Bisnis.com, JAKARTA - Menghadapi pengobatan kanker pada anak bukanlah hal yang mudah. Salah satu hal penting yang perlu dipahami oleh orang tua adalah mengenai efek samping terapi, agar dapat memberikan pendampingan yang tepat dan mendukung proses pemulihan anak.
Dilansir dari laman kemenkes, setiap anak akan mengalami efek samping yang berbeda-beda, tergantung jenis obat, dosis, dan kondisi tubuhnya. Efek ini merupakan bagian dari proses penghancuran sel kanker, bukan tanda pengobatan gagal. Tim medis akan terus memantau dan membantu mengurangi ketidaknyamanan tersebut.
Jenis Efek Samping Berdasarkan Jenis Pengobatan
1. Kemoterapi
Mual dan muntah
Rambut rontok
Kelelahan
Rentan terhadap infeksi
Anemia (kurang darah)
Penurunan nafsu makan
Sariawan
Perubahan kulit dan kuku
Gangguan pencernaan (diare atau konstipasi)
Gangguan pertumbuhan (jika jangka panjang)
2. Radiasi
Iritasi kulit di area penyinaran
Kelelahan
Gangguan pertumbuhan tulang atau jaringan yang terkena radiasi
Mual (jika radiasi di perut)
Gangguan belajar (jika di kepala)
3. Operasi
Nyeri di area operasi
Bengkak dan memar
Infeksi pada luka operasi
Gangguan fungsi organ (jika organ tertentu diangkat sebagian)
Namun penting untuk dipahami bahwa tidak semua anak akan mengalami efek samping yang sama, dan tidak semua efek samping akan muncul. Beberapa anak mungkin hanya mengalami efek ringan, sementara yang lain bisa mengalami efek samping yang lebih berat. Tim medis akan memantau kondisi anak secara berkala dan memberikan penanganan untuk mengurangi ketidaknyamanan atau risiko yang mungkin terjadi.
Tanda Bahaya yang Perlu Penanganan Medis Segera
Jika anak mengalami gejala di bawah ini, segera bawa ke IGD:
Demam tinggi (≥38°C)
Kejang
Sulit dibangunkan atau bicara kacau
Sesak napas atau nyeri dada berat
Pembengkakan wajah/leher saat berbaring
Muntah atau batuk darah
BAB berdarah atau hitam seperti kopi
Urin berwarna merah atau gelap pekat
Kelemahan mendadak pada tangan/kaki
Cara Mengatasi Efek Samping Umum
1. Mual dan Muntah
Berikan obat anti-mual sesuai resep dokter
Sajikan makanan ringan dan tidak berlemak
Hindari makanan berbau tajam
Pastikan anak tidak berperut kosong
Jaga suasana tenang dan nyaman
2. Kelelahan
Biarkan anak cukup istirahat
Hindari aktivitas berlebihan
Ajak anak melakukan aktivitas ringan (mewarnai, membaca)
Penuhi kebutuhan gizi dan cairan
3. Dehidrasi
Ciri dehidrasi: mulut kering, BAK jarang, urin gelap
Berikan air putih sedikit demi sedikit tetapi sering (misalnya setiap 15–30 menit).
Bisa juga diberikan oralit, jus encer, air kelapa, atau sup bening jika anak tidak muntah.
Hindari minuman bersoda, terlalu manis, atau berkafein.
Berikan makanan tinggi cairan : Sup, bubur encer, buah-buahan seperti semangka, jeruk, atau melon dapat membantu menambah cairan tubuh.
4. Infeksi
Cuci tangan rutin dengan sabun
Jaga lingkungan tetap bersih
Hindari kerumunan/orang sakit
Pastikan makanan matang sempurna
Jangan berbagi mainan atau alat makan
Peran Orang Tua dalam Mendampingi Anak
Pantau dan catat gejala anak setiap hari
Laporkan semua efek samping ke tim medis
Jangan menurunkan dosis atau menghentikan obat tanpa izin dokter
Berikan dukungan emosional, peluk dan dengarkan anak
Jadwalkan waktu bermain dan waktu tenang
Libatkan anak dalam aktivitas sesuai kemampuan agar tetap merasa “normal”
Kesehatan Mental Anak dan Keluarga
Efek samping tidak hanya dirasakan secara fisik, tapi juga secara emosional. Anak mungkin merasa:
Takut atau cemas
Marah
Bingung
Tidak nyaman dengan perubahan tubuh
Apa yang bisa orang tua lakukan?
Validasi perasaan anak (“Bunda tahu kamu lagi gak nyaman…”)
Ajak bicara secara terbuka sesuai usianya
Libatkan psikolog anak bila perlu
Cari dukungan komunitas atau kelompok sebaya