Bisnis.com, JAKARTA — Penulis Eka Kurniawan kembali memperkuat eksistensi sastra Indonesia di kancah internasional. Pengarang Cantik Itu Luka itu baru saja menyelesaikan rangkaian Moscow Book Tour 2026 yang berlangsung pada 10–14 April 2026 di Moskow, Rusia.
Kehadiran Eka dalam tur tersebut menjadi bagian dari partisipasinya di Non/Fiction Moscow Book Fair 2026. Ajang ini merupakan salah satu forum literasi internasional yang mempertemukan penulis, penerbit, dan pembaca dari berbagai negara.
Salah satu sorotan utama dalam rangkaian kegiatan ini adalah sesi penandatanganan buku edisi bahasa Rusia dari Cantik Itu Luka. Dalam waktu dua jam, buku tersebut terjual habis, mencerminkan tingginya antusiasme pembaca lokal.
Respons tersebut menjadi indikator bahwa karya sastra Indonesia mulai mendapat tempat di pasar global. Tingginya minat pembaca juga menunjukkan potensi distribusi yang lebih luas di luar negeri.
“Melihat pembaca di Rusia menyambut karya saya dengan begitu antusias merupakan pengalaman yang sangat berkesan,” ujar Eka dalam taklimat resmi. Dia menilai sambutan tersebut menjadi bukti bahwa karya Indonesia memiliki daya jangkau global.
Selama tur berlangsung, Eka tidak hanya menjalani agenda promosi, tetapi juga aktif dalam berbagai diskusi publik. Forum tersebut membahas narasi, latar budaya, serta konteks sosial yang diangkat dalam karya-karyanya.
Melalui diskusi itu, pembaca internasional memperoleh pemahaman lebih dalam mengenai Indonesia. Sastra menjadi medium yang efektif untuk menjembatani perbedaan budaya sekaligus memperkenalkan perspektif lokal.
Rangkaian kegiatan akademik turut memperkuat posisi tur ini sebagai bagian dari pertukaran pengetahuan. Salah satunya melalui kuliah umum di Universitas Negeri Moskow yang dihadiri mahasiswa dan akademisi.
Interaksi dengan komunitas Indonesia dan mitra lokal juga berlangsung di KBRI Moskow. Selain itu, Eka juga menggelar sesi temu pembaca di toko buku lokal untuk berinteraksi langsung dengan audiens internasional.
Selama berada di Moskow, Eka menjalani sejumlah wawancara dengan media setempat. Kegiatan ini turut memperluas eksposur karya dan pemikirannya di tingkat internasional.
Tur ini terlaksana melalui kolaborasi antara Gramedia Pustaka Utama dan Intersputnik. Kerja sama tersebut menjadi salah satu upaya membuka akses pasar global bagi karya sastra Indonesia.
“Saya senang cerita dari Indonesia bisa menemukan pembacanya di tempat yang begitu jauh,” kata Eka.