Bisnis.com, JAKARTA — DBS Group Holdings Ltd. mencatatkan penurunan laba pada kuartal IV 2025. Perusahaan juga memproyeksikan penurunan laba bersih bakal berlanjut pada 2026.
Penurunan laba DBS berada di bawah ekspektasi pasar. Bank terbesar di Asia Tenggara ini menyebut penurunan suku bunga serta kenaikan beban pajak sebagai penyebab utama melemahnya kinerja.
Melansir Bloomberg, dalam pernyataan resmi perusahaan, DBS melaporkan laba bersih sebesar S$2,36 miliar pada periode tiga bulan hingga 31 Desember 2025. Angka ini turun 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan lebih rendah dari perkiraan analis Bloomberg yang mematok laba di kisaran S$2,57 miliar.
Meski laba menurun, DBS tetap membagikan dividen kepada pemegang saham. Total dividen yang dibagikan untuk kuartal tersebut mencapai 81 sen dolar Singapura.
Manajemen DBS juga memastikan kebijakan dividen pengembalian modal sebesar 15 sen dolar Singapura per saham setiap kuartal akan dilanjutkan pada tahun buku 2026 dan 2027. Dividen akan diberikan dengan catatan perusahaan tidak dalam kondisi situasi yang tak terduga.
CEO DBS Group Tan Su Shan mengatakan tekanan dari lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian global masih akan berlanjut. Kondisi ini membuat perseroan memperkirakan laba bersih pada 2026 akan sedikit lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Meski demikian, Tan menilai DBS masih memiliki modal yang kuat untuk menghadapi tantangan ke depan, didukung oleh posisi keuangan dan bisnis inti yang solid.
“Walaupun tekanan suku bunga dan ketidakpastian geopolitik diperkirakan berlanjut, kualitas waralaba kami dan posisi neraca yang kuat memberikan fondasi yang kokoh untuk tahun mendatang,” ujar Tan dalam pernyataan tersebut yang dikutip laporan Bloomberg, dikutip Senin (9/2/2026).
Selain itu, Tan juga memperkirakan laba bersih DBS pada 2026 akan sedikit lebih rendah dibandingkan capaian 2025
Seiring dengan pengumuman tersebut, DBS menjadi bank pertama di Singapura yang mengumumkan kinerja keuangan terbarunya. Bank ini juga menjadi satu-satunya dari tiga bank besar di Singapura yang rutin membagikan dividen setiap kuartal.
Sementara itu, dua bank lainnya, United Overseas Bank (UOB) dan Oversea-Chinese Banking Corp. (OCBC), dijadwalkan merilis laporan keuangan mereka dalam waktu dekat.