Bisnis.com, PADANG PANJANG - Tim gabungan terus berjibaku melakukan pembersihan material bencana galodo yang menutupi total akses di kawasan Jembatan Kembar, Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, mulai teratasi setelah pembersihan intensif.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis mengatakan meski jalur kini sudah dapat dilalui kendaraan operasional, akses tersebut masih belum dibuka untuk umum demi menjaga keselamatan.
“Belum bisa dilalui untuk kendaraan umum, karena di Malibo juga terjadi jalan putus. Tapi sejauh ini dipergunakan untuk kendaraan operasional yang membantu penanganan dampak bencana alam,” katanya, dalam keterangan resmi, Minggu (30/11/2025).
Dia menyampaikan dengan mulai teratasinya kondisi tumpukan lumpur di perbatasan Padang Panjang dengan Kabupaten Tanah Datar itu, maka akan dapat memaksimalkan proses evakuasi, sehingga bisa berlangsung aman.
“Setelah nantinya di Jembatan Kembar tuntas pembersihan materialnya, selanjutnya tim gabungan akan melakukan penanganan di di kawasan Mega Mendung. Karena di sana kondisi jalan terlihat amblas dan putus total akibat terjangan galodo. Alat berat telah dikerahkan untuk melakukan perbaikan dan membuka akses kembali,” tegasnya.
Hendri Arnis menyampaikan pembersihan tersebut dilakukan tim gabungan yang sejak Jumat (28/11) pagi, tim bekerja tanpa henti untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup. Ada sebanyak Tiga unit alat berat dikerahkan dalam proses ini, dibantu personel tim gabungan dan relawan.
Dikatakannya material longsor berupa tanah, batu besar, dan pepohonan memenuhi badan jalan, menyebabkan akses menuju Tanah Datar dan sebaliknya lumpuh total, dan kini upaya sejak tiga hari terakhir ini mulai membuahkan hasil, akses jalan sudah bisa dilewati khusus untuk membantu operasional penanganan dampak bencana alam.
Walkot turut menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan tidak memaksakan diri melintasi jalur yang masih dinyatakan rawan.
Oleh karena itu, pembersihan material longsor di Jembatan Kembar diharapkan membantu penanganan dampak bencana jadi lebih cepat, tidak hanya di wilayah Padang Panjang saja, tapi juga di wilayah Tanah Datar.
“Jadi untuk jembatan kembar ini jadi daerah perbatasan antar daerah yakni Padang Panjang dengan Tanah Datar,” ucapnya.
Sebelumnya, Anggota DPR RI, Zigo Rolanda yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana menyampaikan bahwa akses jalan menuju titik longsor diperkirakan dapat dibuka kembali dalam dua minggu kedepan. Namun, dia menegaskan, pada tahap awal hanya kendaraan kecil dan sepeda motor yang dapat melintas.
Dia menyampaikan bahwa DPR RI akan membawa laporan lengkap terkait kebutuhan mendesak dari lapangan seperti yang terjadi Padang Panjang saat ini yang nantinya dilaporkan ke pemerintah pusat.
“Ini jalur vital yang menghubungkan antardaerah. Kami akan komunikasikan di pemerintah pusat agar percepatan perbaikan bisa segera dilakukan. Dukungan penuh sangat dibutuhkan,” ungkapnya.