Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar agenda rapat untuk membahas persiapan pelaksanaan program Mudik dan Balik Rantau Gratis 2026 pada Selasa (4/11/2025).
Agenda itu dihadiri oleh unsur pemerintah daerah se-Jawa Tengah, organisasi perangkat daerah (OPD), pihak swasta, serta paguyuban masyarakat.
Sumarno, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, menjelaskan bahwa program itu kembali digelar dan diharapkan bisa berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Kami berharap, masyarakat bisa memanfaatkan program Mudik Balik Rantau Gratis 2026. Kapasitasnya terbatas dan peminatnya sangat besar. Jangan sampai sudah mendaftar tapi tidak jadi berangkat," ujar Sumarno.
Sumarno menyebut, kehadiran pemudik pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) menjadi momentum yang penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Para pemudik baik yang melintas maupun yang menuju Jawa Tengah diharapkan melakukan transaksi untuk mendukung perekonomian wilayah itu.
Pada tahun-tahun sebelumnya, program mudik dan balik rantau gratis yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah biasanya dilakukan di beberapa titik.
Pada Maret 2025 lalu, keberangkatan peserta mudik gratis dengan armada bus dipusatkan di Museum Purna Bhakti Pertiwi Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sementara peserta dengan moda transportasi kereta api diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen.
Pelaksanaa program ini ikut melibatkan pihak swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Bank Jateng, pada program mudik gratis tahun ini, menyediakan 65 armada bus serta 4 gerbong kereta api Tawang Jaya Premium. Total dana sebesar Rp1,7 miliar disalurkan untuk mendukung program tersebut.
Leles Sudarmanto, Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, menjelaskan bahwa minat masyarakat untuk mengikuti program mudik dan balik rantau gratis itu tercatat sangat tinggi.
Hingga November 2025, tercatat ada 1.927 orang yang mendaftar sebagai peserta.
"Animo masyarakat sangat tinggi, terlebih untuk tujuan Sukoharjo, Cilacap, Wonogiri, Purworejo, Kebumen, Magelang, dan Soloraya," ungkap Leles.