Bisnis.com, SURABAYA – Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang rencananya digelar pada Agustus 2026 mendatang, sebanyak 40% dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) disebut-sebut menghendaki perubahan secara besar-besaran pada jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Klaim tersebut disampaikan oleh mantan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdussalam Shohib atau yang kerap disapa Gus Salam. Menurutnya, informasi tersebut didapatkannya usai menyambangi berbagai fungsionaris PCNU dan PWNU di hampir seluruh wilayah tanah air, mulai dari Pulau Jawa, Sulawesi hingga Sumatra.
"Dan dari apa yang kami dengar, dari teman-teman di PCNU maupun PWNU, semangat perubahan terhadap PBNU ini sangat besar,” beber Gus Salam, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, para organisatoris NU di tingkat kabupaten/kota serta provinsi tersebut telah mengikuti dengan baik mengenai situasi yang bergejolak dalam tubuh PBNU. Salah satunya, polemik antar faksi yang masih berlangsung hingga saat ini serta menurunnya menurunnya produktivitas organisasi.
"Melihat produktivitasnya sangat minim, situasinya juga kurang kondusif. Sampai hari ini, di antara mereka sendiri masih yang satu menuduh, satunya lagi klarifikasi atau sebaliknya," ucapnya.
Tokoh yang sempat menginisiasi jalannya Muktamar Luar Biasa (MLB) NU lewat Forum Penyelamat Organisasi dan Panita MLB NU tersebut mengungkapkan bahwa situasi yang kurang kondusif tersebut bahkan dilaporkan semakin memanas di antara para pejabat teras PBNU hingga detik-detik jelang acara permusyawaratan yang akan digelar dalam waktu dekat.
“Jadi menjelang Munas (Musyawarah Nasional), Konbes (Konferensi Besar), bahkan menjelang Muktamar ini pun di internal (PBNU) masih terlihat belum solid,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang tersebut bahkan menyebut bahwa saat ini ketegangan antar golongan yang berlangsung di antara jajaran PBNU tersebut telah merembet dampaknya kepada para pengurus di tingkat cabang serta wilayah.
Situasi tersebut, lanjut Gus Salam, yang kemudian memacu niatan dan semangat dari hampir separuh fungsionaris NU di tingkat daerah untuk melakukan perubahan besar-besaran dalam tubuh PBNU, yang dirisaukan mencoreng jalannya arah gerak dan cita-cita daru para pendahulu dan pendiri organisasi kemasyarakatan keagamaan terbesar di tanah air itu.
“Sehingga ini (konflik internal antar jajaran PBNU) juga yang dirasakan oleh teman-teman di PWNU dan PCNU, sehingga semangat mereka untuk adanya perubahan ini sangat kuat,” jelasnya.
Selain itu, berdasarkan silaturahmi yang telah dilakukan pihaknya, Gus Salam mengeklaim sebanyak 40% fungsionaris PCNU dan PWNU di seluruh Indonesia telah menyatakan dukungan terhadap dirinya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum (Ketum) PBNU dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 mendatang.
“Saya belum tahu apa hatinya orang, yang jelas sudah hampir 40% yang sudah bersilaturahim dengan kami, dan rata-rata sambutannya cukup baik, kita optimis saja,” pungkasnya.