Bisnis.com, SEMARANG - PT Blue Bird Tbk. (BIRD) terus berupaya untuk meningkatkan penetrasi pasar di Kota Semarang. Wahyu Tri Cahyono, General Manager Blue Bird Group Jawa Tengah-DI Yogyakarta, mengungkapkan bahwa pihaknya masih berusaha untuk mengembalikan marketshare yang sempat menurun pada saat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
"Kota Semarang ini salah satu yang sekarang mulai tumbuh. Kalau dilihat dari tahun 2024-2025, kami mencoba untuk mengambil pasar yang kemarin sempat hilang," ujar Wahyu dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (27/11/2025).
Wahyu menyampaikan bahwa secara tahunan, jumlah pertumbuhan pelanggan di Kota Semarang mengalami peningkatan sebesar 36% (year-on-year/yoy). Pertumbuhan terbesar tercatat dari peningkatan penggunaan aplikasi MyBluebird yang tumbuh 45% (yoy). "Ini masih bisa tumbuh terus, terutama yang paling kencang adalah fitur Fix Price, ini penggunanya hampir 2 kali lipat dari 2024," tuturnya.
Untuk mendorong penetrasi pasar yang lebih dalam lagi, Blue Bird bakal menambah armada di sejumlah titik strategis di Kota Semarang. Wahyu mengungkapkan, kerja sama strategis telah coba dijalin dengan menggandeng pusat transportasi publik seperti stasiun dan bandara, juga pusat perbelanjaan.
"Kami juga mencoba untuk menyasar ke mahasiswa. Kemarin kami sudah membuat Memorandum of Understanding dengan Universitas Diponegoro (Undip), dimana semua kegiatan Undip akan menggunakan armada Blue Bird. Baik taksi, maupun yang lain," jelas Wahyu.
BIRD juga berupaya untuk mengambil ceruk pasar Business-to-Business (B2B) dengan memanfaatkan perkembangan sektor industri di Jawa Tengah. Wahyu mengungkapkan bahwa kerja sama antar korporasi coba dijalin dengan melibatkan pelaku industri maupun pengelola kawasan industri yang ada di Kota Semarang.
Monita Moerdani, Chief Marketing Officer Blue Bird, menyebut Kota Semarang sebagai pusat pariwisata yang strategis. "Kota Semarang menjadi akses masuk untuk eksplor area Jawa Tengah," ujarnya.
Untuk penetrasi pasar yang lebih luas, Monita menjelaskan bahwa pihaknya terbuka untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dengan pihak ketiga. Bahkan dengan penyedia platform transportasi daring. "Seperti dengan Gojek dan Grab, yang sekilas terlihat sebagai kompetitor, tetapi kami melihatnya sebagai mitra kerja sama," pungkasnya.
Secara umum, hingga Kuartal III/2025, emiten transportasi BIRD telah mencatat laba bersih sebesar Rp482,59 miliar atau tumbuh 10,6% (yoy). Kinerja positif itu sebagian besar disumbang oleh segmen usaha taksi dengan laba Rp2,87 triliun atau naik 10,54% (yoy).