Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak enam orang perwakilan nasabah PT AsuransiJiwasraya (Persero) melakukan pertemuan dengan tim likuidasi (TL) Jiwasraya yang diketuai oleh Lutfi Rizal pada hari ini, Kamis (27/11/2025).
Salah satu perwakilan nasabah Jiwasraya, Machril mengungkapkan pertemuan kurang lebih 2,5 jam itu menindaklanjuti adanya surat Neraca Sementara Likuidasi (NSL) Jiwasraya yang telah disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dipublikasikan ke publik pada 14 November 2025.
Machril merincikan, dalam NSL tersebut jumlah aset tercatat Rp133 miliar, sedangkan kewajiban atau liabilitas sebesar Rp219 miliar. Dengan demikian, masih ada kekurangan dana senilai Rp85 miliar.
“Nah, ini kita minta kepada pihak TL coba telusuri lagi surat kami kepada Kementerian Keuangan untuk aset sitaan yang diserahkan oleh kejaksaan Agung digunakan untuk kekurangan yang dihadapi oleh tim TL,” katanya kepada Bisnis di lokasi, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Machril membeberkan surat yang pihaknya sampaikan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan pada Kamis 16 Oktober 2025 disebut sudah sampai ke meja pimpinan DJKN.
Sebab demikian, dia mengaku pihaknya kini telah mendapatkan gambaran dari pihak tim likuidasi untuk tindak selanjutnya. Namun, pihaknya juga tetap menunggu respons dari Kementerian Keuangan.
“Untuk progres penyelesaian itu nanti pihak TL akan memberikan suatu surat kepada pemegang polis untuk data nomor rekening, alamatnya, dan kebutuhan data-data lain,” ucapnya.
Sebab itu, dirinya kembali menegaskan bahwa pihaknya sangat berharap agar uang sitaan dari Kejaksaan Agung yang saat ini masih ada di DJKN Kementerian Keuangan bisa menutupi kekurangan Rp85 miliar itu.
“Kita masih menunggu jawaban dari sana, karena ada dananya di situ. Dananya kan dana sitaan Jiwasraya, artinya hak kami sebagai nasabah Jiwasraya melekat di situ,” tegas Machril.
Oleh karena itu, hingga sejauh ini para nasabah jiwasraya yang menolak restrukturisasi masih belum menerima kembali uangnya. Machril dan nasabah lainnya berharap kasus ini bisa cepat diselesaikan oleh pemerintahan Prabowo Subianto.
“Momen ini bisa jadi sejarah buat industri asuransi Indonesia bila diselesaikan dengan gentleman ya. Jadi bisa membangun trust ya kalau pemerintah ini bener-bener serius menyelesaikannya,” pungkasnya.
Berdasarkan catatan Bisnis, pada Kamis, 16 Oktober 2025 sebanyak enam orang perwakilan nasabah Jiwasraya mendatangi kantor Purbaya Yudhi Sadewa dan diarahkan ke gedung Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu.
Machril mengatakan tujuan kedatangan mereka adalah ingin bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sekaligus meminta informasi lanjutan mengenai pengembalian dana, khususnya peserta program bancassurance.
Kendati demikian, keenam orang tersebut tak berhasil menemui Purbaya hari ini dan akhirnya bertemu dengan salah satu perwakilan dari DJKN. Hal serupa pun terjadi saat kunjungannya pada 29 September kemarin.
“Nah, tanggal 29 September yang lalu saya datang yang menerima posisi yang seperti begini kan. Ya, sampai kapanpun enggak bisa memutuskan, ya kan? ‘Saya enggak punya kewenangan Pak, enggak mungkin mencairkan uang negara gitu’,” katanya di gedung DJKN Kemeneku.
Adapun, pada kunjungannya hari ini, Machril turut mengatakan keberatan soal alasan penjelasan tim likuidasi bahwa uang untuk pengembalian dana kurang. Padahal, menurutnya masih ada uang sitaan dari Kejaksaan Agung (Kejagung) yang sudah diserahkan kepada negara.