Bisnis.com, JAKARTA — Google meluncurkan lini laptop baru yang dirancang sepenuhnya dengan dukungan keluarga model kecerdasan artifisial (AI) Gemini bernama Googlebook.
Perangkat ini diposisikan sebagai perangkat AI-native yang menawarkan bantuan personal dan proaktif bagi penggunanya.
Dalam pengembangan kategori baru ini, Google menggandeng sejumlah mitra manufaktur global seperti Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo. Kolaborasi ini bertujuan untuk menghadirkan Googlebook dalam berbagai spesifikasi dan desain untuk memenuhi kebutuhan pasar yang beragam.
Googlebook dijadwalkan meluncur pada musim gugur mendatang. Perangkat ini diklaim sebagai laptop pertama yang dibangun dari awal di sekitar ekosistem Gemini untuk memberikan pengalaman komputasi yang lebih kontekstual.
Senior Director Android Tablets and Laptops Google Alexander Kuscher mengatakan bahwa perusahaan melihat adanya peluang besar untuk memikirkan kembali konsep laptop. Saat ini dunia komputasi tengah bergeser dari sistem operasi konvensional menuju sistem intelijen, tambahnya.
"Lebih dari 15 tahun lalu, kami memperkenalkan Chromebook sebagai laptop untuk dunia cloud-first. Kini, kami melihat peluang untuk memikirkan kembali laptop kembali," ujar Kuscher dilansir dari TechCrunch, Kamis (14/5/2026).
Salah satu fitur utama yang diperkenalkan adalah "Magic Pointer", sebuah kursor bertenaga AI yang terintegrasi langsung dengan Gemini. Fitur ini memungkinkan kursor memberikan saran kontekstual secara cepat berdasarkan konten yang tampil di layar pengguna.
Pengguna dapat menggerakkan kursor di atas tanggal dalam email untuk mengatur jadwal pertemuan secara otomatis. Selain itu, fitur ini mampu membantu visualisasi objek, seperti menempatkan gambar sofa baru ke dalam foto ruang tamu secara instan.
Kuscher menjelaskan bahwa kecerdasan Gemini ditanamkan pada kursor agar mampu berinteraksi dengan elemen di layar secara cerdas. Kursor tersebut akan memberikan informasi mengenai tindakan apa saja yang dapat dilakukan pengguna secara kontekstual.
"Fitur ini benar-benar mencontohkan bagaimana kami memikirkan fitur AI di seluruh Googlebook. Fitur ini tertanam secara sistematis, namun tidak mengganggu aktivitas pengguna," kata Kuscher.
Selain kemampuan AI, Googlebook menawarkan integrasi mendalam dengan ekosistem ponsel Android. Pengguna dapat menjalankan aplikasi ponsel, seperti Duolingo, secara langsung di laptop tanpa harus menjangkau perangkat seluler mereka.
Sinkronisasi ini juga mencakup akses file yang lebih mudah melalui browser file Googlebook. Pengguna dapat melihat, mencari, dan menyisipkan dokumen yang tersimpan di ponsel ke dalam pekerjaan mereka di laptop secara nirkabel.
Google juga menyematkan fitur "Create your Widget" yang memungkinkan pengguna membangun dasbor personal melalui perintah teks kepada Gemini. AI akan menarik informasi dari Gmail, Kalender, hingga pencarian web untuk menyusun informasi terpadu.
Sebagai contoh, jika pengguna merencanakan perjalanan keluarga, Gemini dapat mengumpulkan detail penerbangan, hotel, hingga reservasi restoran dalam satu tampilan widget. Hal ini mentransformasi desktop menjadi pusat informasi yang sangat personal.
Kehadiran Googlebook sekaligus menandai transisi besar Google untuk menggantikan peran Chromebook yang telah hadir selama 15 tahun. Google kini mulai beralih dari platform ChromeOS menuju sistem operasi baru yang berbasis Android dengan fondasi AI yang kuat.
Peluncuran ini dipandang sebagai jawaban Google terhadap Microsoft yang telah memasarkan kategori Copilot+ PC sejak 2024. Dengan dukungan produsen perangkat keras besar, Google berupaya mengamankan posisi di pasar PC masa depan yang didominasi oleh kecerdasan buatan.
Pihak Google memastikan akan tetap memberikan dukungan bagi pengguna Chromebook yang ada saat ini melalui pembaruan perangkat lunak berkala. Beberapa perangkat Chromebook model lama juga dikabarkan memenuhi syarat untuk mendapatkan pembaruan ke pengalaman Googlebook di masa mendatang.