Bisnis.com, JAKARTA — Google meluncurkan fitur penerjemahan audio waktu nyata ke ekosistem iOS. Perluasan aksesibilitas ini menandai berakhirnya eksklusivitas fitur Live Translate di perangkat Android sejak debut perdana tahun lalu.
Perusahaan teknologi raksasa ini mengintegrasikan kecerdasan artifisial (AI) Gemini untuk meningkatkan akurasi dan naturalitas hasil terjemahan suara. Kapabilitas ini memungkinkan pengguna memahami percakapan asing secara instan melalui perangkat headphone yang terhubung.
Pengguna kini dapat mengakses layanan tersebut di berbagai negara kunci, termasuk Amerika Serikat, India, Meksiko, Jerman, Spanyol, dan Prancis. Selain itu, jangkauan layanan meluas hingga Nigeria, Italia, Inggris, Jepang, Bangladesh, dan Thailand.
Layanan ini mendukung lebih dari 70 bahasa, mencakup bahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda untuk pengguna domestik. Daftar tersebut juga meliputi bahasa internasional seperti Inggris, Mandarin Tradisional, Arab, Jerman, Prancis, Spanyol, Jepang, Korea, hingga bahasa regional seperti Afrikaans, Bengali, Hindi, Thai, dan Zulu.
Kehadiran ragam bahasa dari wilayah Eropa, Asia, hingga Afrika ini memperkuat kapabilitas translasi lintas budaya bagi pengguna global. Integrasi bahasa lokal yang komprehensif tersebut bertujuan untuk memfasilitasi komunikasi yang lebih inklusif di berbagai belahan dunia.
Pembaruan teknologi ini memanfaatkan integrasi Gemini untuk mengeliminasi hasil terjemahan yang bersifat kaku atau harfiah. Google merancang fitur ini agar pengguna tidak lagi mengalami kesalahan komunikasi fatal saat menavigasi lokasi atau berinteraksi di luar negeri.
"Live Translate dirancang untuk membantu pengguna mengikuti percakapan di lingkungan yang kompleks dengan tetap menjaga nuansa emosional pembicara," kata pihak Google dalam keterangan resminya, Sabtu (28/3/2026).
Perangkat lunak ini diklaim mampu mempertahankan nada asli, penekanan, dan ritme dari suara pembicara asal secara konsisten. Hal tersebut memungkinkan pengguna merasakan emosi asli pembicara yang diterjemahkan secara langsung ke telinga pengguna.
Menurut perusahaan, kemampuan ini memudahkan pengguna untuk mengidentifikasi siapa yang sedang berbicara dalam lingkungan yang melibatkan banyak partisipan. Pengalaman ini memberikan konteks komunikasi yang lebih imersif dan akurat bagi para pengguna seluler.
Secara operasional, fitur ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan praktis seperti mengikuti kuliah internasional atau menikmati film asing. Wisatawan juga dapat menggunakannya untuk memahami pengumuman di stasiun kereta api atau mengikuti diskusi santai stat makan malam.
Untuk menggunakan fitur ini, pengguna iPhone cukup membuka aplikasi Google Translate dan memilih opsi "Live Translate" sebelum menyambungkan headphone. Antarmuka yang disederhanakan diharapkan dapat mendorong adopsi teknologi AI yang lebih luas di kalangan pengguna profesional