Bisnis.com, JAKARTA — Emiten energi terbarukan PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) menargetkan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Tomoni di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, rampung dibangun tahun ini. Sementara itu, proyek PLTA Pongbembe diharapkan mulai beroperasi pada 2029 mendatang.
“Kami terus melanjutkan pengembangan proyek pembangkit listrik lainnya, seperti Proyek Tomoni berkapasitas 10 MW [megawatt] yang saat ini telah mencapai progres konstruksi 61% dan ditargetkan selesai pada tahun ini, serta Proyek Pongbembe berkapasitas 20 MW yang mulai dikembangkan pada akhir 2025 dan ditargetkan beroperasi pada 2029,” kata Direktur Utama ARKO Aldo Artoko dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).
Perkembangan terbaru ini disampaikan Aldo menyusul resmi beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Kukusan 2 di Tanggamus, Lampung setelah mencapai tahap Commercial Operation Date (COD) pada 6 Februari 2026.
Proyek Kukusan 2 merupakan pembangkit listrik tenaga air berbasis run-of-river dengan kapasitas 5,4 MW (2 x 2,7 MW). Teknologi ini memanfaatkan aliran alami sungai tanpa bendungan besar, sehingga mampu meminimalisir dampak terhadap lingkungan.
Dengan estimasi produksi listrik mencapai 35,02 gigawatt hour (GWh) per tahun, Proyek Kukusan 2 menjadi pembangkit listrik keempat yang dioperasikan ARKO dan berkontribusi sekitar 17,8% terhadap total estimasi produksi listrik ARKO pada 2026 sebesar 197,28 GWh.
Proyek Kukusan 2 memiliki Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dengan PT PLN untuk jangka waktu 25 tahun. Listrik yang dihasilkan disalurkan ke jaringan distribusi Lampung dan dimanfaatkan oleh masyarakat, industri, serta fasilitas publik. Listrik dari proyek ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 5.000–7.000 rumah tangga atau setara dengan ±25.000 jiwa.
Aldo mengemukakan Proyek Kukusan 2 bakal mulai memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan ARKO melalui peningkatan arus kas dari pendapatan rutin yang diterima dari PLN selama 25 tahun ke depan.