Bisnis.com, JAKARTA — Marvel Studios terus mempertegas keterkaitan semesta lama dan baru lewat musim kedua Daredevil: Born Again yang dijadwalkan tayang pada 24 Maret.
Dilansir The Direct, serial ini kembali menyoroti Matt Murdock (Charlie Cox) dalam konflik yang semakin intens dengan Wilson Fisk (Vincent D’Onofrio).
Namun, bukan hanya pertarungan utama yang menjadi sorotan. Musim terbaru ini juga menggali lebih dalam warisan serial Daredevil era Netflix dengan menghadirkan kembali sejumlah karakter yang sebelumnya diyakini telah meninggal.
Salah satu kejutan datang dari kembalinya James Wesley, karakter yang diperankan oleh Toby Leonard Moore. Sosok tangan kanan setia Fisk tersebut muncul kembali setelah lebih dari satu dekade sejak debutnya di musim pertama Daredevil.
Meski demikian, kemunculan Wesley tampaknya bukan bagian dari alur kebangkitan. Cuplikan terbaru mengindikasikan adegan tersebut merupakan kilas balik, terlihat dari tampilan Fisk yang masih mengenakan setelan hitam khas musim awal dan belum memiliki bekas luka di mata, yang ia dapatkan dari Echo (Alaqua Cox) dalam peristiwa Hawkeye.
Secara naratif, keputusan untuk tidak “menghidupkan” Wesley di masa kini dinilai masuk akal. Dalam cerita sebelumnya, karakter tersebut tewas setelah Karen Page (Deborah Ann Woll) menembaknya beberapa kali menggunakan pistol miliknya sendiri usai diculik. Momen tersebut menjadi salah satu titik balik paling mengejutkan dalam serial aslinya.
Selain Wesley, karakter lain yang turut kembali adalah Foggy Nelson (Elden Henson), sahabat dekat Matt Murdock yang menjadi favorit penggemar.
Berbeda dengan versi Netflix, Foggy justru menemui akhir tragisnya dalam serial kebangkitan ini setelah dibunuh oleh Bullseye (Wilson Bethel) di episode pertama, yang kemudian terungkap atas perintah Vanessa Fisk (Ayelet Zurer).
Dari dua karakter tersebut, kemungkinan “kebangkitan” Foggy dinilai lebih terbuka. Dalam versi komik Marvel, Foggy pernah memalsukan kematiannya dan masuk dalam program perlindungan saksi, sehingga memberi ruang bagi penulis untuk mengadaptasi alur serupa di MCU.
Meski begitu, indikasi sejauh ini menunjukkan bahwa kemunculan Foggy di musim kedua juga masih berada dalam konteks kilas balik, bukan kebangkitan penuh.
Kehadiran kembali Wesley dan Foggy memberi sinyal kuat bahwa alur cerita musim terbaru akan banyak menengok masa lalu Matt Murdock dalam memerangi kejahatan.
Dengan kata lain, Born Again musim kedua tampaknya mengaitkan kembali narasi dengan musim pertama serial Daredevil secara lebih mendalam dan misterius.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Marvel Studios untuk mengakui serial era Netflix sebagai bagian kanon dari Marvel Cinematic Universe (MCU). Alih-alih mengabaikan, Disney+ justru menjadikan cerita lama sebagai fondasi penting dalam pengembangan alur baru.
Bagi penggemar lama sejak 2015, pendekatan ini menjadi angin segar, terutama dengan kembalinya karakter-karakter favorit seperti Foggy dan Wesley ke layar.
Reuni Era Netflix di Disney+
Musim kedua Daredevil: Born Again juga berkembang menjadi ajang reuni besar bagi karakter-karakter Marvel era Netflix. Selain Wesley dan Foggy, serial ini turut menghadirkan kembali Jessica Jones (Krysten Ritter), yang sebelumnya memiliki tiga musim tersendiri di platform tersebut.
Kehadiran Jessica Jones dinilai signifikan, mengingat kemampuan investigasi dan kekuatan supernya dapat menjadi aset penting bagi Matt dalam menghadapi rezim baru Walikota Fisk.
Tak hanya itu, Brett Mahoney (Royce Johnson) juga kembali sebagai detektif Hell’s Kitchen yang kerap bekerja sama dengan para vigilante.
Deretan karakter lama ini semakin memperkuat arah baru Marvel Television yang secara terbuka merangkul kontinuitas Netflix sebagai bagian dari MCU yang lebih luas.
Potensi reuni bahkan masih bisa berkembang. Pemeran Luke Cage, Mike Colter, baru-baru ini mengatakan kepada The Direct bahwa ia terbuka untuk kembali memerankan Luke Cage, “jika kesempatan dan keadaannya tepat.”
Dengan berbagai sinyal tersebut, Daredevil: Born Again musim kedua bukan sekadar kelanjutan cerita, melainkan juga upaya menyatukan kembali potongan besar sejarah Marvel di layar kaca.