Bisnis.com, JAKARTA — PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Jawa Barat telah normal pascagangguan pada salah satu pembangkit listrik milik mitra swasta minggu lalu.
SRM Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Barat, Krisantus H. Setyawan mengatakan sejak Sabtu (20/6/2026) pukul 21.30 WIB, seluruh pelanggan di wilayah Jawa Barat telah kembali mendapatkan layanan kelistrikan secara normal, sehingga pemberitahuan jadwal manajemen beban yang sebelumnya disampaikan sudah tidak berlaku.
"PLN menyampaikan apresiasi atas pengertian, dukungan dan kerja sama seluruh pelanggan selama proses penanganan gangguan berlangsung," katanya dalam siaran pers, Rabu (24/6/2026).
Ke depan, lanjutnya, PLN akan terus memperkuat keandalan infrastruktur kelistrikan guna menghadirkan kualitas layanan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat.
Berdasarkan catatan Bisnis.com, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai mencemaskan kondisi ekonomi karena persoalan pemadaman listrik bergilir yang dalam sepekan terakhir terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Barat.
Dedi Mulyadi mengatakan gangguan pasokan listrik tersebut telah berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor rumah tangga, UMKM hingga industri.
Dia mengatakan pemadaman bergilir tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dalam skala besar.
"Saya berharap PLN segera menyelesaikan problem ini dengan cepat. Karena pemadaman bergilir itu, dari sisi makronya mengganggu sistem industri. Industri itu kalau mati listriknya, maka satu pabrik seluruh produknya bisa gagal. Itu kerugian besar," ujar Dedi yang akrab disapa KDM, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, gangguan listrik yang terjadi di kawasan industri dapat menyebabkan proses produksi terhenti dan berujung pada keterlambatan pengiriman barang kepada konsumen.
Selain berdampak pada sektor industri, KDM menilai pemadaman listrik juga dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha kecil. Berbagai aktivitas rumah tangga maupun usaha mikro menjadi terganggu akibat tidak tersedianya pasokan listrik secara normal.