Bisnis.com, JAKARTA - Mobil pengangkut makan bergizi gratis (MBG) menerobos pagar sekolah SDN 01 Kalibiru, Cilincing, Jakarta Utara, hingga menabrak siswa.
Diketahui saat kejadian, ratusan siswa SDN 01 Kalibiru tengah duduk di lapangan pada pukul 07.00 WIB mendengarkan arahan dari guru.
Tiba-tiba mobil MBG berwarna putih masuk tak terkendali menerobos pagar hingga menabrak siswa dan guru yang ada di lapangan.
Polisi kemudian menangkap sopir kendaraan untuk dimintai keterangan.
Berikut ini sederet fakta detik-detik mobil MBG menabrak siswa SDN 01 Kalibiru:
1. Tabrak puluhan siswa
Polisi mengungkap ada 20 korban dalam peristiwa kecelakaan mobil Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terobos pagar sekolah di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan dari 20 orang itu terdapat satu guru dan 19 siswa. Adapun, sejumlah korban tengah dirawat intensif di RS setempat.
"Korban 20 orang, 19 siswa dan 1 orang guru," ujar Budi saat dikonfirmasi, Kamis (11/12/2025).
Kemudian, dia merincikan lima dari 20 korban sudah dilarikan ke RS Koja, 14 orang dibawa ke RSUD Cilincing dan satu orang korban telah dipulangkan dari puskesmas Cilincing.
"1 orang puskesmas Cilincing dan sudah pulang," pungkasnya.
2. Diduga salah injak rem
Kejadian tersebut diduga karena kelalaian sopir yang salah menginjak rem. Namun pihak kepolisian belum dapat memastikannya karena masih dilakukan penyelidikan.
"Saya belum bisa sampaikan ini, karena ini bukan di jalan raya, jadi saya turunkan Ditreskrimum dan Ditlantas untuk mendalami kejadian tersebut. Nanti hasilnya akan disampaikan," tutur kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri di Jakarta, Kamis, dikutip dari Antaranews.
Pihaknya pun kini tengah melakukan olah TKP oleh tim Traffic Accident Analysis (TAA) atau analisis kecelakaan lalu lintas Ditlantas Polda Metro Jaya untuk mengetahui penyebab insiden tersebut.
Adapun Kapolsek Cilincing, Jakarta Utara, AKP Bobi Subasri menjelaskan bahwa bangunan sekolah tersebut berada di atas atau tanjakan.
Sopir tersebut berencana menginjak rem, namun ternyata rem tidak berfungsi normal sehingga ia takut mobilnya akan menabrak.
“Dia injak pedal gas dalam, dan dia mengira yang diinjak adalah rem. Ini keterangan sementara karena kami masih melakukan olah TKP,” terang Bobi.
3. BGN tanggung jawab penuh
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penanganan penuh korban insiden mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jakarta Utara yang menabrak sejumlah siswa dan seorang guru di SD Negeri Kalibaru 01, Cilincing, pada Kamis sekitar pukul 06.38 WIB.
"Seluruh proses penanganan korban dilakukan secepat mungkin, termasuk koordinasi lintas pihak untuk memastikan para siswa dan guru yang terluka mendapatkan layanan medis optimal. Saya sudah terjun langsung ke lokasi untuk memastikan semua penanganan berjalan cepat," kata Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya di Jakarta pada Kamis.
BGN terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, kepolisian, dan fasilitas kesehatan agar semua korban mendapat penanganan maksimal. Selain itu, seluruh biaya perawatan korban akan ditanggung oleh BGN.