JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini diproyeksikan akan menguat, Jumat (24/10/2025).
Pada penutupan bursa kemarin, IHSG ditutup di level 8.274 atau menguat 121,80 poin setara 1,49 persen.
Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, di Korea Selatan pada Kamis pekan depan.
Pertemuan sebelumnya terjadi enam tahun lalu atau sebelum pandemi Covid-19 ketika Trump menjabat sebagai presiden.
Agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi hubungan antara AS dengan China, pembahasan tarif, pembatasan ekspor, pembelian pertanian, khususnya kedelai yang dihentikan oleh China, perdagangan fentanyl, dan permasalahan Taiwan yang membuat semua pihak menjadi gelisah.
Mengenai tarif, semua pihak berharap dapat diselesaikan sebelum tanggal 10 November mendatang, karena mungkin tidak akan ada perpanjangan lagi setelah ini.
Dari dalam negeri, pemerintah Indonesia menerbitkan obligasi perdana berdenominasi yuan atau dim sum bond senilai 6 miliar yuan setara 842 juta dollar AS dalam dua tenor, yakni 5 tahun dengan imbal hasil 2,5 persen dan 10 tahun dengan imbal hasil 2,9 persen, atau lebih rendah dari panduan awal.
Obligasi ini merupakan obligasi senior tanpa jaminan, berkupon tetap, dan tercatat di Bursa Efek Singapura.
"Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 8.020-8.290," kata dia dalam analisisnya, Jumat (24/10/2025).
Sementara itu, analis MNC Sekuritas, T.
Herditya Wicaksana, mengatakan bahwa IHSG menguat 1,49 persen ke 8.274 dan disertai dengan munculnya volume pembelian.
Penguatan juga sempat menembus area resistance 8.288.
IHSG berpotensi untuk menguji area 8.297-8.314. "Namun demikian, tidak menutup kemungkinan IHSG akan terkoreksi dalam jangka pendek menguji 8.236-8.259," ucap dia.
Berikut ini adalah rekomendasi teknikal dari beberapa perusahaan sekuritas.
1. Pilarmas Investindo
- PGAS last price 1.770, support 1.725, resistance 1.840, target 1.820
- BBRI last price 3.820, support 3.750, resistance 3.950, target 3.920.
- MINA last price 196, support 184, resistance 218, target 210
2. BNI Sekuritas
- BMRI speculative buy, area beli 4.400-4.380, cutloss 4.380, target 4.540-4.600
- BRMS speculative buy, area beli 875-920, cutloss 870, target 940-990
- BUMI speculative buy, area beli 128-132, cutloss 127, target 135-140
3. MNC Sekuritas
- ADHI buy on weakness 260-268, stoploss below 258 target 286-298
- BRPT speculative buy 3.600-3.720, stoploss below 3.510, target 3.930-4.140
- ELSA speculative buy 496-505, stoploss below 492, target 525-545
- SMRA buy on weakness 368-386, stoploss below 362, target 414-428
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi dan analisis saham berasal dari analis sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pastikan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang