Bisnis.com, JAKARTA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) resmi menggandeng Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan pengembangan asal Uni Emirat Arab (UEA), untuk pengembangan proyek properti berupa kawasan terpadu (mixed-use) di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Sudiro Roi Santoso menyambut positif tuntasnya kesepakatan alokasi lahan strategis tersebut.
“OIKN bersama-sama Ayedh Dejem telah berhasil menandatangani perjanjian kesepakatan pengalokasian lahan di luasan sebesar 9,7 hektare,” kata Sudiro dalam keterangan resmi, dikutip pada Minggu (25/1/2026).
Sudiro menyampaikan, nilai investasi dari perusahaan yang berfokus pada infrastruktur dan real estat asal Arab tersebut diperkirakan mencapai Rp4 triliun.
Kerja sama ini mencakup pemanfaatan lahan seluas 9,7 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A, yang terletak di posisi strategis tepat di samping Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Di lokasi ini, Ayedh Dejem Group akan mengembangkan kompleks perkantoran, area komersial, pusat perbelanjaan (shopping mall), serta fasilitas ibadah berupa masjid.
Tahapan pra-konstruksi akan dilaksanakan yang diawali dengan perencanaan melalui pendetilan di perencanaan kemudian proses perizinan dan juga proses pelelangan kontraktor selama kurang lebih selambat-lambatnya satu setengah tahun sejak tanggal penandatangan perjanjian pada 23 Januari 2026.
Sesuai dengan tahapan tersebut, pembangunan konstruksi fisik segera dimulai pada pertengahan tahun 2027 dan terus berlangsung secara berkelanjutan hingga lima tahun ke depan.
Realisasi investasi ini merupakan buah dari proses panjang dan komitmen serius kedua belah pihak. Sebelumnya, Ayedh Dejem Group telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi pembangunan di Nusantara dan menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) pada 8 Mei 2025 lalu.
Terkait komitmen tersebut, Syeikh Ayedh Dejem menegaskan keyakinannya berdasarkan latar belakang kekuatan ekonomi kedua belah pihak.
“Bidang kami adalah pengembang real estat. Melihat populasi dan ukuran negara Indonesia yang besar, serta posisi kami dari Dubai yang berada di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat mengharapkan pertumbuhan yang signifikan di bidang pengembangan real estat di Nusantara,” tuturnya.
Adapun, pembangunan di KIPP 1A di IKN terus berjalan. Misalnya, pada paket pembangunan Jalan Kawasan Pendukung KIPP 1A memiliki nilai kontrak sejumlah Rp1,1 triliun dengan total panjang 5,399 kilometer yang dikerjakan mulai Oktober 2025 hingga November 2027.
Selain itu, juga terdapat paket pembangunan Jalan Kawasan Yudikatif, nilai kontrak mencapai Rp1,9 triliun, total panjang 6,418 kilometer dengan masa pelaksanaan pembangunan Oktober 2025 hingga Desember 2027.