Bisnis.com, SURABAYA — Emiten pipa baja PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. (ISSP) atau Spindo menjalin kerja sama strategis dengan entitas Djarum Grup, iForte Energi Nusantara untuk membangun instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap hybrid terbesar di Pulau Jawa bagi sektor manufaktur. Inisiatif ini menjadi bagian dari langkah perusahaan memperkuat efisiensi energi sekaligus mendukung agenda industri hijau.
Wakil Direktur Utama ISSP Tedja Sukmana Hudianto menjelaskan, proyek tersebut mencakup implementasi PLTS atap di dua fasilitas produksi utama, yakni Spindo Plant 5 berkapasitas 904 kWp dan Plant 7 dengan sistem hybrid berkapasitas 5,4 MWp. Untuk Plant 7, instalasi dilengkapi battery energy storage system (BESS) berkapasitas 1 MWh guna menjaga stabilitas pasokan energi.
“Secara kumulatif, kedua fasilitas baru tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 9.431,31 MWh/tahun,” katanya dalam pernyataan dikutip Kamis (19/2/2026).
Langkah ini, lanjut Tedja, diperkirakan dapat menurunkan emisi karbon hingga 8.488 ton CO² per tahun atau setara dengan penanaman 188.626 pohon. Menurut dia, integrasi energi surya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan operasional sekaligus meningkatkan daya saing industri.
"Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan daya saing industri melalui energi yang lebih hemat dan berkelanjutan," ujarnya.
Dalam kolaborasi ini, iForte Energi menerapkan teknologi energi surya secara menyeluruh melalui skema Solar OPEX Model. Melalui model tersebut, ISSP dapat memanfaatkan energi surya tanpa investasi awal atau zero capex, sehingga efisiensi biaya operasional dapat langsung dirasakan.
Presiden Direktur dan CEO iForte Energi Mohamad Iwan menyatakan, perusahaannya berkomitmen menyediakan solusi energi berisiko rendah dengan jaminan kinerja tinggi bagi sektor manufaktur. Ia menambahkan, iForte Energi didukung infrastruktur entitas Djarum lain yakni Protelindo dan iForte sebagai induk usaha.
Selain proyek baru tersebut, kedua perusahaan juga meresmikan pengoperasian PLTS yang telah terpasang di Plant 1, 2, dan 3 dengan total kapasitas 2,1 MWp per tahun. Instalasi eksisting ini disebut telah berkontribusi pada pengurangan emisi sebesar 2.806 ton CO² setiap tahunnya.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.