Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana memperluas elektrifikasi jalur kereta api hingga Merak, Sukabumi, dan Cikampek. Langkah ini akan memperluas jangkauan layanan kereta rel listrik (KRL) ke sejumlah wilayah penyangga Jakarta.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan rencana tersebut sejalan dengan peningkatan mobilitas penumpang di kawasan penyangga Ibu Kota dalam beberapa tahun terakhir.
“Lintas Rangkasbitung [KRL] berpotensi diperluas hingga Merak, lintas Bogor hingga Sukabumi, dan lintas Cikarang ke arah Cikampek,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).
Anne menjelaskan, kolaborasi KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan selama ini berperan dalam pengembangan elektrifikasi jalur dan peningkatan prasarana.
Menurutnya, pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas akses transportasi, memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan penyangga.
Elektrifikasi juga dinilai memungkinkan peningkatan frekuensi perjalanan, kapasitas angkut, serta fleksibilitas operasional. Pada lintas yang telah beroperasi, peningkatan headway dan penggunaan rangkaian berkapasitas lebih besar mulai diterapkan.
Sebagai contoh, frekuensi perjalanan di lintas Cikarang atau Green Line meningkat dari 90 perjalanan per hari pada 2015 menjadi 122 perjalanan per hari pada 2026. Meski demikian, optimalisasi kapasitas masih berlangsung seiring dengan belum meratanya penggunaan rangkaian dengan formasi 12 kereta.
KAI mencatat jumlah pengguna KRL lintas Rangkasbitung meningkat dari 43,31 juta pada 2022 menjadi 77,55 juta pada 2025. Tren tersebut berlanjut pada awal 2026 dengan jumlah pengguna mencapai 20,19 juta pada tiga bulan pertama.
Kenaikan juga terjadi di lintas Bogor. Jumlah pengguna meningkat dari 102,05 juta pada 2022 menjadi 155 juta pada 2025. Pada kuartal I/2026, jumlahnya telah mencapai 38,2 juta pengguna.
Sementara itu, lintas Cikarang mencatat pertumbuhan dari 55,66 juta pengguna pada 2022 menjadi 85,93 juta pada 2025. Pada Januari–Maret 2026, jumlah pengguna tercatat mencapai 21,71 juta.
Perluasan elektrifikasi dinilai penting untuk mengakomodasi pertumbuhan kawasan hunian dan industri yang makin meluas di wilayah penyangga Jakarta.
Hal ini turut tecermin dalam pertumbuhan pengguna layanan KA lokal yang terhubung dengan koridor tersebut, seperti Rangkasbitung–Merak, Pangrango, Jatiluhur, dan Walahar.
Sebagai contoh, layanan KA lokal Rangkasbitung–Merak mencatatkan jumlah pengguna yang meningkat dari 3,61 juta pada 2023, menjadi 4,46 juta pada 2025. Adapun jumlah pengguna pada Januari–Maret 2026 telah mencapai 1,13 juta.
Pertumbuhan ini juga berlanjut hingga lintas Bogor–Sukabumi melalui layanan KA Pangrango. Jumlah pengguna meningkat dari 786.001 pada 2023, menjadi 874.789 pada 2024, lalu 1,10 juta pada 2025. Adapun jumlah pengguna pada Januari–Maret 2026 telah mencapai 281.659 pengguna.
Selain memperluas akses transportasi, elektrifikasi hingga Merak dan Cikampek juga dinilai berpotensi memperkuat konektivitas logistik serta mobilitas tenaga kerja antarwilayah.
“Pengembangan ini kami lanjutkan secara bertahap agar layanan bisa terus mengikuti kebutuhan masyarakat. Harapannya, perjalanan menjadi lebih mudah dijangkau, semakin nyaman, dan turut mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah,” kata Anne.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Mochamad Purnomosidi mengatakan perpanjangan jalur tersebut ditargetkan rampung sebelum 2029. Dengan demikian, layanan KRL nantinya tidak hanya berhenti di Cikarang, tetapi berlanjut hingga Karawang dan Cikampek.
"Semoga tidak lama lagi karena target Presiden [Prabowo Subianto] pun sebisa mungkin dalam waktu sebelum 2029, Cikampek itu sudah harus jalan," jelasnya saat ditemui di Juanda, Senin (26/1/2026).
Dalam perkembangannya, Purnomo menyebut rencana perpanjangan rute KRL tersebut telah disampaikan kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy.
KAI bersama PLN juga telah bekerja sama melakukan elektrifikasi jalur commuter line atau KRL hingga Cikampek, yang ditargetkan rampung pada 2027.