#30 tag 24jam
10 Orang Terkaya di Indonesia Mei 2026, Prajogo Pangestu Nomor Satu
Berdasarkan data real time miliarder dunia yang dirilis Forbes, posisi puncak masih ditempati pengusaha petrokimia dan energi Prajogo Pangestu. [992] url asal
#orang-terkaya #miliarder #prajogo-pangestu #orang-terkaya-di-indonesia #10-orang-terkaya-di-indonesia
(Kompas.com - Money) 18/05/26 17:13
v/223967/
JAKARTA, KOMPAS.com - Daftar orang terkaya di Indonesia kembali mengalami perubahan pada Mei 2026. Berdasarkan data real time miliarder dunia yang dirilis Forbes, posisi puncak masih ditempati pengusaha petrokimia dan energi Prajogo Pangestu.
Data dalam daftar tersebut bergerak dinamis mengikuti perubahan harga saham dan perkembangan bisnis para konglomerat. Sektor energi, pertambangan, perbankan, hingga pusat data masih menjadi sumber utama kekayaan para taipan nasional.
Forbes melalui laman resmi Forbes Real-Time Billionaires memperbarui daftar kekayaan miliarder dunia secara berkala. Dalam daftar terbaru, kekayaan para pengusaha Indonesia masih didominasi oleh sektor berbasis sumber daya alam dan bisnis keuangan.
Tangkapan layar YouTube Barito Pacific Prajogo Pangestu. Daftar orang terkaya di Indonesia awal Februari 2026.Mengacu pada data Forbes Mei 2026 dan menggunakan kurs Rp 17.672 per dollar AS, berikut daftar 10 orang terkaya di Indonesia, dikutip dari laman Forbes, Senin (18/5/2026).
Prajogo Pangestu di posisi pertama
Prajogo Pangestu kembali menjadi orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan 20,9 miliar dollar AS.
Jika dikonversikan menggunakan kurs Rp 17.672 per dollar AS, nilai kekayaan pendiri Barito Group itu mencapai sekitar Rp 369,34 triliun.
Bisnis Prajogo tersebar di sektor petrokimia, energi, hingga energi terbarukan. Kinerja perusahaan-perusahaan yang berada di bawah Grup Barito turut menopang kenaikan kekayaannya dalam beberapa tahun terakhir.
Forbes mencatat, Prajogo masih menjadi satu-satunya pengusaha Indonesia dengan kekayaan di atas 20 miliar dollar AS dalam daftar terbaru tersebut.
Dok. Bayan Resources Low Tuck Kwong, orang terkaya di Indonesia sekaligus pendiri Bayan Resources.Low Tuck Kwong di posisi kedua
Di posisi kedua terdapat Low Tuck Kwong dengan total kekayaan 16,5 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 291,59 triliun.
Low Tuck Kwong dikenal sebagai pemilik perusahaan tambang batu bara Bayan Resources. Fluktuasi harga batu bara global masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi nilai kekayaannya.
Meski harga komoditas energi sempat mengalami tekanan, bisnis batu bara masih menjadi penyumbang utama kekayaan taipan yang lahir di Singapura tersebut.
Budi Hartono masuk tiga besar
Posisi ketiga ditempati Robert Budi Hartono dengan total kekayaan 15,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 279,22 triliun.
Sumber utama kekayaan Budi Hartono berasal dari investasi di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) serta bisnis rokok Djarum Group.
Keluarga Hartono selama bertahun-tahun konsisten masuk daftar orang terkaya di Indonesia. Selain sektor perbankan dan rokok, bisnis keluarga ini juga merambah sektor teknologi dan perdagangan digital.
Anthoni Salim dan Tahir masih bertahan
Anthoni Salim menempati posisi keempat dalam daftar orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan 11,9 miliar dollar AS.
Nilai tersebut setara sekitar Rp 210,30 triliun. Kekayaan Anthoni berasal dari bisnis Salim Group yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari pangan, ritel, telekomunikasi, hingga infrastruktur.
Sementara itu, posisi kelima ditempati Tahir dan keluarga dengan total kekayaan 9,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 171,42 triliun.
KOMPAS.com/Labib Zamani Wali Kota Solo, Respati Ardi menerima kedatangan pendiri Tahir Foundation, Dato Sri Tahir di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (4/6/2025).Tahir dikenal sebagai pendiri Mayapada Group yang memiliki bisnis di sektor perbankan, rumah sakit, properti, dan media.
Sri Prakash Lohia hingga Otto Toto Sugiri masuk 10 besar
Pengusaha petrokimia Sri Prakash Lohia berada di posisi keenam dengan total kekayaan 8,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 155,51 triliun.
Kekayaannya berasal dari Indorama Corporation yang memiliki bisnis di sektor petrokimia dan tekstil.
Selanjutnya ada Otto Toto Sugiri di posisi ketujuh dengan kekayaan 8,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 148,44 triliun.
Otto dikenal sebagai salah satu tokoh penting di industri pusat data Indonesia melalui perusahaan DCI Indonesia. Pertumbuhan kebutuhan data center dan transformasi digital turut menopang peningkatan kekayaannya.
Marina Budiman masuk daftar
Marina Budiman juga masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Ia menjadi satu-satunya perempuan yang masuk daftar tersebut.
Ia memiliki total kekayaan sekitar 6 miliar dollar AS atau setara Rp 106,03 triliun.
Sama seperti Otto Toto Sugiri, kekayaan Marina berasal dari bisnis pusat data yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Perkembangan industri digital dan kebutuhan penyimpanan data berskala besar membuat sektor pusat data menjadi salah satu bisnis dengan pertumbuhan tercepat.
Sektor tambang masih dominan
Selain nama-nama tersebut, daftar orang terkaya Indonesia juga masih diisi pengusaha dari sektor pertambangan dan manufaktur.
SHUTTERSTOCK/CHAILUK CHALATHAI Ilustrasi miliarder, orang terkaya.Theodore Rachmat (Triputra Group) masuk dalam jajaran 10 besar orang terkaya Indonesia melalui bisnis pertambangan dan perkebunan.
Kemudian ada Haryanto Tjiptodihardjo (Impack Pratama Industri) yang memiliki bisnis di sektor manufaktur dan industri.
Dominasi sektor energi, pertambangan, dan perbankan dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa bisnis berbasis komoditas dan jasa keuangan masih menjadi penopang utama akumulasi kekayaan di Indonesia.
Di sisi lain, munculnya nama-nama dari industri pusat data menandai mulai besarnya peran ekonomi digital dalam menciptakan kekayaan baru.
Daftar 10 orang terkaya di Indonesia
Berikut daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes Real-Time Billionaires Mei 2026.
- Prajogo Pangestu: 20,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 369,34 triliun
- Low Tuck Kwong: 16,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 291,59 triliun
- R. Budi Hartono: 15,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 279,22 triliun
- Anthoni Salim: 11,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 210,30 triliun
- Tahir dan keluarga: 9,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 171,42 triliun
- Sri Prakash Lohia: 8,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 155,51 triliun
- Otto Toto Sugiri: 8,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 148,44 triliun
- Marina Budiman: 6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 106,03 triliun
- Lim Hariyanto Wijaya Sarwono: 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 88,51 triliun
- Theodore Rachmat: 4,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 79,6 triliun
Data tersebut bersifat dinamis karena mengikuti perubahan harga saham, kondisi pasar global, dan perkembangan bisnis masing-masing konglomerat.
Forbes mencatat daftar real time miliarder dunia diperbarui secara berkala sehingga posisi dan nilai kekayaan para pengusaha dapat berubah sewaktu-waktu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Atasi Ketimpangan, Pengamat Dorong Enam Agenda Transformasi Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten berada di kisaran 5% dalam beberapa tahun terakhir tidak sepenuhnya mencerminkan realitas kesejahteraan masyarakat.... | Halaman Lengkap [804] url asal
#pertumbuhan-ekonomi #ekonomi-indonesia #ketimpangan-sosial #orang-terkaya-di-indonesia #sumber-daya-alam
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 04/05/26 22:26
v/211001/
JEMBER - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten berada di kisaran 5% dalam beberapa tahun terakhir tidak sepenuhnya mencerminkan realitas kesejahteraan masyarakat. Di balik angka pertumbuhan tersebut terjadi konsentrasi kekayaan yang semakin tajam, di mana manfaat pembangunan tidak terdistribusi secara merata.Data terbaru Center for Economic and Law Studies (CELIOS) menunjukkan kekayaan semakin terkonsentrasi secara ekstrem pada segelintir kelompok, sementara sebagian besar masyarakat mengalami stagnasi kesejahteraan. Perbandingannya, 50 orang terkaya di Indonesia memiliki kekayaan yang setara dengan 55 juta penduduk.
Dalam periode yang sama, kekayaan 50 orang superkaya ini meningkat secara signifikan, sebaliknya kenaikan upah pekerja berlangsung sangat terbatas. Ketimpangan ini bukan sekadar perbedaan tingkat pendapatan, melainkan jurang struktural yang terus melebar.
Kelompok 1% teratas juga menguasai sekitar seperlima total kekayaan nasional sebelum redistribusi melalui pajak. Hal ini menunjukkan mekanisme distribusi ekonomi tidak berjalan efektif, sehingga pertumbuhan ekonomi lebih banyak terkonsentrasi pada kelompok tertentu dibandingkan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Riset Transisi Bersih menemukan kesimpulan, ketimpangan tersebut tidak berdiri sendiri. Struktur ekonomi Indonesia masih didominasi oleh sektor berbasis ekstraksi sumber daya alam, di mana lebih dari separuh kekayaan kelompok superkaya berasal dari sektor ekstraktif.
"Model ekonomi ini secara inheren menghasilkan konsentrasi keuntungan pada segelintir pelaku, sementara biaya sosial dan lingkungan ditanggungkan kepada masyarakat luas," ungkap Direktur Eksekutif Transisi Bersih Abdurrahman Arum di Jember, Jawa Timur, Senin (4/5/2026).
Lihat video: Pakar Ekonomi: Kemiskinan, Ketimpangan, Pertumbuhan Ekonomi jadi Fokus Utama
Rahman menjelaskan, untuk waktu yang sangat lama keuntungan ekonomi dari eksploitasi sumber daya alam dinikmati oleh kelompok terbatas, sementara masyarakat menghadapi dampak berupa kerusakan lingkungan, bencana ekologis, serta penurunan kualitas hidup.
"Dengan demikian, ketimpangan ekonomi dan krisis iklim merupakan dua konsekuensi dari model pembangunan yang sama. Karena itu, jika kita hendak menurunkan tingkat ketimpangan dan bergiat untuk lingkungan yang lebih berkelanjutan, kita harus menghentikan model pembangunan yang tidak adil dan merusak," tekannya.
Akan tetapi, ketimpangan ekstrem dan krisis iklim itu justru diperkuat oleh struktur politik yang memungkinkan konsentrasi kekayaan dan kekuasaan terjadi secara bersamaan. Sebagaimana dirilis CELIOS, akumulasi kekayaan tidak hanya terlihat pada sektor bisnis, tetapi juga tercermin dalam struktur pejabat publik dan lembaga legislatif.
Hal ini menciptakan lingkaran yang saling menguatkan, di mana kebijakan publik berisiko lebih mencerminkan kepentingan kelompok tertentu dibandingkan kepentingan masyarakat luas. Tanpa perubahan arah kebijakan, ketimpangan ini diproyeksikan akan semakin dalam dan berpotensi mengunci mobilitas sosial.
Dalam kondisi tersebut, itu berarti kerja keras tidak lagi menjadi jaminan peningkatan kesejahteraan, khususnya bagi generasi muda yang menghadapi pasar kerja yang semakin sempit dan tidak stabil.
Transisi Bersih menegaskan kembali bahwa kondisi ini bukan kebetulan, melainkan konsekuensi dari struktur ekonomi dan politik yang tidak seimbang.
“Ketimpangan ekstrem yang kita lihat hari ini bukan terjadi karena ekonomi gagal tumbuh, tetapi karena hasil pertumbuhan dibiarkan terkonsentrasi pada segelintir kelompok,” ujar peneliti senior Transisi Bersih Sisdjiatmo K. Widhaningrat.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, Transisi Bersih mendorong enam agenda transformasi ekonomi yang tidak hanya bersifat redistributif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan. Pertama, pemerintah harus segera menerapkan pajak kekayaan secara progresif dan terarah.
"Pajak kekayaan perlu diterapkan pada kelompok superkaya sebagai instrumen koreksi ketimpangan ekstrem, dengan alokasi yang jelas untuk pembiayaan layanan publik, perlindungan sosial, dan investasi dalam transisi energi berkeadilan," kata Rahman.
Kedua, reorientasi model ekonomi dari ekstraktif ke produktif. Ketergantungan pada sektor berbasis eksploitasi sumber daya alam harus dikurangi secara bertahap, dengan mendorong pengembangan sektor manufaktur bernilai tambah tinggi. Industrialisasi perlu diarahkan pada penciptaan rantai nilai domestik yang kuat dan inklusif.
Ketiga, revitalisasi sektor manufaktur sebagai penggerak pemerataan. Penguatan industri manufaktur menjadi kunci untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan upah, dan memperluas basis kelas menengah. Kebijakan industri perlu difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi domestik, penguatan industri padat karya bernilai tambah, serta integrasi usaha kecil dan menengah dalam rantai pasok nasional.
Keempat, peningkatan produktivitas sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Transformasi ekonomi harus ditopang oleh peningkatan produktivitas melalui investasi pada pendidikan dan keterampilan tenaga kerja, penguatan riset dan inovasi, serta pembangunan infrastruktur ekonomi yang merata. Tanpa peningkatan produktivitas, pertumbuhan ekonomi akan terus bergantung pada eksploitasi sumber daya, bukan penciptaan nilai.
Kelima, transisi energi yang mendukung industrialisasi berkelanjutan. Pengembangan energi terbarukan harus diintegrasikan dengan strategi industrialisasi nasional, sehingga tidak hanya menurunkan emisi, tetapi juga menciptakan basis industri baru yang membuka peluang kerja dan memperluas pemerataan ekonomi.
Keenam, reformasi tata kelola ekonomi dan politik. Transparansi kekayaan, pencegahan konflik kepentingan, dan reformasi pembiayaan politik menjadi prasyarat untuk memastikan bahwa kebijakan ekonomi tidak didominasi oleh kepentingan sempit, melainkan benar-benar berpihak pada pembangunan yang inklusif.
Transisi Bersih menegaskan keberhasilan pembangunan tidak dapat lagi diukur semata dari pertumbuhan ekonomi, tetapi dari sejauh mana kesejahteraan dapat didistribusikan secara adil dan berkelanjutan. Rahman mengingatkan, Indonesia masih memiliki peluang untuk keluar dari jebakan ketimpangan dan ketergantungan pada ekonomi ekstraktif.
"Namun, tanpa perubahan mendasar dalam struktur ekonomi dan politik, pertumbuhan hanya akan memperbesar kesenjangan yang sudah ekstrem saat ini. Hanya dengan arah kebijakan yang tepat dan berani, Indonesia dapat membangun ekonomi yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan," ucapnya.
Konglomerat di Balik Djarum dan BCA: Gurita Bisnis Michael Bambang Hartono
Pengusaha nasional Michael Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura, Kamis (19/3/2026) siang. [897] url asal
#djarum #orang-terkaya-di-indonesia #michael-bambang-hartono #michael-bambang-hartono-meninggal-dunia #kekayaan-michael-bambang-hartono
(Kompas.com - Money) 19/03/26 19:40
v/169258/
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha nasional Michael Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura, Kamis (19/3/2026) siang.
Michael Hartono merupakan salah satu figur paling berpengaruh dalam lanskap konglomerasi Indonesia.
Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia membangun imperium bisnis keluarga yang berawal dari industri rokok kretek dan berkembang menjadi kelompok usaha lintas sektor, termasuk perbankan, elektronik, properti, dan ekonomi digital.
Pengusaha nasional sekaligus pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) di Singapura pukul 13.15 waktu setempat. Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh manajemen PT Djarum.Nilai kekayaannya yang terus berfluktuasi mengikuti pergerakan pasar menempatkannya secara konsisten dalam jajaran orang terkaya di Indonesia maupun dunia.
Pewaris bisnis rokok dan awal ekspansi
Michael Bambang Hartono lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939. Ia mewarisi bisnis keluarga setelah ayahnya, Oei Wie Gwan, meninggal dunia pada 1963.
Djarum, perusahaan rokok yang diwariskan tersebut kemudian berkembang menjadi produsen kretek besar di Indonesia di bawah kepemimpinan Michael dan Robert.
Ekspansi bisnis mulai dilakukan seiring pertumbuhan industri rokok. Djarum tercatat melakukan ekspor pertama pada 1972, sekaligus memperluas portofolio produk dan memperkuat jaringan distribusi.
Dalam perkembangannya, perusahaan tersebut menjadi salah satu pemain utama di industri tembakau nasional.
Keberhasilan di sektor rokok menjadi fondasi akumulasi modal yang kemudian digunakan untuk diversifikasi usaha. Strategi ini menjadi ciri utama pengembangan konglomerasi keluarga Hartono dalam beberapa dekade berikutnya.
Kompas.com/Tjahjo Sasongko Michael Bambang HartonoDiversifikasi usaha dan pembangunan konglomerasi
Seiring meningkatnya skala bisnis, keluarga Hartono memperluas investasi ke berbagai sektor industri. Salah satu langkah penting adalah pendirian merek elektronik Polytron pada 1975, yang menjadi pintu masuk grup ke sektor manufaktur elektronik konsumen.
Selain itu, grup usaha juga merambah bidang perkebunan, kertas, serta infrastruktur telekomunikasi.
Diversifikasi ini turut mencakup sektor properti premium di Jakarta. Kelompok usaha keluarga diketahui mengelola sejumlah aset komersial strategis, termasuk pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran yang terintegrasi dengan aktivitas bisnis finansial mereka.
Langkah diversifikasi dipandang sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu industri, sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru di tengah perubahan regulasi dan dinamika konsumsi masyarakat.
Investasi strategis di sektor perbankan
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan bisnis Michael Bambang Hartono adalah masuknya keluarga Hartono ke sektor perbankan melalui investasi di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Akuisisi saham bank tersebut terjadi setelah krisis ekonomi Asia 1997–1998, ketika kepemilikan BCA berpindah tangan melalui proses restrukturisasi.
Melalui konsorsium investasi dan restrukturisasi kepemilikan, keluarga Hartono secara bertahap memperbesar kendali atas bank tersebut hingga menjadi pemegang saham mayoritas.
Kepemilikan ini kemudian ditempatkan di bawah perusahaan investasi keluarga.
Investasi di sektor perbankan dinilai menjadi sumber utama kekayaan keluarga Hartono dalam dua dekade terakhir. Forbes mencatat sebagian besar kekayaan Michael dan Robert berasal dari kepemilikan saham di BCA.
SHUTTERSTOCK/FEYLITE Ilustrasi saham.Ekspansi ke ekonomi digital
Memasuki era transformasi digital, kelompok usaha keluarga Hartono juga memperluas investasi ke sektor teknologi dan e-commerce.
Salah satu langkah strategis adalah pencatatan Global Digital Niaga, induk dari platform e-commerce Blibli, dalam penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2022 yang berhasil menghimpun dana sekitar 510 juta dollar AS.
Investasi ini menambah dimensi baru dalam portofolio bisnis keluarga yang sebelumnya lebih dominan di sektor tradisional seperti rokok dan perbankan.
Selain itu, grup usaha juga diketahui memiliki investasi di startup teknologi global, memperkuat eksposur terhadap ekonomi digital.
Langkah tersebut mencerminkan adaptasi konglomerasi keluarga terhadap perubahan struktur ekonomi, termasuk meningkatnya peran platform digital dalam aktivitas konsumsi dan distribusi.
Kekayaan Michael Bambang Hartono
Berdasarkan data real time net worth Forbes per 19 Maret 2026, kekayaan Michael Bambang Hartono tercatat sekitar 17,5 miliar dollar AS
Dengan asumsi kurs Rp 16.995 per dollar AS, nilai tersebut setara sekitar Rp 297 triliun. Perhitungan ini menggambarkan posisi Bambang Hartono sebagai salah satu individu dengan kekayaan terbesar di Indonesia.
Forbes menjelaskan, perhitungan kekayaan para miliarder diperbarui secara berkala mengikuti pergerakan harga saham perusahaan publik serta estimasi nilai perusahaan tertutup.
Bambang Hartono, orang terkaya Indonesia dengan kekayaan mencapai Rp365 triliun, justru dikenal dengan gaya hidup sederhana.Dalam daftar tahunan orang terkaya Indonesia, Hartono bersaudara juga konsisten menempati posisi teratas. Pada daftar Forbes 2025, kekayaan gabungan keduanya mencapai sekitar 43,8 miliar dollar AS.
Nilai kekayaan tersebut mencerminkan kontribusi berbagai lini bisnis, mulai dari industri tembakau, sektor perbankan, hingga investasi digital dan properti.
Pengaruh di dunia bisnis nasional
Selama beberapa dekade, Michael Bambang Hartono menjadi simbol keberhasilan konglomerasi keluarga yang mampu bertahan dan berkembang lintas generasi.
Imperium bisnis yang dibangunnya menunjukkan transformasi dari perusahaan manufaktur tradisional menjadi kelompok usaha terdiversifikasi dengan eksposur global.
Portofolio yang luas membuat keluarga Hartono tetap relevan di tengah perubahan struktur ekonomi nasional. Investasi di sektor finansial dan teknologi juga memperlihatkan strategi jangka panjang dalam menjaga pertumbuhan nilai aset dan memperluas sumber pendapatan.
Selain aktivitas bisnis, Michael Bambang Hartono juga dikenal memiliki minat di bidang olahraga bridge, termasuk meraih medali perunggu dalam ajang Asian Games bersama tim Indonesia.
Dinamika kekayaan
Kekayaan Michael Bambang Hartono secara historis mengalami fluktuasi seiring perubahan valuasi aset. Pada periode sebelumnya, nilai kekayaannya pernah dilaporkan berada di kisaran lebih dari 25 miliar dollar AS.
Perubahan tersebut mencerminkan dinamika pasar keuangan, terutama terkait kinerja saham sektor perbankan yang menjadi salah satu kontributor utama nilai asetnya.
Di tingkat regional, Hartono juga termasuk dalam jajaran individu terkaya di Asia Tenggara.
Kombinasi kepemilikan di perusahaan publik dan bisnis privat menjadikan estimasi kekayaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar dan strategi ekspansi bisnis kelompok usaha.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Profil dan Biografi Michael Bambang Hartono: Orang Terkaya ke-4 RI yang Hobi Jajan di Pinggir Jalan
Michael Bambang Hartono (Oei Hwie Siang) tidak bisa dilepaskan dari statusnya sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, namun Ia jauh dari kesan glamor, dan... | Halaman Lengkap [989] url asal
#djarum #hartono #daftar-orang-terkaya #djarum-grup #orang-terkaya-di-indonesia
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 19/03/26 16:06
v/169109/
JAKARTA - Nama Michael Bambang Hartono (Oei Hwie Siang) tidak bisa dilepaskan dari statusnya sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Bersama adiknya Robert Budi Hartono, Ia memimpin Grup Djarum , imperium bisnis yang merambah dari industri rokok, perbankan, hingga teknologi digital.Namun di balik pundi-pundi kekayaannya yang mencapai ratusan triliun rupiah, Bambang Hartono dikenal sebagai sosok yang sangat rendah hati, jauh dari kesan glamor, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi melalui dunia olahraga.
Penyelamat Bank BCA di Tengah Krisis
Salah satu tonggak sejarah terbesar Bambang Hartono adalah keberaniannya mengambil alih PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pasca-krisis moneter 1998. Di bawah kendali Grup Djarum melalui FarIndo Investments, BCA bertransformasi dari bank yang hampir kolaps menjadi bank swasta terbesar dan paling bernilai di Indonesia saat ini.Strategi tangan dingin Bambang dan Budi Hartono dalam mengelola BCA fokus pada efisiensi teknologi dan layanan nasabah, yang kini menjadi standar emas bagi industri perbankan nasional. Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia versi Forbes September 2025, Total Kekayaan Tembus Rp2.506 Triliun
Pengambilan alih saham dilakukan kedua pihak melalui konsorsium FarIndo Investments (Mauritius) Ltd dan Farallon Capital Manegement LLC. Saham Bank Central Asia sebesar 51,51% berhasil dikuasai MIchael dan Budi Hartono.
Investasi di Bank swasta BCA itulah yang membuat kekayaan Hartono bersaudara kian melambung. Siapa sangka di akhir 2020 lalu, aset BCA tembus Rp1.000 triliun.
Namun jauh sebelum itu, tahun 1951 menjadi titik awal memulai bisnis, saat sang ayah Oei Wie Gwan membeli perusahaan rokok NV Murup yang dilanda permasalahan internal terkait keuangan.
Berita Duka! Bos Group Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia
Sebelum PT Djarum berkiprah, NV Murup memproduksi rokok bermerek dagang ‘Djarum Gramofon’. Namun Oei Wie Gwan berusaha membenahi perusahaan dan menamainya 'Djarum’ saja. Ditangan sang ayah, Djarum berhasil bangkit dari keterpurukan. Di tahun 1962 tercatat 329 juta batang rokok per tahun berhasil diproduks Djarum.
Kejayaan tak berlangsung cukup lama, setahun berselang terjadi kebakaran pabrik rokok Djarum dan membakar habis produksi dan hanya menyisakan Kawasan pabrik di Kliwon, Kudus, Jawa Tengah. Kesedihan belum sempat mereda, beberapa waktu kemudian, sang ayah Oei Wie Gwan meninggal dunia.
Namun Michael Bambang dan Budi Hartono punya keharusan mengambil alih memimpin perusahaan yang sedang tertatih tersebut. Usia mereka masih sangat muda kala itu, mereka hanya tak ingin musibah kebakaran dan wafatnya sang ayah memperburuk kondisi perusahaan.
Setelahnya mereka terus berbenah, salah satunya mendatangkan peralatan produksi dan pengolahan tembakau dari Inggris dan Jerman Barat. Pelan tapi pasti, usaha rokok Djarum berhasil bangkit dan pulih.
Produksi rokok semakin menguat di sepanjang tahun 1965 hingga 1968 dan berhasil mencapai 3 miliar batang. Di tahun 1973, PT. Djarum melebarkan sayap ke pasar Amerika Serikat, Arab Saudi, Jepang dan negara lainnya. Produksi rokok waktu itu mencapai 48 miliar batang per tahun, 20% dari total produksi rokok nasional.
Michael dan Robert bahu membahu mengibarkan bendera Djarum sampai ke luar negeri. Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, melampaui Gudang Garam dan Sampoerna. Mereka berdua tak hanya bermain di industri rokok.
Hartono bersaudara juga mencetuskan lahirnya PT Indonesia Electronic & Engineering di tahun 1975, kemudian diubah menjadi PT Hartono Istana Electronic di tahun 1976. Hal itu membuat kekayaan Bambang Hartono kian bertambah.
Saat setelah merger dilakukan, namanya diubah kembali menjadi PT Hartono Istana Teknologi yang memproduksi berbagai peralatan elektronik dengan merek dagang Polytron. Merek Polytron terkenal sebagai perusahaan memproduksi televisi, pengeras suara, kulkas dan elektronik lainnya.
Setelahnya Michael dan Robert menjadi pemegang saham terbesar dari Bank Central Asia (BCA). Melalui Farindo Holding Ltd, mereka berdua, menguasai 51 persen saham BCA.
Di bidang perkebunan mereka membangun, Hartono Plantation Indonesia. Tahun 2001, mereka juga membeli Salim Oleochamicals, perusahaan yang memproduksi minyak sawit dan minyak kelapa untuk sampo. Mereka juga memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008.
Di bidang properti, mereka adalah pemilik Grand Indonesia. Perusahaan mereka, Fajar Surya Perkasa yang membangun Mall Daan Mogot dan Nagaraja Lestari yang membangun Pulogadung Trade Center. Perusahaan properti mereka membangun perumahan hingga hotel.
Gurita Bisnis Grup Djarum di Era Digital
Di bawah kepemimpinan keluarga Hartono, Grup Djarum tidak terjebak pada industri tradisional. Melalui Global Digital Niaga, mereka merambah dunia e-commerce dengan Blibli, mengakuisisi platform tiket daring Tiket.com, hingga berinvestasi besar di sektor menara telekomunikasi lewat Sarana Menara Nusantara (TOWR).Langkah diversifikasi ini membuktikan bahwa Bambang Hartono adalah pemimpin yang adaptif terhadap disrupsi teknologi, memastikan keberlanjutan bisnis keluarga Hartono hingga generasi mendatang.
Tetap Merakyat Meski Berharta Triliunan
Publik sempat dihebohkan oleh foto viral Bambang Hartono yang sedang asyik makan di sebuah warung sederhana Tahu Pong di Semarang. Bagi pria kelahiran Kudus, 2 Oktober 1939 ini, kemewahan bukanlah prioritas.Ia seringkali terlihat tampil sederhana tanpa pengawalan ketat. Baginya, kenyamanan dan rasa makanan jauh lebih penting daripada gengsi. Kesederhanaan ini menjadi inspirasi bagi banyak pengusaha muda tentang pentingnya tetap membumi meskipun telah mencapai puncak kesuksesan.
Pada akhir 2025 lalu, kekayaannya tercatat sebesar USD19,2 miliar atau sekitar Rp315,9 triliun, menempatkannya di posisi keempat orang terkaya di Indonesia.
Legenda Bridge Indonesia dan Peraih Medali Asian Games
Selain bisnis, gairah terbesar Bambang Hartono adalah olahraga Bridge. Ia bukan sekadar hobi, melainkan pemain tingkat dunia. Bambang adalah sosok yang berjuang agar cabang olahraga Bridge bisa dipertandingkan di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.Hasilnya? Di usia yang saat itu menginjak 78 tahun, ia berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia. Bonus dari pemerintah pun ia sumbangkan kembali untuk pembinaan olahraga.
"Bridge melatih kita untuk mengambil keputusan dengan data yang tidak lengkap, persis seperti dalam dunia bisnis," ungkap Bambang mengenai filosofi olahraganya.
Biodata Singkat Michael Bambang Hartono:
Nama Lengkap: Michael Bambang Hartono (Oei Hwie Siang)Tempat, Tanggal Lahir: Kudus, 2 Oktober 1939
Posisi: Pemilik Grup Djarum & Pemegang Saham Pengendali BCA
Hobi: Olahraga Bridge (Pemain Profesional)
Kekayaan: Posisi keempat teratas dalam daftar orang terkaya Indonesia 2026 (Versi Forbes)
Karir: Direktur Djarum (1963 - 2016)
Pendidikan: Universitas Diponegoro (1959 - 1963)
Michael Bambang Hartono adalah bukti nyata bahwa kekayaan sejati tidak diukur dari apa yang dipamerkan, melainkan dari apa yang dibangun dan bagaimana dampak tersebut dirasakan oleh jutaan orang.
Daftar 10 Orang Terkaya RI Awal 2026 versi Forbes, Prajogo dan Agoes Dirut BRMS
Daftar orang terkaya di Indonesia kembali mengalami perubahan seiring dengan persaingan yang terjadi di pasar. Berdasarkan data Forbes Billionaires per Selasa (6/1) nama Prajogo Pangestu di urutan 1. [671] url asal
#orang-terkaya #orang-terkaya-di-indonesia #update-me #prajogo-pangestu #agoes-projosasmito
Daftar orang terkaya di Indonesia kembali mengalami perubahan seiring dengan persaingan yang terjadi di pasar. Berdasarkan data Forbes Billionaires per Selasa (6/1), konglomerat pemilik Grup Barito, Prajogo Pangestu, masih kokoh menempati posisi orang terkaya nomor satu di Tanah Air.
Nilai kekayaannya mencapai US$ 37,8 miliar atau setara Rp 633,07 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.748 per dolar AS). Di tingkat global, Prajogo berada di peringkat 55 orang terkaya dunia.
Sumber kekayaan Prajogo berasal dari gurita bisnis Grup Barito yang mencakup sektor energi, pertambangan, hingga logistik. Lonjakan harga saham emiten-emiten yang berada di bawah kendalinya, ditopang sejumlah aksi korporasi, menjadi pendorong utama kenaikan hartanya. Pada Juli tahun lalu, Prajogo juga membawa anak usahanya PT Chandra Asri Pacific Tbk (CDIA) melantai di BEI.
Di bawah Prajogo, posisi berikutnya ditempati Hartono bersaudara, yakni Budi Hartono dan Michael Hartono. Kekayaan masing-masing berselisih sekitar empat belas miliar dolar AS dari Prajogo. Namun jika digabung, total kekayaan Hartono bersaudara mencapai US$ 45,3 miliar.
Keduanya merupakan pengendali Grup Djarum, dengan portofolio bisnis yang mencakup sektor perbankan melalui PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), ritel PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), hingga investasi digital.
Namun, dari daftar orang terkaya di awal Januari 2026 ini, nama Agoes Projosasmito menjadi sorotan pasar. Agoes berhasil masuk jajaran 10 orang terkaya di Indonesia pada awal Januari 2026. Pada Desember lalu, Agoes yang merupakan Direktur Utama BRMS itu bertengger di urutan ke 11.
Masuknya nama Agoes terjadi seiring melonjaknya nilai bisnisnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Forbes mencatat kekayaan Agoes mencapai US$ 6,4 miliar atau sekitar Rp 107,18 triliun.
Jumlah kekayaan Agoes menempatkannya di peringkat 602 orang terkaya dunia. Kenaikan kekayaan tersebut tak lepas dari kinerja cemerlang perusahaan-perusahaan yang berada di bawah kendalinya.
Saat ini, Agoes menjabat sebagai Direktur Utama BRMS, Wakil Direktur Utama BUMI, serta Presiden Komisaris dan pengendali PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Agoes dikenal sebagai figur senior di industri keuangan dan pasar modal dengan pengalaman lebih dari empat dekade. Kariernya dimulai sebagai Head of Capital Markets PT Danareksa pada 1982. Ia kemudian menempati berbagai posisi strategis, antara lain Wakil Presiden Direktur DBS Securities Indonesia pada 1992–1995 dan Direktur Utama Danareksa pada 1995–2001.
Ia diangkat sebagai Komisaris Utama AMMN pada Februari 2021 dan menjabat Direktur Utama BRMS sejak Maret 2022. Selain berkiprah di pasar modal, Agoes juga memiliki jam terbang panjang di sektor pertambangan, termasuk sebagai Komisaris Utama Amman Mineral Internasional, Wakil Direktur Amman Mineral Nusa Tenggara, Direktur Utama Ithaca Resources, serta Komisaris Utama Maduma Coal Energy.
Kinerja saham-saham yang berada di bawah kendali Agoes bersinar sepanjang 2025 dan diproyeksikan berlanjut pada 2026. Saham BRMS, misalnya, melonjak 193,98% secara tahunan atau year on year (yoy). Tahun ini, BRMS diperkirakan akan menangguk banyak emas, terutama dari Tambang Palu, seiring tren kenaikan harga emas global. Sentimen positif juga datang dari setelah BRMS sebagai konstituen MSCI Global Standard.
Sementara itu, BUMI juga diproyeksikan mendapat kebanjiran pasokan emas dan tembaga pada 2026. Perseroan telah menguasai 64,98% saham tambang emas Jubilee Metals Limited dan 100% saham tambang tembaga Wolfram Limited. Jubilee Metals Limited diperkirakan mulai melakukan kegiatan penambangan pada Juli 2026 dengan target produksi 9,89 ons emas.
Daftar 10 orang terkaya Indonesia versi Forbes di awal Januari 2026:
- Prajogo Pangestu: US$ 37,8 miliar atau setara dengan Rp 633,07 triliun
- Low Tuck Kwong: US$ 23,8 miliar atau setara dengan Rp 398,60 triliun
- R. Budi Hartono: US$ 21,5 miliar atau setara dengan Rp 360,08 triliun
- Michael Hartono: US$ 20,7 miliar atau setara dengan Rp 346,68 triliun
- Tahir & family: US$ 10,8 miliar atau setara dengan Rp 180,87 triliun
- Otto Toto Sugiri: US$ 10,1 miliar atau setara dengan Rp 169,15 triliun
- Haryanto Tjiptodihardjo: US$ 8,9 miliar atau setara dengan Rp 149,05 triliun
- Sri Prakash Lohia: US$ 8 miliar atau setara dengan Rp 133,98 triliun
- Marina Budiman: US$ 7,3 miliar atau setara dengan Rp 122,26 triliun
- Agoes Projosasmito: US$ 6,4 miliar atau setara dengan Rp 107,18 triliun
Ketimpangan Makin Lebar, Cak Imin: 1% Orang Kuasai Hampir Separuh Kekayaan Nasional
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyoroti ketimpangan distribusi kekayaan di Indonesia. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat... | Halaman Lengkap [230] url asal
#orang-terkaya-di-indonesia #cak-imin #ketimpangan-sosial #kesenjangan-sosial #pemerataan-ekonomi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 21/11/25 19:58
v/46123/
JAKARTA - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau yang biasa disapa Cak Imin menyoroti ketimpangan distribusi kekayaan di Indonesia. Ia menyebut bahwa satu persen orang terkaya menguasai hampir separuh total kekayaan nasional.Hal tersebut disampaikan dalam keynote speech Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 INDEF, dikutip Jumat (21/11). "Kita juga mendapati bahwa 1 persen orang terkaya di negeri ini menguasai hampir 50 persen total kekayaan nasional kita," ujarnya.
Kondisi tersebut diniai menjadi faktor mengapa pertumbuhan ekonomi 5% yang stabil selama bertahun-tahun belum memberikan dampak signifikan bagi banyak keluarga. Cak Imin menyebut pertumbuhan makro tidak selalu berbanding lurus dengan kekuatan ekonomi rumah tangga.
10 Orang di Indonesia Lebih Kaya dari 114 Juta Penduduk, Hashim: Termasuk Keluarga Saya
"Pertumbuhan dan pemerataan masih berjalan di dua jalur yang berbeda. Makro tumbuh, mikro bertahan,” lanjutnya.
Ia juga menekankan bahwa pendapatan keluarga masih menghadapi tekanan akibat kenaikan kebutuhan yang tidak sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Menurutnya banyak pekerja, petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang belum merasakan peningkatan kesejahteraan meskipun indikator ekonomi nasional menunjukkan perbaikan.
HT: Bonus Demografi dan Ketimpangan Sosial Jadi Tantangan Indonesia ke Depan
Menko Cak Imin mendefinisikan ketimpangan tersebut sebagai “kemacetan struktural” yaitu kondisi ketika pertumbuhan tidak menetes ke bawah dan hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
"Ekonomi tidak menetes dari atas ke bawah, tapi hanya bertahan di kantong-kantong sebagian orang, sementara sebagian lainnya tetap hidup dengan kantong yang kosong," jelasnya.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56