Bisnis.com, BALIKPAPAN — Mobilitas angkutan udara domestik Kalimantan Timur menunjukkan pertumbuhan 32,91% dibanding periode Februari.
Angka ini menjadi indikator pemulihan sektor transportasi regional yang terus menggeliat pascapandemi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur Mas'ud Rifai, menyatakan sebanyak 273.842 penumpang domestik menggunakan jasa penerbangan pada Maret lalu.
Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh lonjakan aktivitas di Bandara Sepinggan-Balikpapan yang meroket 55,94%, Bandara Datah Dawai-Mahakam Ulu naik 41,15%, serta Bandara APT Pranoto-Samarinda yang tumbuh 35,86%.
"Sementara itu, Bandara yang mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu Bandara Kalimarau-Berau sebesar 48,29 persen," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).
Dominasi Bandara Sepinggan-Balikpapan sebagai pintu gerbang utama Kaltim kian kentara.
Tidak tanggung-tanggung, fasilitas ini menampung 212.288 penumpang atau menguasai 77,52% pangsa pasar transportasi udara domestik provinsi.
Sementara Bandara APT Pranoto-Samarinda menyusul di posisi kedua dengan 39.452 penumpang atau 14,40% dari total keseluruhan.
Di sektor penerbangan internasional, Bandara Sepinggan tetap menjadi satu-satunya gerbang luar negeri Kaltim dengan mencatat 5.819 penumpang pada Maret atau naik 25,38% dari bulan sebelumnya.
Secara kumulatif Januari—Maret 2026, penumpang internasional mencapai 16.189 orang, meningkat 16,50% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding periode sama 2025.
Meski begitu, bayang-bayang pesimisme tetap mengintai. Dalam rentang Januari—Maret 2026, total penumpang udara domestik justru turun 0,90% menjadi 703.156 orang dibanding tahun lalu.
Penurunan ini terutama terjadi di Bandara Sepinggan yang merosot 8,82% secara kumulatif.
Sementara itu, sektor angkutan laut mencatat lonjakan fenomenal mengingat bulan tersebut bertepatan dengan bulan Ramadan.
Jumlah penumpang kapal laut domestik melesat 174,60% menjadi 109.104 orang pada Maret 2026.
Pelabuhan Semayang-Balikpapan memimpin dengan kenaikan 187,91%, disusul Samarinda (149,34%) dan Bontang-Lhok Tuan (133,84%).
Di sisi logistik, volume barang yang diangkut melalui jalur laut mencapai 11,32 juta ton pada Maret atau naik 31,74% secara bulanan (month-to-month/mtm).
Pelabuhan Kuala Samboja mendominasi dengan 2,72 juta ton (24,05%), diikuti Sangkulirang 2,45 juta ton (21,66%), dan Tanah Grogot 1,86 juta ton (16,41%).
Ironisnya, beberapa pelabuhan justru mengalami kontraksi. Pelabuhan Semayang anjlok 41,42%, Kariangau turun 19,73%, dan Samarinda merosot 17,62%.
Adapun, secara kumulatif Januari-Maret 2026, total barang yang diangkut mencapai 28,33 juta ton atau naik 11,49% dibanding periode sama 2025.