Bisnis.com, JAKARTA — The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 resmi dibuka pada Rabu (4/2/2026) di Jakarta International Convention Center (JICC) dan akan berlangsung hingga Minggu (8/2/2026). Memasuki penyelenggaraan ke-26, pameran kerajinan tangan terbesar di Asia Tenggara ini menempati seluruh area JICC seluas sekitar 25.000 meter persegi.
Tahun ini, INACRAFT mengusung pendekatan yang lebih terarah dengan menerapkan 11 zona tematik (zoning product) guna meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mempermudah eksplorasi produk kriya Nusantara. Ribuan produk unggulan dari 1.013 stand peserta ditata berdasarkan kategori, mulai dari wastra tradisional, fesyen, perhiasan, dekorasi rumah, hingga kuliner khas daerah.
Mengusung tema From Smart Village to Global Market, INACRAFT 2026 menegaskan perannya sebagai penghubung antara perajin lokal dengan pasar domestik maupun global. Sejalan dengan itu, pameran tahun ini juga mengedepankan pendekatan human-centered dengan menempatkan womenpreneurs sebagai ikon utama melalui konsep “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft.”
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa INACRAFT bukan sekadar ajang pameran dagang, melainkan ruang strategis bagi penguatan subsektor kriya nasional.
“Sejak pertama kali digelar pada 1999, INACRAFT telah menjadi ruang strategis bagi subsektor kriya Indonesia, tempat bertemunya tradisi dengan inovasi, serta perajin dengan jejaring pasar nasional dan global,” ujarnya dalam pembukaan INACRAFT 2026, Rabu (4/2/2026).
Untuk memudahkan pengunjung, panitia menerapkan pembagian zona berdasarkan jenis produk. Main Lobby menampilkan beragam household & housewares, gift & decorative items, footwear, bags, hingga travel goods.
Bagi pencinta wastra Nusantara, Cendrawasih Hall, Promenade, dan Hall A menjadi area utama yang menghadirkan batik, tenun, dan songket dari berbagai daerah, dilengkapi dengan perhiasan dan aksesori pendukung. Lobby Hall A menjadi area premium yang diisi oleh sponsor dan brand terkurasi.
Sementara itu, Assembly Hall dan Plenary Hall diisi oleh produk binaan Kementerian, Dinas, dan BUMN, termasuk karya peraih INACRAFT Awards serta produk dari International Hall. Di area Connecting Plenary, pengunjung dapat menemukan jewelry, decorative items, home décor, dan tas.
Pengunjung yang ingin eksplorasi lebih luas dapat mengunjungi Hall B dan Lobby Hall B yang menyajikan produk lebih beragam seperti fesyen muslim, kulit, woven, aksesori, hingga multi products.
Tak ketinggalan, Talam INACRAFT di area Mezzanine dan Hall B menjadi destinasi kuliner Nusantara dengan beragam makanan dan minuman khas daerah menjadi tempat ideal untuk rehat sebelum melanjutkan jelajah pameran.
INACRAFT 2026 tidak hanya menawarkan pengalaman belanja, tetapi juga ruang belajar dan jejaring. Sepanjang pameran, pengunjung dapat mengikuti berbagai insight program di Plenary Hall, mulai dari Craft Talkshow, Craft Workshop, Seminar Go Green, hingga Art Performance. Agenda lain yang tak kalah menarik adalah Fashion Show serta INACRAFT Appreciation Night, sebagai bentuk apresiasi bagi perajin dan pelaku usaha kriya berprestasi.
Tahun ini, INACRAFT menargetkan transaksi ritel sebesar Rp102,5 miliar dengan potensi kontrak dagang mencapai US$1,5 juta. Jumlah pengunjung ditargetkan menembus 100.000 orang, termasuk sekitar 1.000 buyer mancanegara dari Jepang, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, hingga kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah.
INACRAFT 2026 dibuka setiap hari pukul 10.00–21.00 WIB dengan tiket masuk Rp35.000. Tiket dapat dibeli melalui pre-registration di situs resmi INACRAFT atau langsung di lokasi. Khusus pengguna Bank Mandiri, tersedia promo Buy 1 Get 1 presale melalui Sukha Livin’ by Mandiri serta berbagai program transaksi selama pameran berlangsung.
Dengan zonasi yang terkurasi, skala pameran yang besar, serta program pendukung yang lengkap, INACRAFT 2026 hadir sebagai panduan sekaligus destinasi utama bagi pengunjung yang ingin menikmati kekayaan kriya Indonesia secara lebih nyaman dan terarah.