Bisnis.com, JAKARTA — Emiten BUMN karya PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) mencatatkan penurunan kinerja keuangan secara signifikan sepanjang periode Januari-September 2025, dengan laba bersih merosot hingga 97,92%.
Berdasarkan laporan keuangan akhir September 2025, perusahaan konstruksi pelat merah ini membukukan laba bersih Rp5,55 miliar atau anjlok 97,92% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp267,28 miliar.
Sejalan dengan itu, pendapatan PTPP turun 23,33% year on year (YoY) menjadi Rp10,73 triliun sepanjang Januari-September 2025 dari sebelumnnya Rp14 triliun per kuartal III/2024.
Raihan itu antara lain berasal dari segmen konstruksi senilai Rp8,99 triliun, EPC Rp781,80 miliar, properti dan realti Rp544,46 miliar, pendapatan keuangan atas konstruksi aset Rp247,32 miliar, serta pertambangan Rp190,21 miliar.
Penurunan pendapatan kemudian diikuti efisiensi beban pokok yang juga menyusut 26,14% YoY menjadi Rp9,12 triliun. Alhasil, laba kotor PTPP mencapai Rp1,61 triliun atau turun 2,36% dari Rp1,65 triliun pada tahun lalu.
PTPP juga membukukan sejumlah beban, di antaranya beban usaha sebesar Rp595,31 miliar, beban keuangan Rp1,5 triliun, serta beban lainnya Rp590,24 miliar. Hal ini membuat laba tahun berjalan PTPP tersisa Rp15,24 miliar.
Namun, dari jumlah tersebut, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hanya mencapai Rp5,55 miliar sepanjang kuartal III/2025. Adapun laba diatribusikan ke kepentingan nonpengendali mencapai Rp9,68 miliar.
Penurunan laba bersih membuat laba per saham PTPP merosot tajam menjadi Rp1 per saham dari sebelumnya Rp43 per saham pada kuartal III/2024.
Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas PTPP tercatat Rp2,69 triliun hingga kuartal III/2025 atau turun 12,13% dari Rp3,07 triliun setahun sebelumnya.
Total aset perseroan juga turun tipis sebesar 1,88% menjadi Rp55,53 triliun dibandingkan dengan Rp56,59 triliun pada akhir 2024 (year to date/YtD).
Sementara itu, liabilitas PTPP berkurang 2,67% YtD menjadi Rp40,23 triliun. Di sisi lain, ekuitas perseroan meningkat tipis 0,27% ke posisi Rp15,29 triliun.