Bisnis.com, BALIKPAPAN — Sektor transportasi Kalimantan Timur mencatatkan lonjakan penumpang angkutan udara domestik dan laut hingga dua digit pada Desember 2025, dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, volume barang yang diangkut justru mengalami kontraksi.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur Mas'ud Rifai menyatakan jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Desember 2025 mencapai 265.555 orang, atau naik 15,44% dibandingkan November 2025.
"Penumpang angkutan laut dalam negeri tercatat 55.373 orang, melonjak tajam 51,20 persen dari bulan sebelumnya," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (2/2/2026).
Terkait angkutan udara, seluruh bandara di Kalimantan Timur mengalami kenaikan penumpang. Bandara Sepinggan-Balikpapan memimpin dengan pertumbuhan 17,02%, disusul Bandara Datah Dawai-Mahakam Ulu sebesar 15,79%, dan Bandara Melalan-Kutai Barat 12,36 persen.
Bandara APT Pranoto-Samarinda dan Bandara Kalimarau-Berau masing-masing tumbuh 10,80% dan 10,39%.
Bandara Sepinggan-Balikpapan tetap menjadi tulang punggung transportasi udara Kaltim hingga kini dengan menguasai 75,91% atau 201.596 penumpang domestik.
Sementara itu, Bandara APT Pranoto-Samarinda berkontribusi 14,34% dengan 38.068 penumpang.
Di sisi lain, penumpang internasional juga menunjukkan tren menggembirakan. Sebanyak 6.660 orang tercatat terbang ke luar negeri pada Desember 2025, meningkat drastis 58,16% dibanding November 2025.
Secara kumulatif Januari—Desember 2025, penumpang internasional mencapai 64.044 orang atau naik 29,41% dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Performa angkutan laut tak kalah mengesankan. Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 67,99%, disusul Pelabuhan Semayang-Balikpapan 50,49%, dan Pelabuhan Samarinda 46,47%. Pelabuhan Semayang menguasai 63,72% pangsa pasar dengan 35.282 penumpang.
Di sisi lain, volume barang yang diangkut melalui jalur laut justru menyusut 6,23% menjadi 9,37 juta ton dibanding bulan sebelumnya.
Penurunan terjadi di beberapa pelabuhan utama seperti Sangatta (turun 26,98%), Tanah Grogot (8,74%), dan Samarinda (7,87%).
Dia menambahkan secara akumulatif sepanjang 2025, total barang yang diangkut tetap tumbuh 1,61%.
Pelabuhan Kuala Samboja menjadi yang terbesar dalam pengangkutan barang dengan 2,69 juta ton atau 28,73% dari total. Diikuti Pelabuhan Sangkulirang 1,80 juta ton (19,22%), Tanjung Redeb 1,60 juta ton (17,08%), dan Tanah Grogot 1,36 juta ton (14,52%).
Menariknya, tren tahunan menunjukkan pola berbeda. Penumpang udara domestik selama Januari—Desember 2025 justru turun 4,88% menjadi 2,82 juta orang dibanding 2024.
Sebaliknya, penumpang laut dalam negeri periode sama naik 21,21% menjadi 600.761 orang, yang mengindikasikan pergeseran preferensi moda transportasi masyarakat.