Bisnis.com, JAKARTA — Maskapai Garuda Indonesia menghadapi penurunan peringkat penerbangan dari Skytrax, dari sebelumnya peringkat 5 atau 5 Star Airline, menjadi 4 Star Airline.
Melansir dari laman resmi Skytrax, secara umum terdapat 69 maskapai global full service maupun low-cost carrier (LCC) yang berada di peringkat yang sama dengan Garuda Indonesia.
Melihat secara khusus maskapai full service di Asia yang memiliki peringkat 4, tercatat terdapat 13 maskapai.
Dalam hal ini, Citilink yang berada di bawah naungan Garuda Indonesia juga berada di peringkat 4, tetapi dengan kelas berbeda, yakni LCC.
Untuk diketahui, Peringkat Maskapai Bintang 4 (4 Star Airline) adalah tanda pengakuan kualitas yang diberikan kepada maskapai penerbangan yang menunjukkan kinerja kualitas secara keseluruhan yang baik.
Peringkat ini mewakili maskapai yang menyediakan standar produk yang baik di berbagai kelas kabin penerbangan, serta memberikan standar layanan staf yang baik di lingkungan kabin pesawat dan bandara asal.
Peringkat ini menunjukkan bahwa standar layanan atau produk staf bandara/kabin telah mencapai tingkat kualitas yang baik (tetapi bukan yang terbaik) untuk item penilaian yang relevan.
Dalam beberapa kasus, peringkat Bintang 5 yang potensial dapat diturunkan menjadi Bintang jika konsistensi tidak terpenuhi. Sebagaimana yang terjadi kepada Garuda Indonesia.
Skytrax menilai dalam periode restrukturisasi yang tengah dijalani Garuda Indonesia, sejumlah aspek produk mengalami penurunan standar.
Untuk kategori penerbangan jarak jauh (long haul), baik kelas bisnis maupun kelas ekonomi Garuda Indonesia memperoleh penilaian bintang 3,5. Sementara itu, pada kategori penerbangan jarak pendek (short haul), kelas bisnis dan kelas ekonomi juga sama-sama meraih bintang empat.
“Garuda Indonesia sedang menjalani masa restrukturisasi. Status maskapai penerbangan. Sementara standar layanan staf tetap baik, standar produk telah turun terlalu banyak dalam beberapa tahun terakhir untuk mempertahankan tingkat peringkat mereka,” tulis Skytrax, dikutip pada Rabu (4/3/2026).
Saat ini, Danantara Indonesia memang tengah mendorong penguatan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) usai mendapat injeksi Rp23 triliun.
Utamanya, suntikan dana tersebut digunakan untuk penyehatan burung-burung besi pelat merah tersebut.
Prioritas Danantara pun kini diarahkan pada peningkatan kesiapan pesawat secara bertahap serta penataan jaringan penerbangan berbasis prinsip kehati-hatian. Adapun, program perawatan dan reaktivasi pesawat bakal dilakukan secara disiplin guna memastikan kualitas layanan sebelum melakukan ekspansi.
Berikut Daftar Maskapai Bintang 4 di Asia versi Skytrax:
- Bangkok Airways
- China Airlines
- China Southern Airlines
- Garuda Indonesia
- Hong Kong Airlines
- Malaysia Airlines
- Mandarin Airlines
- Philippines Airlines
- Royal Brunei Airlines
- SilkAir
- Star Flyer
- Thai Airways
- Vietnam Airlines