Bisnis.com, JAKARTA — Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan pemerintah Malaysia tengah melakukan koordinasi intensif dengan negara-negara sahabat untuk memastikan para aktivis kemanusiaan yang ditahan terkait misi Global Sumud Flotilla segera dibebaskan.
Pernyataan itu disampaikan Anwar melalui akun Instagram resminya, Selasa (19/5/2026), di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap nasib para aktivis yang terlibat dalam misi solidaritas untuk Palestina.
“Saya sedang bekerja sama rapat dengan pimpinan negara-negara sahabat bagi memastikan semua aktivis yang ditahan rezim Zionis dibebaskan segera,” tulis Anwar dalam unggahannya.
Dalam pernyataan yang sama, Anwar menegaskan Malaysia menuntut agar para aktivis tidak mengalami tindakan represif maupun perlakuan yang melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan internasional.
“Malaysia menuntut agar mereka tidak dizalimi, dihalang hak kemanusiaan atau dikenakan sebarang tindakan tidak berperikemanusiaan hanya kerana membawa suara keamanan dan bantuan kemanusiaan buat rakyat Palestina,” lanjutnya.
Unggahan tersebut juga disertai seruan doa bagi para aktivis yang tengah menghadapi situasi sulit.
“Doakan agar segala usaha ini dipermudahkan. Hasbunallah wa ni‘mal wakil,” ujar Anwar.
Dalam poster yang dibagikan, terlihat iring-iringan kapal bertuliskan Flotilla Global Sumud dengan bendera Palestina berkibar di sejumlah kapal. Pemerintah Malaysia melalui pernyataan tersebut menunjukkan dukungan terbuka terhadap misi kemanusiaan bagi warga Palestina di tengah konflik yang masih berlangsung di Jalur Gaza.
Sikap Kuala Lumpur menambah daftar negara yang meningkatkan tekanan diplomatik terkait perlindungan aktivis kemanusiaan serta akses bantuan bagi warga sipil Palestina.
Sejak konflik kembali memanas, Malaysia termasuk salah satu negara yang vokal mengkritik tindakan Israel dan menyerukan penghentian kekerasan di Gaza.