Henan Asset merayakan 20 tahun dengan memenangkan LSEG Lipper Fund Awards 2026 untuk ketiga kalinya, menegaskan komitmen investasi jangka panjang di tengah pasar yang bergejolak [661] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Setiap tahunnya, Grup Bursa Efek London (London Stock Exchange Group / LSEG), salah satu raksasa penyedia data dan pengelola bursa saham tertua di dunia, melakukan penilaian kinerja secara independen dan objektif terhadap produk keuangan di 19 negara melalui ajang LSEG Lipper Fund Awards. Karena penilaiannya murni berbasis data tanpa kompromi, ajang ini menjadi penghargaan internasional paling bergengsi yang ditunggu para pengelola dana global.
Tahun ini, manajer investasi PT Henan Putihrai Asset Management (Henan Asset) kembali memperoleh pengakuan kelas dunia tersebut dalam ajang LSEG Lipper Fund Awards 2026. Melalui produk Henan Ekuitas Syariah Berkah Kelas A, Henan Asset sukses memenangkan penghargaan pada universe Global Islamics untuk kategori Best Equity Sharia Indonesia Fund over 5 Years. Pencapaian luar biasa ini sekaligus menandai tahun ketiga secara berturut-turut bagi Henan Asset dalam menerima penghargaan internasional dari LSEG Lipper untuk kategori reksa dana syariah.
LSEG Lipper Fund Awards sendiri merupakan salah satu penghargaan global yang memberikan penilaian terhadap kinerja reksa dana di berbagai negara dan kategori aset. Pada universe Global Islamic, penilaian dilakukan terhadap negara-negara dengan perkembangan industri investasi syariah yang signifikan, termasuk Indonesia, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan beberapa pasar utama lainnya.
Penghargaan ini datang di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2026, IHSG tercatat terkoreksi 19,55% secara year-to-date (YTD) akibat tingginya ketidakpastian global dan berlanjutnya volatilitas pasar keuangan dunia. Meski demikian, industri reksa dana tetap menunjukkan resiliensi dengan nilai aktiva bersih (NAB) mencapai Rp711,89 triliun atau tumbuh 5,41% secara YTD, ditopang oleh net subscription sebesar Rp37,24 triliun sepanjang tahun 2026 berjalan.
Di tengah kondisi seperti ini, Henan Asset menilai investor membutuhkan pendekatan investasi yang lebih disiplin, terukur, dan tidak reaktif terhadap volatilitas jangka pendek.
London Stock Exchange
Direktur Henan Asset, Markam Halim, menyampaikan bahwa penghargaan dari Grup Bursa Efek London ini menjadi pengingat bahwa investasi merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dalam pengelolaan portofolio.
“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi atas kinerja, tetapi juga pengingat bahwa investasi adalah perjalanan jangka panjang. Di tengah kondisi pasar yang terus berubah, kami percaya integritas proses investasi, disiplin pengelolaan portofolio, dan kemampuan untuk tetap adaptif menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor,” ujarnya.
Menurut Markam, selama dua dekade berdiri, perusahaan belajar bahwa pasar akan selalu bergerak dalam siklus. Karena itu, fokus utama perusahaan bukan hanya menghadapi momentum jangka pendek, tetapi menjaga kualitas pengelolaan investasi secara konsisten dalam berbagai kondisi pasar.
Selain menjadi pengakuan terhadap kualitas pengelolaan investasi perusahaan, penghargaan ini juga hadir bertepatan dengan ulang tahun ke-20 Henan Asset pada 2 Juni 2026. Pada momentum tersebut, perusahaan mengusung tema “Two Decades of Resilience and Growth” yang mencerminkan perjalanan Henan Asset dalam menghadapi berbagai fase pasar sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Direktur Henan Asset, Edwardus Ronald Yudianto, menyampaikan bahwa perjalanan 20 tahun perusahaan tidak terlepas dari kepercayaan investor yang terus tumbuh dalam berbagai kondisi pasar.
“Kepercayaan yang telah dibangun bersama investor menjadi fondasi penting bagi perjalanan kami selama 20 tahun terakhir. Karena itu, fokus kami bukan hanya menghadirkan produk investasi, tetapi juga memastikan setiap layanan terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan investor yang semakin dinamis,” jelas Ronald.
Hingga 31 Mei 2026, Henan Asset mengelola dana kelolaan (AUM) sebesar lebih dari Rp13 triliun dengan dukungan lebih dari 110 ribu investor dari berbagai segmen. Perusahaan juga memegang prinsip untuk mengelola dana secara terfokus melalui hanya 15 produk investasi demi menjaga kedisiplinan dan konsistensi kinerja. Produk-produk tersebut mencakup; reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana saham, reksa dana dengan dasar syariah, hingga reksa dana dengan denominasi USD yang akan diluncurkan pada tahun 2026.
Ke depan, Henan Asset menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi investor dalam menghadapi dinamika pasar melalui pengelolaan investasi yang prudent, adaptif, dan berorientasi jangka panjang.
“Pada akhirnya, investasi bukan hanya tentang melewati satu fase pasar, tetapi bagaimana tetap bertumbuh secara konsisten dalam perjalanan jangka panjang. Kami berharap dapat terus menjadi growth partner yang dipercaya investor dalam setiap fase tersebut,” tutup Markam.
BEI sedang merancang penyesuaian free float calon emiten dengan mempertimbangkan risiko agar tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk melantai di bursa lain. [433] url asal
Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah merancang penyesuaian free float untuk calon emiten tercatat di Bursa. Sejumlah risiko tengah menjadi pertimbangan BEI agar kebijakan ini tidak memberikan sentimen negatif bagi pasar.
Direktur Utama BEI Iman Rachman, menilai salah satu yang menjadi pertimbangan BEI adalah kebijakan free float di sejumlah negara lain ataubenchmarking. Pasalnya, Iman menilai ketentuan anyar ini akan mempengaruhi minat calon emiten tercatat untuk melantai di Bursa Efek Indonesia.
"Yang paling penting juga adalah bahwa kamu melihat benchmarking. Ini paling penting. Kami perlubenchmarkingyang pas karena kalau kami tidakbenchmarking, yang ada perusahaan-perusahaan kita bukan listing di Bursa Efek Indonesia, tapi listing di bursa efek lain," katanya kepada wartawan di BEI, Selasa (30/12/2025).
Sebagai perbandingan, Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini menetapkan batas minimum free float sebesar 7,5%, lebih rendah dibandingkan sejumlah bursa global. London Stock Exchange, Filipina, dan Singapore Exchange (SGX) menetapkan batas minimal 10%, sementara Bursa Malaysia, Jepang, dan Hong Kong mencapai 25%.
Selain upayabenchmarking, BEI dan OJK juga bakal meminta tanggapan pasar terhadap rencana ini. Beberapa pelaku pasar seperti sekuritas, investor, hingga calon emiten tercatat bakal dimintai pendapat terhadap rencana ini.
Hingga saat ini, BEI tengah melakukan finalisasi terhadap rencana ini. Iman menerangkan, regulator menargetkan rencana ini dapat dijalankan pada 2026.
“Jadi setelah ini kami lalui, segera mungkin di 2026 kami bisalaunchingmengenaifree floatkarena bersamaan juga teman-teman Bursa sedang menyiapkan aturannya,” katanya.
Senada, Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Eddy Manindo Harahap menegaskan bahwa peningkatanfree floatyang lebih besar akan diterapkan oleh OJK ke depannya.
Meskipun begitu, sejumlah pertimbangan tengah menjadi perhatian serius OJK. Salah satunya untuk memastikan daya serap pasar dan minat korporasi Tanah Air untukgo public.
“Jadi memang harus ada balance antara kami mendorong supaya pasar lebih dalam, tapi juga kemampuan market untuk menyerap. Tapi arah kebijakannya jelas bahwa kami akan meningkatkanfree floatdan kami harapkan paling tidak di awal 2026 sudah ada hasilnya,” katanya dalam acara yang sama, Selasa (30/12/2025).
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap ketentuan free float saham bakal dinaikkan secara bertahap hingga mencapai 25%. Dalam waktu dekat, aturan minimum free float saham yang saat ini sebesar 7,5% akan dinaikkan menjadi 10%.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan pengaturan free float itu menjadi salah satu fokus regulator pasar modal pada 2026.
"Pendalaman pasar perlu kami tingkatkan. Perhatian kami pertama adalah peningkatan free float dan ini menjadi kajian kami yang sangat serius. Dan mudah-mudahan bisa kami terapkan dalam waktu dekat," ujarnya dalam forum Workshop Bursa Efek Indonesia di Bali, Sabtu (15/11/2025).
Take a closer look at the saga between Indonesia’s Bakrie Group and the British tycoon Rothschild family, involving Bumi Resources (BUMI) and Bumi Plc. [93] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — The dramatic share-swap deal between the Bakrie Group and the Rothschild family, centered around Bumi Resources (BUMI) in the early 2010s, remains one of the market’s most riveting and polarizing episodes. The story is frequently revisited for its mix of ambition, intrigue, and high-stakes corporate maneuvering.
Market observers may recall the uproar in late March 2014, when Twitter became the stage for a public war of words between Aga Bakrie, son of Nirwan Bakrie, and Nathaniel Rothschild, the fourth-generation scion of the influential British business family.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56