Bisnis.com, JAKARTA - Superflu atau H3N2 disebut telah masuk ke Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat sudah ada 62 kasus Influenza A (H3N2) subclade K.
Kemenkes melaporkan hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
"Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelas Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI Prima Yosephine dalam keterangan resmi.
Dari total 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dan saat ini bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO.
Kemenkes menyebutkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan Superflu menjadi wabah, karena influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan.
Perbedaan Superflu dengan Flu Biasa
Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI Prima Yosephine menyebutkan bahwa gejala Superflu mirip dengan flu musiman yang sering terjadi pada masyarakat Indonesia.
"Gejala yang muncul juga umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar Prima.
Namun yang membedakan dengan flu biasa yakni gejala dan tanda flu dapat berkembang sangat cepat. Di mana kelelahan ekstrem sering terjadi, yang berbeda dengan gejala pilek yang muncul secara bertahap, menurut UKHSA dikutip dari The Independent.
Menurut NHS, pihaknya menyarankan masyarakat yang terindikasi terkena virus untuk mengambil waktu istirahat, menjaga tubuh tetap hangat, minum banyak cairan, dan mengonsumsi parasetamol atau ibuprofen untuk membantu meredakan demam, nyeri, dan sakit.
Masyarakat juga diminta untuk menggunakan masker dan menjauhi kerumunan agar terhindar dari penyebaran virus ini.
NHS juga menyatakan bahwa vaksin flu direkomendasikan untuk orang-orang yang berisiko lebih tinggi terkena penyakit flu yang serius. Beberapa pasien yang diminta untuk mendapatkan vaksin yakni lansia, ibu hamil, dan beberapa yang memiliki masalah kesehatan berkepanjangan.
Pencegahan Superflu
Agar bisa mencegah penularan Superflu, Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Nastiti Kaswandani menganjurkan masyarakat untuk memastikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan.
Selain itu, masyarakat bisa meningkatkan imunitas tubuh dengan menghindari polusi dan makan makanan yang bergizi, penuhi kebutuhan serat dan vitamin dengan makan sayur dan buah.
Tak ketinggalan, untuk melengkapi vaksinasi influenza yang bisa didapatkan semua usia, dari bayi hingga orang dewasa.
Adapun jadwal pemberian vaksin influenza untuk bayi bisa dimulai sejak usia 6 bulan sampai 8 tahun, dengan pemberian 2 dosis dengan jeda 4 minggu.
Selanjutnya, bagi yang berusia 9 tahun ke atas bisa mendapatkan vaksinasi influenza sebanyak 1 dosis yang diulang setiap tahun.