Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026 dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 28–31 Juli 2026. Pemerintah memandang ajang ini sebagai momentum memperkuat posisi Indonesia dalam industri meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) di kawasan Asia.
Vinsensius Jemadu, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata, menyatakan bahwa penyelenggaraan IBEM merupakan langkah strategis menegaskan peran Indonesia sebagai kekuatan baru di sektor MICE.
“Harapannya Indonesia dapat menjadi pusat kekuatan MICE yang baru, khususnya di kawasan Asia,” ujarnya dalam sosialisasi IBEM 2026 secara virtual, beberapa waktu lalu (27/11/2025).
Dari sisi penyelenggara, Head of Director ENCPRO Christine Besinga menuturkan bahwa IBEM 2026 diproyeksikan menjadi ruang pertemuan pelaku usaha dari dalam dan luar negeri untuk menjajaki peluang bisnis lintas sektor. Agenda yang disiapkan meliputi konferensi, sesi jejaring, serta pertemuan bisnis antara peserta pameran dan calon pembeli.
Menurut Christine, diperkirakan ada 150 sampai 200 booth, 70% adalah dari dalam negeri. "Kami mencoba mendorong 30% di antaranya dari internasional.”
Mayoritas calon pembeli, lanjut dia, berasal dari industri MICE dan perjalanan, disusul perwakilan kementerian dan lembaga, asosiasi, serta korporasi. Ia mengajak pelaku usaha nasional untuk memanfaatkan IBEM sebagai sarana memperluas jejaring dan membuka pasar baru.
Pada kesempatan berbeda, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan sejumlah tantangan dalam pengembangan industri event nasional. Hambatan yang dihadapi mencakup aspek pembiayaan dan investasi, kesenjangan infrastruktur serta fasilitas pendukung, proses perizinan dan regulasi, hingga komitmen terhadap keberlanjutan dan inklusivitas.
Tantangan-tantangan inilah yang menjadi kendala pengembangan industri event. Kami percaya melalui dialog terbuka dan kolaborasi antar pelaku industri, akademisi, dan regulator, kita dapat menemukan solusi yang tepat dan berkelanjutan,” ujar Widiyanti dalam konferensi pers di Kantor Kemenpar, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2025).