Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Grup Salim PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) mencetak pendapatan senilai Rp216 miliar sampai dengan kuartal III/2025, yang ditopang oleh bisnis jalan tol.
Head of Corporate Communication & CSR META Indah D.P. Pertiwi mengungkapkan bahwa kinerja perusahaan tetap stabil dan resilien di tengah dinamika ekonomi dan tantangan di berbagai sektor bisnis.
“Kami berupaya menjaga keseimbangan antara profitabilitas, keberlanjutan, dan inovasi. Fokus kami bukan hanya pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan fondasi jangka panjang yang kuat bagi perusahaan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (1/11/2025).
Secara konsolidasi, NI Group membukukan pendapatan senilai Rp216 miliar, dengan EBITDA mencapai Rp58,8 miliar, atau hanya turun tipis 2,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).
Sektor jalan tol melalui MUN tetap menjadi kontributor utama, mencatat pertumbuhan kinerja laba inti (core income) sebesar 71,7%, didorong oleh peningkatan traffic dan kontribusi dari portofolio Transjawa (Investasi di PT Jasamarga Transjawa Tol/PT JTT).
Sektor air menunjukkan pertumbuhan positif dengan kenaikan volume penjualan sebesar 3,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didukung oleh ekspansi area penjualan baru di PT SCTK Serang dan penyesuaian tarif 10% di PT DCC Medan sejak Maret 2025.
Sementara itu, sektor energi tercatat negatif, dengan volume sebesar -7,9% YoY, yang dipengaruhi oleh curah hujan tinggi di Pontianak yang mengganggu distribusi feedstock. PT RPSL, serta beberapa penyesuaian teknis pada operasional PT IME.
Meski demikian, pengendalian biaya operasional (OPEX) yang efektif membantu menjaga stabilitas EBITDA Grup.
Dari sisi keuangan, arus kas bersih meningkat senilai Rp26,19 miliar yang terutama disebabkan oleh penerimaan dividen dari entitas asosiasi MUN, sejumlah Rp53,80 miliar.
Total aset tumbuh 0,7% YoY menjadi Rp4,64 triliun, sementara total liabilitas turun dari Rp574,81 miliar menjadi Rp523,88 miliar, dan ekuitas meningkat menjadi Rp4,12 triliun per 30 September 2025, menunjukkan fundamental keuangan yang kuat.
Hasil perhitungan rasio covenant keuangan menunjukkan posisi likuiditas dan struktur modal yang sehat, current ratio 1,90x, mengindikasikan aset lancar cukup untuk menutupi kewajiban lancar. Kemudian debt to equity ratio 0,13x, mencerminkan struktur modal yang konservatif.
Ke depan, Indah mengungkapkan bahwa NI Group tetap optimistis terhadap prospek bisnisnya.
Saat ini, perusahaan tengah mempersiapkan Proyek Jalan Tol JORR-E Cikunir–Ulujami sepanjang 21 km dengan total investasi sebesar Rp21 triliun. Proyek ini diharapkan meningkatkan konektivitas antar wilayah sekaligus mengurai kemacetan di wilayah tersebut.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.