Bisnis.com, JAKARTA – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) akan memiliki cadangan 378 juta ton batu bara seiring rencana akuisisi PT Singaraja Putra Tbk. (SINI), perusahaan yang 9% sahamnya dimiliki Happy Hapsoro sebagai pemegang saham pengendali.
Dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026, SINI sedang mengajukan permohonan rencana jumlah produksi batu bara sebanyak 900.000 ton untuk anak usahanya, PT Pasir Bara Prima (PBP) dan 1,5 juta ton untuk PT Persada Kapuas Prima (PKP).
PBP diketahui bekerja sama dengan emiten Prajogo Pangestu lainnya, PT Petrosea Tbk. (PTRO) untuk kontrak jasa pertambangan. CUAN merupakan pemegang saham 45,31% PTRO melalui anak usahanya PT Kreasi Jasa Persada (KJP).
Presiden Direktur PT Petrosea Tbk., Michael menjelaskan proyek kerja sama antara PTRO dengan PT PBP dimulai sejak 13 Agustus 2024 dan saat ini perseroan telah mencatat realisasi kegiatan pengupasan dan pemindahan lapisan penutup (overburden removal) mencapai lebih dari 7,2 juta bank cubic meter (BCM).
Adapun, jangka waktu dari kontrak adalah sepanjang usia tambang (life of mine) dengan estimasi nilai kontrak mencapai sekitar Rp17,4 triliun, dengan lingkup pekerjaan mencakup pengupasan dan pemindahan lapisan penutup dengan estimasi volume overburden sekitar 234,9 juta BCM, serta produksi batubara sekitar 26,0 juta ton.
Michael menegaskan Petrosea akan terus memperkuat sinergi dan mendukung seluruh proyek di dalam grup, termasuk memastikan pencapaian kinerja yang optimal bagi anak usaha pertambangan lainnya milik SINI guna mendukung realisasi strategi pertumbuhan grup Petrindo seiring dengan rencana Petrindo untuk mengakuisisi SINI.
"Setelah menjadi pemegang saham pengendali SINI, Petrindo secara konsolidasi akan memiliki sejumlah konsesi tambang batu bara dengan total nilai reserve sebesar 378 juta ton thermal dan metallurgical coal yang akan menjadikan Petrindo sebagai salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia," ujarnya dalam rilis resmi, Senin (29/12/2025).
Sementara itu, anak usaha yang dimiliki 51% oleh Petrosea dan 49% oleh PT Pasir Bara Prima, yaitu PT Lintas Kelola Bersama (LKB) juga turut andil dalam pengelolaan dan kepemilikan infrastruktur jalan tambang beserta fasilitas pendukungnya. Saat ini, PT LKB tengah menyelesaikan pembangunan jalan tambang (hauling road) sepanjang sekitar 29,6 kilometer yang terbagi ke dalam enam segmen jalan. Pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan tambang tersebut juga dilaksanakan oleh Petrosea.
“Pencapaian ini menunjukkan kapabilitas Petrosea dalam mengelola proyek jasa pertambangan yang terintegrasi dengan pengelolaan infrastruktur jalan tambang secara berkelanjutan. Ke depan, kami akan memastikan setiap langkah pengembangan, termasuk pengelolaan hauling road, dijalankan secara prudent dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” pungkas Michael.
Sebelumnya, emiten milik Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) berencana untuk mengakuisisi PT Singaraja Putra Tbk. (SINI).
Manajemen CUAN menyampaikan bahwa perseroan sedang dalam negosiasi sehubungan dengan rencana pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk. (SINI). Sebelumnya, CUAN telah memiliki 19,99% saham SINI secara tidak langsung melalui anak usahanya, PT Kreasi Jasa Persada dan afiliasinya.
Pada 29 Desember 2025, Manajemen CUAN menyampaikan sedang melakukan negosiasi dengan pemegang saham pengendali SINI, untuk mendiskusikan rencana pengambilalihan. Rencana tersebut mencakup kesepakatan mengenai mekanisme, perkiraan jumlah saham, harga dan waktu penyelesaian yang diantisipasi untuk akuisisi.
“Tujuan dari rencana pengambilalihan ini adalah antara lain, untuk menambah aset grup CUAN, memperluas jaringan usaha, serta sebagai bagian dari rencana pengembangan usaha jangka panjang grup CUAN untuk menjadi perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi,” ungkap manajemen CUAN, dalam keterbukaan informasi, Senin (29/12/2025).
Aksi korporasi tersebut tunduk pada hasil diskusi yang sedang dilakukan termasuk penandatanganan perjanjian definitif dan dipenuhinya seluruh persyaratan serta persetujuan yang diperlukan.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.