Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah China mencekal dua pimpinan perusahaan startup AI Manus di tengah proses peninjauan akuisisi oleh Meta milik Mark Zuckerberg. CEO Manus Xiao Hong dan Chief Scientist Ji Yichao dilaporkan dilarang meninggalkan China oleh regulator setempat.
Larangan ini muncul saat pemerintah melakukan audit mendalam terhadap transaksi senilai Rp32 triliun tersebut. Melansir dari Financial Times, Senin (30/3/2026), pencekalan dilakukan untuk meninjau kepatuhan kesepakatan terhadap undang-undang ekspor teknologi.
China juga tengah menyelidiki potensi pelanggaran regulasi investasi luar negeri. Investigasi difokuskan pada apakah transfer teknologi otonom Manus ke pihak asing telah mengikuti prosedur hukum yang berlaku di China.
Manus sebelumnya menarik perhatian pasar global setelah mengeklaim sebagai pengembang agen kecerdasan artifisial (AI) otonom pertama di dunia. Teknologi ini memiliki kemampuan untuk memprogram video game, menganalisis saham, hingga melakukan transaksi properti secara mandiri.
Kapabilitas tersebut membuat startup ini digadang-gadang sebagai penerus DeepSeek oleh komunitas teknologi global. Meta mengumumkan akuisisi ini pada Desember 2025 untuk memperkuat posisi mereka dalam persaingan pengembangan AI yang makin kompetitif.
Kementerian Perdagangan China segera merespons kesepakatan tersebut dengan meluncurkan investigasi resmi. Pemerintah ingin memastikan bahwa aset teknologi sensitif tidak berpindah tangan tanpa pengawasan ketat dari negara.
Kasus ini menyoroti tren "Singapore-washing", yakni strategi startup asal China memindahkan kantor pusat ke Singapura demi menghindari ketegangan geopolitik. Manus diketahui telah merelokasi tim intinya ke negara kota tersebut sepanjang tahun 2025.
Relokasi tersebut bertujuan mempermudah akses modal dari investor Amerika Serikat, termasuk perusahaan modal ventura Benchmark yang berbasis di San Francisco. Namun, tindakan China menunjukkan bahwa perpindahan domisili hukum tidak menghapus kewajiban regulasi domestik.
Tekanan terhadap Manus tidak hanya datang dari China, melainkan juga dari otoritas di Amerika Serikat. Anggota parlemen AS pada pertengahan 2025 sempat menentang keterlibatan investor domestik dalam startup AI yang memiliki akar kuat di China.
Terlepas dari proses hukum yang berjalan, Meta dilaporkan tetap melanjutkan integrasi operasional. Sekitar 100 karyawan Manus telah mulai bekerja di kantor Meta yang berlokasi di Singapura sejak awal Maret 2026.
Juru bicara Meta menyatakan bahwa transaksi tersebut telah sepenuhnya mematuhi hukum yang berlaku. Pihaknya mengharapkan resolusi yang tepat atas penyelidikan yang sedang berlangsung, ujar perwakilan Meta.
Analis menilai risiko pembatalan transaksi atau unwinding dapat menjadi tantangan teknis yang berat bagi Meta. Perusahaan induk Facebook ini perlu mengintegrasikan teknologi otonom Manus secara cepat untuk menjaga keunggulan operasional di sektor AI.
Sejauh ini, Kementerian Luar Negeri China dan Kedutaan Besar China di Singapura belum memberikan tanggapan resmi. Pihak Manus juga memilih untuk tidak berkomentar terkait pencekalan perjalanan para pendirinya.