Bisnis.com, JAKARTA - Fenomena langit tahunan kembali hadir. Hujan meteor Hujan Meteor Lyrid diprediksi mencapai puncaknya pada malam ini, tepat di antara tanggal 22 hingga 23 April 2026. Peristiwa ini menjadi salah satu momen terbaik bagi para pengamat langit di Indonesia untuk menyaksikan “bintang jatuh” tanpa perlu alat khusus.
DIlansir dari Time and Date, hujan meteor Lyrid dikenal sebagai salah satu hujan meteor tertua dalam sejarah. Catatan dari Tiongkok menyebutkan fenomena ini sudah diamati lebih dari 2.500 tahun lalu.
Meteor-meteor yang terlihat berasal dari sisa debu komet Komet Thatcher, yang membutuhkan waktu sekitar 415 tahun untuk mengelilingi Matahari. Komet ini sendiri diperkirakan baru akan melintas kembali mendekati Bumi pada tahun 2276.
Intensitas dan Waktu Terbaik Pengamatan
Pada puncaknya, pengamat diperkirakan dapat melihat sekitar 10 hingga 20 meteor per jam, tergantung kondisi langit. Di wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, waktu terbaik untuk mengamati adalah mulai pukul 23.00 hingga menjelang subuh.
Berikut perkiraan posisi radian (titik asal meteor) di langit:
- 23.00 WIB: 54° arah timur laut
- 00.00 WIB: 50° arah timur laut
- 01.00 WIB: 43°, arah timur laut
- 02.00 WIB: 32° arah timur laut (lebih ke utara)
- 03.00 WIB: 17°, arah utara (sedikit ke timur)
- 04.00 WIB: 359°, arah utara (sedikit ke barat)
- 06.00 WIB: 326°, arah barat laut
Semakin tinggi posisi radian di langit, semakin besar peluang melihat meteor.
Tips Menyaksikan Hujan Meteor
Agar pengalaman menyaksikan hujan meteor lebih optimal, perhatikan beberapa hal berikut:
- Pilih lokasi gelap: Jauh dari polusi cahaya seperti lampu kota
- Adaptasi mata: Biarkan mata menyesuaikan dengan gelap selama 15–20 menit
- Tanpa alat khusus: Meteor bisa dilihat langsung dengan mata telanjang
- Hindari cahaya ponsel: Cahaya terang bisa mengganggu sensitivitas mata
- Posisi nyaman: Berbaring atau gunakan kursi santai untuk mengurangi lelah
Meski hujan meteor tampak berasal dari rasi Lyra, meteor bisa muncul di seluruh bagian langit, jadi arah pandang bisa lebih luas.
Hujan meteor Lyrid adalah kesempatan langka yang sayang untuk dilewatkan, terutama karena bisa dinikmati tanpa alat bantu dan dari berbagai wilayah di Indonesia. Dengan kondisi langit yang cerah dan lokasi yang minim cahaya, Anda berpeluang menyaksikan puluhan meteor melintas dalam satu malam. Jadi, jika cuaca mendukung, luangkan waktu malam ini untuk menatap langit—siapa tahu Anda beruntung melihat “bintang jatuh” melintas tepat di atas kepala.
FAQ
1. Apakah hujan meteor Lyrid bisa dilihat tanpa teleskop?
Ya, hujan meteor ini bisa dilihat langsung dengan mata telanjang tanpa alat bantu apa pun.
2. Kapan waktu terbaik melihat hujan meteor Lyrid di Indonesia?
Waktu terbaik adalah mulai pukul 23.00 hingga menjelang subuh, saat langit lebih gelap dan radian berada cukup tinggi.
3. Kenapa meteor tidak terlihat sama sekali?
Kemungkinan karena polusi cahaya, cuaca berawan, atau mata belum beradaptasi dengan gelap. Disarankan mencari lokasi lebih gelap dan menunggu setidaknya 15–20 menit.