Bisnis.com, JAKARTA — GoPay, unit bisnis Financial Technology milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mendorong ekspansi layanan digital bagi para merchant menjelang Ramadan 2026.
Head of GoPay Merchant Services, Haryanto Tanjo mengatakan langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas basis transaksi sekaligus memperkuat kontribusi segmen fintech terhadap kinerja grup.
Hingga saat ini pihaknya mencatat GoPay Merchant telah digunakan oleh lebih dari 4 juta pelaku usaha dalam menerima pembayaran berbasis QRIS.
Menyambut Ramadan, lanjutnya, pihaknya berencana memperluas akses QRIS buat Jualan di aplikasi GoPay.
"Kami membidik termasuk yang ingin memulai usaha sampingan di bulan Ramadan, untuk menerima pembayaran non-tunai secara cepat, aman dan praktis," ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Ekspansi ini tidak hanya ditujukan untuk menambah jumlah merchant, tetapi juga mendorong intensitas penggunaan transaksi non-tunai di sektor ritel harian.
Ramadan secara historis menjadi periode lonjakan transaksi, khususnya pada makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga, segmen yang didominasi merchant skala kecil dan menengah.
Dari sisi operasional, layanan ini menekankan kemudahan pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha melalui pemisahan dompet personal dan bisnis. Para merchant dapat memantau arus kas, riwayat transaksi, serta ringkasan pendapatan secara real time.
Adapun tercatat kinerja segmen layanan keuangan digital PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melesat pada kuartal III/2025. Pada periode tersebut, unit usaha GoTo Financial (GTF) menjadi pendorong utama pencapaian laba sebelum pajak yang disesuaikan Grup GoTo.
Dalam laporan keuangan perseroan pendapatan bersih GTF pada kuartal III/2025 tercatat mencapai Rp1,54 triliun, naik 55% secara tahunan (yoy). Nilai transaksi bruto (GTV) inti juga melonjak 48 persen yoy menjadi Rp95,3 triliun.
Dari sisi profitabilitas, GTF berhasil membalikkan kinerja dengan membukukan EBITDA yang disesuaikan positif Rp136 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp65 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan dari pinjaman bahkan melejit 118% menjadi Rp2,68 triliun, dengan EBITDA yang disesuaikan positif Rp271 miliar dibandingkan negatif Rp481 miliar pada tahun lalu.
Laju pertumbuhan ini ditopang peningkatan transaksi GoPay dan penguatan bisnis pembiayaan konsumen.
GoPay mencatat lebih dari 500 juta transaksi bulanan pada September 2025, naik 54% yoy, dengan 24 juta pengguna aktif bulanan atau tumbuh 29% yoy.
Sementara GoPay Pinjam dan GoPay Later membukukan penyaluran pembiayaan 76% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp7,6 triliun, atau telah mencapai 95% dari target.
Perseroan menyebut GoPay kini fokus pada dua segmen utama pengguna. Kelompok affluent mendorong volume transaksi pada kategori perjalanan dan hiburan digital, sedangkan segmen mass market ditopang layanan transfer tanpa biaya serta fitur QRIS gratis di berbagai merchant.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.