Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perkebunan sawit milik Haji Isam, PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) bakal mendivestasikan sebagian saham pendiri perseroan guna memenuhi ketentuan porsi saham publik minimal atau free float.
Direktur Keuangan Pradiksi Gunatama, Tamlikho, mengungkapkan bahwa pada tahap awal, porsi yang akan dilepas kepada masyarakat atau pihak nonafiliasi ditargetkan mencapai 4,88% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
Langkah tersebut bertujuan mematuhi regulasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mensyaratkan peningkatan porsi free float hingga 15% secara bertahap. Melansir RTI Infokom, porsi saham publik PGUN kini berada di level 7,62%.
“Untuk memenuhi free float, pada tahap awal kami akan melepas sekitar 4,8% saham ke masyarakat atau pihak nonafiliasi,” ujar Tamlikho dalam paparan publik atau Pubex Live yang diselenggarakan Selasa (9/6/2026).
Sementara itu, meski porsi kepemilikan masyarakat bakal meningkat, perseroan memastikan bahwa langkah divestasi tidak akan mengubah peta kendali perusahaan maupun mengganggu performa bisnis inti PGUN.
“Pelepasan saham ini tidak akan memengaruhi kinerja operasional dan saham PGUN karena porsinya masih dalam batas yang tidak material secara keseluruhan. Kepemilikan Ultimate Beneficial Owner [UBO] masih dominan.”
Di lantai bursa, saham PGUN kini bertengger di level Rp6.650 per saham. Banderol tersebut mencerminkan penurunan sebesar 31,97% sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) dan melemah 27,32% dalam sebulan terakhir.
Dari sisi kinerja keuangan, perseroan tercatat membukukan laba bersih senilai Rp159,3 miliar sepanjang tahun buku 2025. Perolehan ini melesat hingga 101,18% secara tahunan (YoY) dari tahun sebelumnya yakni Rp79,18 miliar.
Pertumbuhan laba bersih ini ditopang oleh kinerja penjualan bersih perseroan yang mencapai Rp792,72 miliar pada 2025. Perolehan tersebut meningkat 7,34% dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp738,50 miliar.
Secara rinci, pendapatan perseroan utamanya bersumber dari penjualan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) sebesar Rp694,90 miliar, diikuti penjualan palm kernel senilai Rp96,40 miliar, dan palm kernel shell sebesar Rp1,32 miliar.
Manajemen PGUN tercatat mengalokasikan sebagian besar hasil produksinya untuk pasar domestik melalui transaksi dengan pihak berelasi, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR). Nilai penjualan kepada JARR mencapai Rp694,90 miliar atau setara dengan kontribusi 87,66% dari total pendapatan konsolidasi.
Di sisi lain, efisiensi pada pos pengeluaran turut mempertebal margin keuntungan perseroan. PGUN membukukan penurunan beban pokok penjualan sebesar 0,81% secara tahunan menjadi Rp515,40 miliar.
Alhasil, perseroan sukses mengantongi laba bruto sebesar Rp277,30 miliar sepanjang 2025. Realisasi ini tumbuh 26,67% dibandingkan dengan laba kotor periode sama tahun 2024 yang senilai Rp218,90 miliar.
_______
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.