Bisnis.com, JAKARTA — Google meningkatkan kemampuan AI di Gemini lewat Lyria 3 Pro, yang kini bisa membuat lagu hingga 3 menit. Google menjamin model AI ini dilatih menggunakan data yang legal dan tidak melanggar hak cipta.
Bulan lalu saat Lyria 3 diperkenalkan oleh DeepMind, kemampuan pembuatan musiknya masih terbatas hanya berdurasi 30 detik saja.
Kini melalui versi Pro, pengguna dapat membuat lagu yang lebih panjang dengan struktur yang lebih lengkap selama tiga menit.
Lyria 3 Pro juga memiliki pemahaman komposisi musik yang lebih baik. Pengguna bisa menentukan bagian lagu secara spesifik, seperti intro, verse, chorus, hingga bridge, sehingga hasil musik terdengar lebih utuh dan profesional.
Dikutip dari Blog Google Jumat (27/3/2026), selain peningkatan fitur Google juga memperluas penggunaan Lyria ke berbagai platform. Salah satunya melalui Vertex AI, yang kini menyediakan Lyria 3 Pro dalam versi pratinjau publik untuk kebutuhan bisnis.
Platform ini memungkinkan produksi audio berkualitas tinggi dalam skala besar, misalnya untuk soundtrack game atau konten digital.
Bagi pengembang, teknologi ini juga tersedia melalui Google AI Studio dan integrasi API Gemini, sehingga dapat digunakan untuk membangun berbagai aplikasi kreatif berbasis AI.
Lyria 3 Pro juga telah diintegrasikan ke dalam Google Vids, yang memungkinkan pengguna menambahkan musik sesuai gaya konten mereka, baik untuk kebutuhan kreatif maupun pemasaran.
Di sisi pengguna, fitur ini sudah tersedia di aplikasi Gemini untuk pelanggan berbayar. Dengan kontrol yang lebih detail, pengguna dapat membuat musik untuk berbagai keperluan seperti vlog, podcast, hingga video tutorial.
Selain itu, Google juga menghadirkan integrasi dengan ProducerAI, platform kolaboratif yang membantu musisi, produser, dan penulis lagu dalam mengembangkan karya mereka secara lebih mudah.
Apakah Lyria 3 Pro Aman dari Pelanggaran Hak Cipta?
Google menegaskan pengembangan Lyria 3 Pro dilakukan dengan prinsip tanggung jawab. Model ini dilatih menggunakan data yang legal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Lyria juga tidak meniru karya atau gaya musisi tertentu. Jika pengguna menyebut nama artis dalam perintah, sistem hanya menganggapnya sebagai referensi umum, bukan untuk menyalin gaya mereka.
Untuk mencegah pelanggaran, Google menerapkan filter yang memeriksa hasil musik agar tidak menyerupai karya yang sudah ada. Selain itu, setiap konten yang dihasilkan akan diberi tanda khusus menggunakan SynthID, yaitu watermark tak terlihat yang menandakan konten tersebut dibuat oleh AI. (Nur Amalina)