Bisnis.com, JAKARTA - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, berkunjung ke kota Solo dan bertemu dan berdialog dengan Joko Widodo, Presiden ke-7 Republik Indonesia, dan Wali Kota Surakarta.
Dalam pertemuan dengan Jokowi, keduanya bertukar pandangan mengenai perkembangan kawasan, situasi terkini yang timbul akibat perang yang dipaksakan terhadap Republik Islam Iran, serta dampak kemanusiaan dan ekonomi yang ditimbulkannya.
Jokowi menyampaikan rasa simpati kepada rakyat Iran, serta menyatakan dukungan dirinya dan rakyat Indonesia terhadap keteguhan dan perlawanan pemerintah dan rakyat Iran dalam mempertahankan kedaulatan nasional, keutuhan wilayah, dan keamanan negara mereka. Dia juga menyampaikan harapan akan kesehatan, kemenangan, dan kesejahteraan bagi rakyat Iran, serta berharap agar perdamaian, stabilitas, dan ketenangan segera kembali ke kawasan.
Sementara itu, Boroujerdi menyampaikan laporan komprehensif mengenai kondisi lapangan terkini, termasuk penjelasan mengenai berbagai serangan terhadap kawasan sipil, infrastruktur vital, dan fasilitas ekonomi di Iran, serta menyampaikan keprihatinan atas dampak kemanusiaan dan keamanan dari tindakan tersebut. Beliau juga menegaskan hak sah rakyat Iran untuk membela diri sesuai dengan hukum internasional.
Kedua pihak menegaskan kembali hubungan yang telah lama terjalin dan bersahabat antara Republik Islam Iran dan Republik Indonesia, serta pentingnya melanjutkan dialog, memperkuat kerja sama bilateral, dan memperluas hubungan antar masyarakat kedua negara.
Sebelumnya, Mohammad Boroujerdi melakukan pertemuan dengan Respati Achmad Ardianto Walikota Surakarta.
Dalam pertemuan itu, Wali Kota Surakarta mengecam penyerangan warga sipil serta segala bentuk agresi, dan dengan merujuk pada UUD Republik Indonesia dan menegaskan bahwa konstitusi Indonesia menolak segala bentuk agresi dan pendudukan asing, serta memiliki sikap yang independen dan jelas dalam hal tersebut.
Dalam lanjutan pertemuan, Duta Besar Boroujerdi menyampaikan laporan mengenai serangan AS dan Israel terhadap warga sipil, infrastruktur vital, pusat-pusat peradaban, serta fasilitas energi di Iran, dan menyampaikan keprihatinannya atas dampak dari tindakan tersebut.
Di akhir pertemuan, kedua belah pihak menekankan pentingnya memperluas kerja sama, khususnya dalam memperkuat hubungan antar masyarakat (people-to-people), pengembangan kerja sama perdagangan dan ekonomi terutama di sektor pariwisata, serta menjajaki kemungkinan pembentukan hubungan kota kembar (Sister City) antara Surakarta dan salah satu kota di Iran. Disepakati bahwa hal ini akan menjadi agenda tindak lanjut ke depan.