Bisnis.com, SEMARANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal secara resmi memfasilitasi pelepasan ekspor 19,8 ton komoditas kopi Robusta asal Kabupaten Pekalongan ke Yunani pada Senin (9/3/2026). Komoditas kopi tersebut dijadwalkan akan dikapalkan melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, dengan tujuan utama Pelabuhan Thessaloniki, Yunani.
Produk petani Pekalongan tersebut direncanakan akan didistribusikan lebih lanjut menuju pasar Macedonia. Ekspor ini bukan sekadar pengiriman komoditas mentah, melainkan representasi dari peningkatan daya saing produk lokal di tengah standarisasi global yang kian ketat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mendorong UMKM naik kelas. "Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong UMKM berorientasi ekspor serta memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah," ujar Bimala dalam keterangan resminya.
Bimala menyebut bahwa penetrasi ke pasar Yunani menjadi tolok ukur penting bagi kualitas kopi Robusta Indonesia di mata dunia. Adapun catatan performa ekspor kopi asal Pekalongan menunjukkan tren yang sangat positif dan konsisten.
Sebelumnya, pada periode November 2025, volume ekspor kopi Robusta dari wilayah ini ke Yunani telah mencapai angka signifikan yakni 59,4 ton. Jumlah tersebut dikirimkan menggunakan tiga kontainer biji kopi hijau (green bean).
KUB Lumbung Kopi Nusantara menjadi eksportir yang sukses menembus pasar Yunani tersebut. Kelompok tani binaan KPwBI Tegal tersebut berada di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Kelompok ini mengelola lahan seluas 60 hektare (Ha) di kawasan perhutanan sosial Perhutani KPH Pekalongan Timur. Diversifikasi produk yang mereka tawarkan mencakup green bean, roasted bean, hingga kopi bubuk siap konsumsi.
Bimala menekankan bahwa pencapaian ini adalah buah dari proses panjang yang melelahkan.
"Keberhasilan ekspor dalam skala kontainer ini menjadi tonggak penting bagi kopi Pekalongan dalam menembus pasar internasional. Capaian tersebut mencerminkan peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk, serta kesiapan UMKM kopi daerah untuk bersaing di pasar global," tambahnya secara mendalam.
KUB Lumbung Kopi Nusantara tercatat telah menjadi mitra binaan KPwBI Tegal sejak tahun 2024. Selama masa pembinaan, mereka menjalani serangkaian program penguatan kapasitas yang sangat intensif.
Beberapa di antaranya meliputi Pelatihan Pascapanen Kopi di Purwokerto (2024), Kurasi dan Pelatihan Standar Mutu Greenbean di Jakarta (2025), hingga partisipasi aktif dalam ajang Java Coffee & Flavour Festival di Surabaya (2025).
Keterlibatan mereka dalam Export Coaching Program (ECP) yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan KPwBI Provinsi Jawa Tengah di Semarang pada 2025 silam menjadi kunci pembuka gerbang ekspor.
Pelatihan peningkatan mutu greenbean di Padang (2025) juga turut menyempurnakan standar produk mereka agar sesuai dengan ekspektasi pembeli mancanegara yang sangat selektif.
Pada ajang Java Coffee & Flavour Festival 2025 di Surabaya, KUB Lumbung Kopi Nusantara berhasil meraih Juara I QRIS Racing dan Harapan I Kopi Bersuara. Prestasi ini semakin memperkokoh citra kopi Pekalongan sebagai produk yang tidak hanya unggul secara kualitas fisik, tetapi juga adaptif terhadap ekosistem digital modern.
Dari sisi kebijakan makroekonomi, peran Bank Indonesia dalam memfasilitasi ekspor ini sejalan dengan mandat menjaga kestabilan nilai Rupiah.
"Bank Indonesia memiliki tugas utama mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah, baik terhadap barang dan jasa (inflasi) maupun terhadap mata uang asing, melalui tiga pilar kebijakan, yaitu kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan," jelas Bimala.
Pengembangan klaster UMKM komoditas unggulan daerah yang dijalankan Bank Indonesia sejak tahun 2006 terbukti menjadi instrumen efektif dalam memperkuat ekonomi regional. Bimala menjelaskan bahwa Dengan mendorong penguatan klaster petani kopi, peningkatan kualitas produksi, serta fasilitasi akses pasar domestik dan global, BI berupaya menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh di tingkat akar rumput.
"Ekspor kopi Robusta Pekalongan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perolehan devisa negara, peningkatan pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ketahanan ekonomi nasional berbasis komoditas unggulan daerah," tutup Bimala.