Bisnis.com, JAKARTA – Emiten energi terbarukan terafiliasi Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), membukukan pertumbuhan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Laba bersih perseroan naik dua digit didorong peningkatan pendapatan, terutama dari segmen penjualan listrik.
Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Jumat (31/10/2025), BREN mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$106,55 juta per Januari–September 2025. Angka tersebut tumbuh 23,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$86,06 juta. Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan.
Pendapatan perseroan hingga kuartal III/2025 tercatat US$457,39 juta, meningkat 3,6% year on year (YoY) dari US$441,29 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen penjualan listrik menjadi kontributor terbesar dengan porsi 47,01% atau US$215,03 juta, naik 5,9% YoY.
Segmen pendapatan sewa operasi menjadi penyumbang terbesar kedua dengan kontribusi US$116,09 juta atau 25,38% dari total pendapatan, meskipun turun tipis 0,9% YoY.
Adapun penjualan uap naik 3,6% YoY menjadi US$94,70 juta, sementara pendapatan sewa pembiayaan naik 6,1% menjadi US$31,55 juta. Pendapatan biaya manajemen tercatat US$22.000, turun dari US$37.000. Pada periode tahun lalu, perusahaan juga membukukan US$1.000 dari penjualan kredit karbon, yang tidak tercatat pada tahun ini.
Dari sisi beban, perseroan mencatat kenaikan beban depresiasi dan amortisasi sebesar 25,5 persen YoY menjadi US$71,05 juta. Namun, beban keuangan turun 14,3 persen YoY menjadi US$88 juta, turut menopang margin laba.
Secara keseluruhan, laba tahun berjalan BREN mencapai US$131,89 juta, naik 19,1 persen YoY dari US$110,72 juta.
Hendra Soetjipto Tan, CEO Barito Renewables, menyampaikan bahwa portofolio panas bumi perseroan memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja. “Segmen angin juga menunjukkan perbaikan yang menggembirakan, dengan produksi listrik yang mulai meningkat mendekati pola musiman,” ujarnya dalam rilis resmi, Jumat (31/10/2025).
Ia menambahkan, pengelolaan biaya yang ketat dan penurunan beban bunga turut mendukung peningkatan margin. Sepanjang Januari–September 2025, EBITDA perseroan meningkat 5,7% YoY menjadi US$399 juta, dengan margin EBITDA naik menjadi 87,1% dari 85,4% sebelumnya. “Segmen angin juga menunjukkan perbaikan yang menggembirakan, dengan produksi listrik yang mulai meningkat mendekati pola musiman,” ujarnya.