Bisnis.com, JAKARTA – Emiten rumah sakit PT Bundamedik Tbk. (BMHS) melakukan ekspansi layanan untuk meningkatkan pendapatan hingga akhir 2025.
Direktur Keuangan Bundamedik Cuncun Wijaya menerangkan hingga akhir tahun, perseroan masih akan berfokus pada layanan kesehatan bagi segmen ibu dan anak. Sejumlah ekspansi telah dilakukan perusahaan untuk mendukung rencana ini.
Misalnya pada Agustus lalu, Bundamedik mengoperasikanpenggunaan robot bedah untuk mengangkat jaringan kanker payudara tanpa mengubah bentuk anatomi alami payudara alias robotik skin sparing mastectomy. Manajemen mengklaim praktik ini merupakan tindakan pertama di Asia Tenggara.
Selain itu, pada tengah November lalu BMHS juga memperluas kapasitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Layanan ini memiliki kapasitas 31 tempat tidur yang dapat membantu pemulihan 250–300 bayi berisiko tinggi per tahunnya. NICU adalah fasilitas tempat perawatan intensif khusus bayi.
“Jadi untuk di sisa tahun ini, pastinya kami menekankan di produk perempuan dan anak. Pasti penetrasi kami selalu berfokus pada produk ibu dan anak, yang didukung oleh teknologi yang canggih,” katanya dalam paparan publik, Rabu (26/11/2025).
Sikap optimistis BMHS juga ditopang oleh proyeksi kinerja anak usaha yakni PT Morula Indonesia (Morula). Entitas yang mengoperasikan klinik Morula IVF Jakarta di Menteng itu disebut tengah bertumbuh. Morula IVF adalah klinik fertilitas yang menggunakan teknologi pembantu reproduksi (seperti in vitro fertilization (IVF) alias bayi tabung) untuk membantu pasangan yang kesulitan memiliki anak.
Terakhir, perseroan juga mengekspektasikandemandyang lebih besar terhadap permintaanmedical check up(MCU) pada akhir tahun. Secara historis, Cuncun menerangkan bahwademandterhadap produk ini bertumbuh signifikan di akhir tahun.
“Sedangkan lab, diagnosis, biasa setiap akhir tahun itu kami melakukan penetrasi kepada MCU melaluibusiness-to-businessmaupun ke ritel. Biasanyademanddari permintaan pasar itu di akhir tahun,” kata Cuncun.
Dengan begitu, BMHS cukuppedeuntuk membukukan pertumbuhan pendapatan hinggadouble digitsepanjang 2025. Mengingat, lebih dari separuh perjalanan BMHS pada 2025 telah mencatatkan kinerja yang positif.
Untuk diketahui, BMHS membukukan pendapatan senilai Rp1,154 triliun per September 2025. Posisi itu setara penyusutan pendapatan sebesar 0,17% YoY dari posisi Rp1,156 triliun pada periode yang sama 2024.
Susutnya pendapatan perseroan terutama disebabkan turunnya bisnis di dua segmen yakni pelayanan kesehatan, yang hanya mampu membukukan pendapatan Rp1,22 triliun per September 2025. Jumlah itu masih di bawah Rp1,64 triliun pada torehan Desember 2024. Begitu juga pada segmen lainnya yang hanya mampu membukukan pendapatan senilai Rp143,30 miliar per September 2025.
Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, BMHS masih mampu membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih yang tumbuh 3,84% YoY menjadi Rp12,24 miliar per September 2025. Laba bersih BMHS mampu tumbuh dari posisi Rp11,79 miliar pada periode yang sama 2024.
Adapun selain target jangka pendek, BMHS juga telah menyiapkanroadmapjangka panjang hingga lima tahun dalam pengembangan bisnisnya. Dalamroadmaptersebut, BMHS memiliki rencana untuk memperluas ekspansinya, baik melalui pembangunan RS baru atau akuisisi.
“Dalamroadmapmemang ada rencana untuk kami menambah rumah sakit, baik strateginya adalah membangun dari awal atau juga melakukan akuisisi dari rumah sakit yang ada. Jadi kemungkinan untuk melakukan akuisisi itu ada dalam program lima tahun kami,” katanya.