 tahun dan anak usia 2–5 tahun yang berisiko tinggi terkena penyakit pneumokokus. Anak yang mengikuti program penitipan anak juga dianjurkan divaksinasi, termasuk vaksin flu bagi anak usia di atas 6 bulan.
- Praktikkan kebersihan yang baik: Cuci tangan secara rutin atau gunakan pembersih tangan berbasis alkohol untuk mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan yang dapat berkembang menjadi pneumonia.
- Hindari merokok: Kebiasaan merokok merusak sistem pertahanan alami paru-paru, sehingga meningkatkan risiko infeksi.
- Jaga kekuatan sistem imun: Tidur yang cukup, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan bergizi dapat membantu tubuh tetap kuat dalam melawan infeksi. (Angel Rinella)